Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR DAN BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP TURNOVER INTENTION YANG DIMEDIASI OLEH EMPLOYEE ENGGAGEMENT Soejarminto, Yos; Praborini, Yuhaning
Jurnal Pelita Ilmu Vol. 18 No. 01 (2024): JURNAL PELITA ILMU - April 2024
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Niat untuk meninggalkan perusahaan dipengaruhi dengan beberapa faktor diantaranya pengembangan karir dan Budaya perusahaan. Pengembangan karir yang baik dan adanya budaya perusahaan yang baik akan menekan niat untuk meninggalkan perusahaan (Turnover Intention) dan hal tersebut akan diperkuat dengan adanya keterikatan terhadap pekerjaan (Employee Enggament). Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengembangan karir dan budaya perusahaan terdahap turnover intention yang dimediasi oleh employee enggament. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel karyawan PT. X Indonesia di Cikarang sebanyak 58 orang. Analysis menggunakan model struktual diolah software SMARTPLS 3.3.9. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh tidak langsung antara variabel Pengembangan Karir, Turnover Intention, terhadap keterikatan kerja (Employee Enggament).
Online Store Atmosphere, Shopping Lifestyle, Emosi Positif Terhadap Impulse Buying Produk Wardah Pada E-Commerce Nugroho, Arief Teguh; Ratnaningsih DS, Yunita Ramadhani; Praborini, Yuhaning
Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/eco.v8i1.22021

Abstract

The purpose of this study was to determine the direct and indirect effects of online store atmosphere and shopping lifestyle on impulse buying decisions through positive emotions. Online store atmosphere and shopping lifestyle on impulse buying decisions through positive emotions. The population in this study were shopee marketplace users. Sampling using purposive sampling technique of 100 respondents. The data collection method used is a questionnaire. The analysis method in this study uses a structural model processed SMARTPLS 3.0 software. The results of this study indicate that the variables. Online store atmosphere and lifestyle have no significant effect on impulse buying, while positive emotions affect impulse buying, and shopping lifestyle affects positive emotions. While indirectly shopping lifestyle and positive emotions affect impulse buying. Suggestions for online stores should maximize attractive store arrangements so that consumers are encouraged to make impulse purchases.
Hubungan Antara Work Life Balance dan Tingkat Burnout Pada Mahasiswa Pekerja Fathin, Afanin Hasna; Khaerani, Nabila Suci; Praborini, Yuhaning
Journal of Education Counseling Vol 5 No 01 (2025): Desember
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/jec.v5i01.2792

Abstract

fenomena mahasiswa yang bekerja sambil menempuh pendidikan tinggi semakin meningkat seiring dengan tuntutan ekonomi, kebutuhan pengalaman kerja, serta keinginan untuk mandiri. Namun, peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja berpotensi menimbulkan tekanan psikologi, terkhusus stress akademik yang dapat berkembang menjadi burnout. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work life balance dan tingkat burnout pada mahasiswa pekerja di Universitas Pelita Bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi person. populasi penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa yang aktif berkuliah dan bekerja, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala interval yang disebarkan secara daring. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dan regresi linier dengan bantuan perangkat SPSS versi 21.0. hasil penelitian menunjukan bahwa work life balance memiliki hubungan negatif terhadap tingkat burnout, yang berarti semakin tinggi work life balance maka tingkat burnout cenderung menurun. Namun, hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik (sig = 0,057 > 0,05), sehingga work life balance belum dapat dinyatakan berpengaruh secara langsung terhadap burnout. temuan ini menunjukan bahwa tingkat burnout pada mahsiswa pekerja juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti durasi kerja, tuntutan akademik, manajemen stress, dukungan sosial, serta fleksibelitas kebijakan akdemik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam upaya menurunkan tingkat burnout pada mahasiswa pekerja.