Muhamad Ali Anwar
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Metode Bervariasi Pengajaran Al-Qur’an Hadits Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa (Studi di MI An Nur Girirejo Bagor Nganjuk) Muhamad Ali Anwar
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 7 No 02 (2020): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.3 KB) | DOI: 10.53429/innovative.v7i02.172

Abstract

Macam metode apapun dapat digunakan, tetapi yang penting adalah bagaimana cara guru mengorganisir belajar anak. Tetapi metode apapun harus dipilih juga, sebab hal ini akan memberikan efisiensi mengajar, sedang usaha mengorganisir belajar anak berperan di dalam hal efektifitasnya, sehingga dapat benar-benar berkesan didalam jiwa anak. Keduanya saling melengkapi
Anak Yatim dalam Presfektif Ad Duhaa 6-9 Muhamad Ali Anwar
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 8 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak sekali anak yatim dan duafa yang tersia siakan, Menurut sebagian masyarakat bahwa anak yatim itu menjadi beban masyarakat. Mayoritas belum menyadariny bahwa hal tersebut belum ssesuai seperti ajaran Nabi Muhammad SAW. Bagaimana menyantuni dan merawat mereka. Islam justru memberikan penghargaan terhadap anak yatim, sebagaimana di jelaskan dalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Ulama tafsir yang menafsirkan tentang yatim dari ayat ayat Al Qur’an antara lain Ibnu Katsir, HAMKA dan M. Quraish Shihab. Permasalahan: 1. Bagaiman konsep yatim dalam Surat Ad-Duhaa ayat 6-9 yang ada di Tafsir al-Misbah, Tafsir Ibnu Katsir dan Al Azhar? 2. Bagaiman persamaan dan perbedaan penafsiran tentang Yatim dalam Surat Ad-Duhaa ayat 6-9 menurut Tafsir al-Misbah dan Tafsir Ibnu Katsir dan Al Azhar?
Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran PAI Siswa SMKNU Wilangan Nganjuk Muhamad Ali Anwar
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 9 No 02 (2022): jJURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Manajemen Kelas ini berusaha untuk memberikan penyelesaian terhadap masalah di kelas, yang cakupannya tidak hanya terbatas pada penyampaian materi saja, akan tetapi mencakup beberapa hal yang menyeluruh untuk mengorganisasi kelas antara lain: pertama kegiatan akademik berupa perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Kedua kegiatan administratif yang mencakup kegiatan procedural dan organisasional seperti penataan ruangan, pengelompokan siswa dalam pembagian tugas, penegakan disiplin kelas, pengadaan tes, pengorganisasian kelas, pelaporan. Jadi konsep manajemen kelas adalah berusaha memberdayakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif khususnya dalam materi PAI
PAI DALAM MENCIPTAKAN KEPRIBADIAN SISWA Muhamad Ali Anwar
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 10 No 01 (2023): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama Islam di sekolah adalah dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan keimanan dan ketakqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang telah tertanam dalam diri siswa sehingga nilai keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT terus berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Kontribusi pendidikan agama Islam dalam bentuk proses belajar mengajar dikelas ataupun dengan melaksanakan kegiatan ekstra kulikuler seperti mengaji, shalat Jum’at serta kegiatan lainnya yang diharapkan akan menambah pengetahuan dan ketrampilan anak dalam menjalankan kewajibannya terhadap agama. Dengan menghayati semua ajaran yang terkandung dalam agama Islam tersebut berarti pendidikan agama Islam memberikan kontribusi sebagai sumber nilai yang dapat memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat
NILAI NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QURAN (Surat Yusuf Ayat 23-25 Studi Tafsir Jalalain) Muhamad Ali Anwar
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 11 No 01 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan satu upaya pembentukan karakter dengan tujuan agar manusia memiliki sifat yang baik seperti yang telah dicontohkan oleh Rasullah SAW. Sedangkan pedoman umat Islam yaitu al-Qur’an didalamnya banyak kisah-kisah rasul atau sifat rasul yang menerangkan pendidikan akhlak di dalam al-Qur’an ada begitu banyak nilai-nilai akhlak yang dapat dijadikan refrensi dalam melaksanakan pendidikan. Nilai-nilai tersebut tentunya akan lebih relevan dan sejalan dengan tujuan pendidikan karakter. Surat Yusuf ayat 23-25 memiliki kandungan nilai-nilai Akhlak diambil dari kisah Nabi Yusuf yang patut dikembangkan lebih lanjut. Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam diri nabi Yusuf yaitu memiliki akhlak yang sangat baik adalah nilai akhlak sabar. Nabi Yusuf memiliki akhlak ihsan dan mempunyai akhlak tanggung jawab, teguh pendirian, menghindari perbuatan berdua-duaan atau tidak mendekati perbuatan yang tidak diinginkan. Pada dasarnya nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Al-Qur’an Surat Yusuf ayat 23-25 terdapat nilai akhlak sabar cerminan sikap karakter religius, nilai akhlak ihsan cerminan sikap karakter religius, nilai akhlak tanggung jawab cerminan sikap karakter patuh terhadap aturan-aturan sosial maupun aturan umum, nilai akhlak teguh pendirian cerminan sikap karakter percaya diri, untuk membentuk orang-orang atau peserta didik yang bermoral baik.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN AKHLAK SISWA Muhamad Ali Anwar
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 11 No 01 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan agama Islam (PAI) sangat berperan besar dalam membentuk akhlak peserta didik sehingga mata pelajaran pendidikan agama Islam harus dipelajari di lembaga pendidikan umum dan juga sekolah-sekolah tinggi lainnya. Sehingga pendidikan agama Islam akan membentuk manusia yang berakhlakul karimah. Pendidikan dan pengajaran bukanlah memenuhi otak anak didik dengan segala macam ilmu yang belum mereka ketahui, akan tetapi mendidik akhlak dan jiwa anak didik, menanamkan rasa fadilah (keutamaan) membiasakan anak didik dengan kesopanan yang tinggi. Adapun akhlak yang diharapkan yang akan dibangun kepada anak didik yaitu meliputi: Religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli terhadap lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab dan masih banyak lagi nilai-nilai moral atau akhlak yang harus dibagun kepada siswa dan juga guru.
Pentingnya peran orang tua terhadap pola asuh anak yang baik Muhamad Ali Anwar
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 14 No 02 (2025): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Orang tua merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas seorang anak, dari sejak lahir hingga anak tumbuh menjadi pribadi yangdewasa. Orang tua mempunyai kewajiban dalam memelihara dan menjaga keberlangsungan kehidupan anaknya. Orang tua mempunyai kewajiban memenuhi kebutuhan dasar anak, menurut Anggono (2011:17-18) kebutuhan dasar anak meliputi kebutuhan fisik-biomedis (asuh), kebutuhan emosi/kasih sayang (asih), dan kebutuhan akan stimulasi mental untuk proses belajar pada anak (asah). Peran orang tua sangatlah penting dalam pendidikan, karena pendidikan yang pertama dan utama dimulai dari lingkungan keluarga dan orang tua menjadi kunci utama terjadinya sebuah pendidikan dalam keluarga itu sendiri. Perannan orang tua bagi pendidikan anak menurut Hasan (2010:19) adalah memberikan dasar pendidikan, sikap, dan keterampilan dasar, seperti pendidikan agama, budi pekerti, sopan santun, estetika, kasih sayang, rasa aman, dasar-dasar untuk mematuhi peraturan, dan menanamkan kebiasaan. Anak diibaratkan sebagai kertas putih yang tidak ada noda sama sekali menurut teori tabularasa, orang tualah yang akan menjadikan seorang anak itu menjadi Kata kunci: Pentingnya peran orang tua bagi anak
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengembangkan Kecerdasan Spritual Peserta Didik Muhamad Ali Anwar
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 13 No. 01 (2025): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/innovative.v13i01.1457

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam pada dasarnya melakukan kegiatan pendidikan Islam, yaitu upaya normatif untuk membantu peserta didik dalam meningkatkan pandangan hidup Islami, sikap hidup Islami, yang dimanifestasikan dalam keterampilan hidup sehari-hari. seorang guru, aspek spiritualitas merupakan aspek yang harus dimiliki. Guru agama bukan sekedar sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi sumber inspirasi spiritual dan sekaligus sebagai pembimbing, sehingga terjalin hubungan pribadi antara guru dengan anak didik yang cukup dekat dan mampu melahirkan keterpaduan bimbingan rohani dan akhlak dengan materi. Kecerdasan spiritual menjadi bagian penting yang dikembangkan oleh guru Pendidikan agama Islam. Dampak yang dilahirkan bagaimana siswa supaya memiliki bekal bersikap sadar akan hal kedisiplinan, terbentuknya sikap akhlakul karimah seperti tawadhu’ mengagungkan ilmu dan menghormati para guru dan taat dalam beribadah. Serta peserta didik dapat menyelesaikan masalah dengan bijak, karena didalam jiwa peserta didik sudah tertanam nilai nilai spiritual, sehingga ketika mengambil keputusan selalu memenangkan Tuhannya didalam dirinya dan senantiasa meyakini bahwa sesuatu yang sedang terjadi, dan yang telah dilalui serta yang akan terjadi pasti akan ada hikmahnya masing-masing.