This Author published in this journals
All Journal Efektor
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Historiografi Buku Teks Sejarah Di Indonesia Masa Orde Baru Hingga Reformasi Budiono, Heru; Awaludin, Alfian Fahmi
Efektor Vol 4 No 2 (2017): Efektor Vol 4 No 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.55 KB) | DOI: 10.29407/e.v4i2.969

Abstract

Buku Teks secara umum merupakan media untuk menyampaikan materi mata pelajaran tertentu kepada peserta didik.Demikian halnya dengan buku teks pelajaran sejarah yang dijadikan suatu sumber serta media bagi guru untuk menyampaikan materi yang kaitannya dengan peristiwa yang pernah terjadi dimasa lalu.Namun, berbeda dengan buku teks pada mata pelajaran lainnya, dalam penulisan atau historiografi buku teks pelajaran sejarah sering kali dipengaruhi oleh kepentingan pemerintah pada zamannya. Hal ini pernah terbukti pada masa Orde Baru, dimana buku teks pelajaran sejarah dijadikan salah satu media untuk melegitimasi kekuasaan.Akibatnya terdapat pemahaman yang salah terhadap sebuah persitiwa sejarah pada peserta didik. Materi pelajaran sejarah pada masa Orde Baru juga ciri khas yakni dominasi yang menonjol terhadap peran militer atau ABRI.Ketika momentum reformasi terjadi, terdapat pula usaha untuk memperbaharui historiografi buku teks pelajaran sejarah.Menarik untuk di analisis historiografi buku teks pelajaran sejarah baik pada masa Orde Baru maupun pada masa Reformasi.Karena dengan menganalisis historiografi dalam buku teks mata pelajaran sejarah, kita dapat memahami bagaimana sistem politik mempengaruhi sistem lainnya dan bagaimana sebuah buku teks pelajaran sejarah membawa muatan politik suatu rezim penguasa.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi (content analysis).Metode ini bekerja dengan mengumpulkan dan menganalisis muatan makna dari sebuah teks.
Pemaknaan Ulang Terhadap Peringatantrage di Nasional 65 Dan Upaya Rekonsiliasi Di Tingkat Daerah Widiatmoko, Sigit; Awaludin, Alfian Fahmi
Efektor Vol 4 No 2 (2017): Efektor Vol 4 No 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.988 KB) | DOI: 10.29407/e.v4i2.971

Abstract

Tahun 1965 merupakan periode krusial di Indonesia karena terdapat dua peristiwa penting yang saling berkaitan.Pertama, adalah peristiwa G30S yang mengakibatkan terbunuhnya beberapa tokoh penting angkatan darat,yang kedua peristiwa pembantaian massal terhadap orang-orang yang dianggap terlibat dalam Partai Komunis Indonesia (PKI).Kedua peristiwa ini merupakan puncak dari konflik antar golongan pada masa demokrasi terpimpin.Dalam kajian sejarah peristiwa G30S memunculkan beragam perspektif berkaitan dengan siapa dalang dibalik perstiwa tersebut.Sedangkan khusus peristiwa kedua menimbulkan polemik tak berujung terutama dari pihak keluarga korban mengenai siapa yang bertanggung jawab atas tindakan pembantaian massal.Terlepas dari polemik-polemik yang ada, tragedi 1965 selalu dikenang setiap tahun oleh masyarakat sebagai hari kesaktian pancasila.Disaat peringatan itulah selalu muncul perdebatan nasional dengan tema rekonsiliasi dan rehabilitasi bagi korban peristiwa 1965 yang sampai saat ini belum menemui titik temu.Peringatan tragedi 1965 juga secara tidak langsung membangkitkan memori kolektif masyarakat Indonesia tentang kekejaman komunisme, yang pada akhirnya memunculkan wacana anti komunis dan ketakutan tentang kebangkitan komunisme atau Komunistophobi(trauma terhadap komunis). Tulisan ini akan membahas setidaknya dua hal utama, yakni perdebatan tentang rekonsiliasi dan rehabilitasi korban persitiwa 1965 dan kedua adalah munculnya fenomena Komunistophobi.