Ulil Abshor, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISLAMIC PERSPECTIVE WAGES IN ECONOMIC DEVELOPMENT Ulil Abshor, Muhammad; Ramadhani , Moch. Syafi’udin
ISTISMAR Vol. 2 No. 2 (2019): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/istismar.v2i2.5430

Abstract

Abstrak: Religion, as a belief system, is part and core of society's value system. Religion is a system of values and norms that regulate how to behave. Economics is the study of how humans use uncommon resources to create goods and services that humans need. The relationship between religious development and improving economic status is very important and influences each other. Wage problems are the way employers and the government see workers only as a tool to make money, efficiency and production. For entrepreneurs, wages are part of production costs, so they must be calculated and optimized to increase productivity and work ethic. However, wages are compensation that is very helpful for workers to meet their needs. This is based on Marshall's theory that setting a minimum wage allows the workforce to be healthier, which in turn will result in increased productivity in the long term. However, workers' wages in Islam are determined based on the merits, usefulness and profits of one's work. Keywords: economic development, religious position, wage determination system
Kewarisan Istri Non Muslim dan Kewarisan Suami Murtad Ulil Abshor, Muhammad
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 3 (2020): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dan perbedaan dalam putusan Mahkamah Agung tentang kewarisan beda agama, khususnya dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 16 K/AG/2010 (kewarisan beda agama istri non muslim) dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 331 K/AG/2018 (kewarisan beda agama suami murtad). Dalam hukum kewarisan Islam, faktor perbedaan agama antara pewaris dan ahli waris menjadikan penghalang ahli waris dalam mendapatkan hak warisnya. Namun, dalam kedua putusan Mahkamah Agung tersebut, hakim berpendapat lain, hakim dalam kedua putusan tersebut memberikan hak waris terhadap ahli waris yang berbeda agama tersebut dengan jalan wasiat wajibah. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), maka dalam langkah-langkahnya metode yang digunakan adalah metode penelitian normatif. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dasar pertimbangan hukum hakim dalam memberi hak waris beda agama melalui wasiat wajibah berbeda, yaitu hak waris istri non muslim dan suami murtad. Dalam kasus kewarisan beda agama istri non muslim, hakim memberikan bagian hak waris istri non muslim sama dengan hak waris istri muslim dengan alasan bahwa istri non muslim merupakan kafir dzimmy dan bukanlah merupakan kafir harby. Sedangkan dalam kasus kewarisan beda agama suami murtad hakim memberikan bagian hak waris suami tidak sama dengan hak waris suami muslim dengan alasan bahwa kemurtadan suami tersebut tidak menjadikan suami tersebut mendapatkan hak yang sama dengan suami muslim, karena kemurtadan merupakan salah satu dosa besar yang dimurkai Allah SWT.