Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Konflik Pemerintah Kota Bogor Antara Forum Muslim Bogor Dengan Masyarakat Tionghoa (Studi Kasus: Perayaan Cap Go Meh 2019) Gustiani, Deliya
ijd-demos Volume 3 Issue 3 December 2021
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v3i3.113

Abstract

Abstract This study describes the conflict management carried out by the Bogor City Government over the conflicts that occurred between the Forum Muslim Bogor and the Chinese Community. In this conflict, it was found that there was intolerance that occurred in the people of Bogor City ahead of the Cap Go Meh celebration in 2019. Where the case of intolerance was carried out by issuing a circular issued by the Forum Muslim Bogor through social media. The letter was circulated very widely which contained an appeal to the Bogor City Government not to facilitate the Cap Go Meh/Bogor Street Festival celebration and called for the Muslim community not to participate in the event because it was considered to damage the faith. In this study, the focus will be on conflict resolution efforts carried out by the Bogor City Government using the theory of Conflict Management and Critical System Heuristics. The research method used is descriptive qualitative research method. Therefore, this study will look at how the conflict resolution carried out by the Bogor City Government towards the conflict. Keywords: conflict resolution, bogor city government, cap go meh.     Abstrak Penelitian ini menjelaskan mengenai manajemen konflik yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor atas konflik yang terjadi antara Forum Muslim Bogor dengan Masyarakat Tionghoa. Dalam konflik ini ditemukan adanya intoleransi yang terjadi dimasyarakat Kota Bogor menjelang perayaan Cap Go Meh tahun 2019. Dimana kasus intoleransi tersebut dilakukan dengan cara mengeluarkan surat edaran yang dilakukan oleh Forum Muslim Bogor melalui media sosial. Surat tersebut beredar sangat luas yang mana berisikan mengenai seruan kepada Pemerintah Kota Bogor agar tidak memfasilitasi Perayaan Cap Go Meh/Bogor Street Festival dan menyerukan agar masyarakat muslim tidak berpartisipasi dalam acara tersebut karena dinilai dapat merusak akidah. Dalam penelitian ini akan lebih fokus terhadap upaya resolusi konflik yang dilakukan  oleh Pemeritah Kota Bogor dengan menggunakan teori Manajemen Konflik dan Critical System Heuristic. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini akan melihat bagaimana resolusi konflik yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor terhadap konflik tersebut. Kata Kunci: resolusi konflik, pemerintah kota bogor, cap go meh. 
Peran Dompet Dhuafa Banten Dalam Pembangunan Sanitasi di Kampung SEHATI Gustiani, Deliya; Dwiningtias, Risya Aprilia
ijd-demos Volume 2 Issue 3 December 2020
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v2i3.59

Abstract

The empowerment proposed by Shardlow (1998) illustrates how a person, to a group or community can strive to control his own life and try to make his future in accordance with what he wants. One type of empowerment is environmental and health based empowerment. Community and health-based empowerment can foster awareness and awareness from the community itself about the importance of maintaining health through environmental cleanliness. One of the non-governmental organizations that empowered in the field of health and the environment was Dompet Dhuafa Banten, which established the Sanitation Healthy Village (SEHATI) located in Ciwaru Village, Cipocok Jaya District, Serang City. Empowerment carried out by the Dompet Dhuafa Banten is empowering sanitation by building sanitation in community homes. Therefore this research was conducted to see how the Dompet Dhuafa Banten empowered the community by implementing the theory of empowerment from Shardlow. Pemberdayaan yang dikemukakan oleh Shardlow (1998) menggambarkan bagaimana seseorang, sampai dengan kelompok atau komunitas dapat mengupayakan untuk mengkontrol kehidupannya sendiri serta berusaha agar masa depannya sesuai dengan apa yang ia inginkan. Salah satu macam pemberdayaan ialah pemberdayaan berbasis lingkungan dan kesehatan. Pemberdayaan masyarakat yang berbasis kesehatan dan lingkungan dapat menumbuhkan kesadaran, serta rasa kepedulian dari masyarakat itu sendiri tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui kebersihan lingkungannya. Salah satu organisasi non pemerintah yang melakukan pemberdayaan di bidang kesehatan dan lingkungan adalah Dompet Dhuafa Banten yang mendirikan Kampung Sehat Sanitasi (SEHATI) yang terletak di Kampung Ciwaru, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Banten ialah pemberdayaan sanitasi dengan cara membangun sanitasi di rumah masyarakat. Maka dari itu penelitian ini dilakukan guna melihat bagaimana Dompet Dhuafa Banten melakukan pemberdayaan masyarakat tesebut dengan pengimplementasian dari teori pemberdayaan dari Shardlow.