An Najmi, Muhammad Izzul Islam
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Between Piety and Excess: Cult-Like Behavior in the Al-Shādziliyyah Pondok Pesulukan Thoriqot Agung (PETA) Order An Najmi, Muhammad Izzul Islam; Al-Ahmad, Ahmad
DINIKA : Academic Journal of Islamic Studies Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/dinika.v10i2.11327

Abstract

This study explores community perspectives on Sufi orders, focusing on the al-Shādziliyyah Order of Pondok Pesulukan Thoriqot Agung (PETA) in Tulungagung, East Java. The rapid growth of Sufi movements in Indonesia has given rise to various religious expressions, including strong emotional ties and loyalty to spiritual leaders (mūrshid). In this Order, the emergence of cult-like behavior has raised concerns about the limits of religious reverence and its alignment with Islamic teachings. Using a qualitative approach, this research examines the extent and nature of such behavior and whether it departs from Qur’anic and Hadith principles or remains within accepted Sufi piety. Georg Simmel’s theory of social interaction is employed to analyze how social bonding and charismatic authority contribute to excessive veneration. Data were collected through fieldwork, semi-structured interviews, and literature review. The findings show a range of attitudes among followers, from sincere devotion to problematic loyalty, particularly the belief in the mūrshid’s spiritual infallibility. These patterns are reinforced through ritual practices, group dynamics, and the leader’s perceived charisma. This study contributes to the discourse on contemporary Sufism in Indonesia by highlighting the sociological mechanisms that shape religious authority and group cohesion. It calls for critical reflection within Sufi Order communities to maintain a balance between spiritual guidance and theological boundaries.
Integrasi-Interkoneksi Keilmuan Islam terhadap konsep Moderasi Beragama di Indonesia: Telaah Berbagai Pemikiran Epistemologi keilmuan Islam An Najmi, Muhammad Izzul Islam
Arsy Vol. 9 No. 2 (2025): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v9i2.9201

Abstract

Moderasi adalah Sesuatu apapun itu yang berada di tengah, dalam posisi antara dua hal, cara beragama yang baik adalah dengan bersikap moderat (jalan tengah). Dengan moderasi beragama, seseorang akan terhindar dari sikap yang ekstrem dan tidak fanatik atau berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya. dalam Islam ada Istilah yang disebut dengan Al-Wasathiyyah Islamiyyah. Moderasi beragama merupakan bagian integral dari strategi bangsa dalam merajut dan merawat keberagaman di Indonesia. Jenis dan Pendekatan Penelitian Dalam penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian yang terdiri dari Jenis Penelitian studi kepustakaan (Lybrary Research). Disamping Itu Penulis Juga Menggunakan metode penelitian kualitatif (Qualitative Research). Dengan Pendekatan Penelitian Sosio-Historis yang juga meliputi pendekatan Sejarah Intelektual. Epistemologi Pengilmuan Islam Kuntowijoyo, Epistemologi Intergratif-Interkoneksi M. Amin Abdullah, dan Epistemologi postrukrualisme objektif Abid Al-Jabiri sangat berpengaruh dan menjadi bangunan atas keilmuan Islam terhadap Moderasi Beragama di Indonesia, Hal ini dapat dilihat bahwa Prinsipnya ialah adil dan seimbang. ketiga Tokoh tersebut telah berhasil menjadi Inspirasi atas moderasi beragama dan diperlukan. Pondasi penting atas penelaahan ketiga gagasan Tokoh tersebut dalam usaha Integrasi-Interkoneksi Keilmuan Islam terhadap konsep Moderasi Beragama di Indonesia yang kemudian menunjukkan bahwa jati diri bangsa yang sangat agamis, dengan karakternya yang Sopan, santun, toleran, dan mampu hidup berdampingan dengan keragaman