fenomena mahasiswa yang bekerja sambil menempuh pendidikan tinggi semakin meningkat seiring dengan tuntutan ekonomi, kebutuhan pengalaman kerja, serta keinginan untuk mandiri. Namun, peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja berpotensi menimbulkan tekanan psikologi, terkhusus stress akademik yang dapat berkembang menjadi burnout. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work life balance dan tingkat burnout pada mahasiswa pekerja di Universitas Pelita Bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi person. populasi penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa yang aktif berkuliah dan bekerja, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala interval yang disebarkan secara daring. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dan regresi linier dengan bantuan perangkat SPSS versi 21.0. hasil penelitian menunjukan bahwa work life balance memiliki hubungan negatif terhadap tingkat burnout, yang berarti semakin tinggi work life balance maka tingkat burnout cenderung menurun. Namun, hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik (sig = 0,057 > 0,05), sehingga work life balance belum dapat dinyatakan berpengaruh secara langsung terhadap burnout. temuan ini menunjukan bahwa tingkat burnout pada mahsiswa pekerja juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti durasi kerja, tuntutan akademik, manajemen stress, dukungan sosial, serta fleksibelitas kebijakan akdemik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam upaya menurunkan tingkat burnout pada mahasiswa pekerja.