This study aims to examine the structural influence of Occupational Safety and Health (K3) training programs and management commitment on employee safety behavior, and the subsequent impact of that behavior on work productivity within a challenging mining environment. The research utilized a quantitative explanatory approach via a survey, gathering data from 121 employees, non-employees, and guests attending K3 training at PT Freeport Indonesia's OH&S Training facility. The data were analyzed using the two-stage least squares (2SLS) regression method. Findings conclusively demonstrate that both management commitment (t-value 4.832) and K3 training (t-value 2.772) significantly and positively influence safety behavior. Furthermore, safety behavior (t-value 8.398) is confirmed to have a significant and positive effect on increasing work productivity. This research contributes original insights by providing empirical validation for the structural model (K3 Training and Management Commitment → Safety Behavior → Productivity) within a complex, high-risk operational context, emphasizing the necessity of integrated management dedication and comprehensive training for sustaining optimum performance. Keywords: (K3) Training, Management Commitment, Safety Behavior, Productivity Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan struktural antara program pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan komitmen manajemen terhadap perilaku keselamatan karyawan, serta dampak perilaku keselamatan tersebut terhadap produktivitas kerja dalam lingkungan perusahaan pertambangan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif eksplanatori melalui survei kepada 121 responden yang terdiri dari karyawan, non-karyawan, dan tamu yang berpartisipasi dalam pelatihan K3 di fasilitas OH&S Training PT Freeport Indonesia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi two-stage least squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan secara meyakinkan bahwa komitmen manajemen (t-hitung 4.832) dan pelatihan K3 (t-hitung 2.772) memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap perilaku keselamatan. Lebih lanjut, perilaku keselamatan (t-hitung 8.398) terkonfirmasi memberikan kontribusi yang signifikan dan positif terhadap peningkatan produktivitas kerja. Studi ini menawarkan wawasan orisinal dengan menyajikan bukti empiris model struktural (Pelatihan K3 dan Komitmen Manajemen → Perilaku Keselamatan → Produktivitas) dalam lingkungan pertambangan yang kompleks, menegaskan pentingnya komitmen manajemen yang terintegrasi dan pelatihan komprehensif demi kinerja operasional yang berkelanjutan. Kata kunci: Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Komitmen Manajemen, Safety Behavior, Produktivitas Kerja