Hamdani, Yunan
Universitas Taman Siswa Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERMASALAHAN SUMBER DAYA AIR DALAM PENGELOLAAN TERPADU DAERAH IRIGASI DERAS II KABUPATEN MUSI RAWAS Hamdani, Yunan; HAMDANI, YUNAN
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.41 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v8i2.34

Abstract

Daerah Irigasi Deras II merupakan irigasi teknis dan masuk ke dalam wilayah sungai Air Lakitan yang pengelolaannya merupakan kewenangan Kabupaten Musi Rawas. Daerah irigasi ini mempunyai dua bendung sebagai sumber air irigasi yaitu bendung Moyan dan Bendung Aur yang direncanakan mampu mengairi lahan sawah seluas 928 hektar. Permasalahan yang terjadi di lapangan adalah semula bagian hulu bendung moyan terdapat lahan tidur berupa rawa, pada saat ini rawa tersebut dimanfaatkan kembali oleh petani menjadi lahan sawah dan kolam ikan yang sumber airnya berasal dari sungai deras (hulu bendung Moyan). Dengan adanya pengambilan air ini maka berdampak pada debit air yang masuk ke intake bendung Moyan menjadi berkurang yang mengakibatkan fungsi bendung menjadi kurang maksimal. Selain itu juga pada hulu bendung memiliki permasalahan yang kompleks yang harus ditanggulangi seperti kerusakan lingkungan akibat berbagai aktifitas, penebangan hutan secara liar, konversi hutan dalam skala luas menjadi perkebunan kelapa sawit dan kebun karet. Permasalahan sumber daya air memang sulit untuk dihilangkan, namun dapat diminimalkan. Untuk meminimalkan masalah sumber daya air, dewasa ini dilakukan pengelolaan terpadu sumber daya air. Pengelolaan sumberdaya air terpadu (Integrated Water Resources Management/IWRM) saat ini merupakan paradigma dominan untuk pengelolaan air di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Dengan mengetahui permasalahan sumber daya air dalam penegelolaan terpadu melalui pemetaan dinamika permasalahan sumber daya air, maka dapat dibuat konsep awal pengelolaan terpadu daerah irigasi Deras II khususnya pengelolaan terpadu pada bendung Moyan, yang hasilnya dapat dikembangkan guna pengelolaan secara menyeluruh pada daerah irigasi Deras II agar potensi yang ada dapat dimaksimalkan dan permasalahan yang ada dapat diminimalkan, dengan demikian dapat bermanfaat bagi masyarakat.
PERMASALAHAN SUMBER DAYA AIR DALAM PENGELOLAAN TERPADU DAERAH IRIGASI DERAS II KABUPATEN MUSI RAWAS Hamdani, Yunan; HAMDANI, YUNAN
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.41 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v8i2.34

Abstract

Daerah Irigasi Deras II merupakan irigasi teknis dan masuk ke dalam wilayah sungai Air Lakitan yang pengelolaannya merupakan kewenangan Kabupaten Musi Rawas. Daerah irigasi ini mempunyai dua bendung sebagai sumber air irigasi yaitu bendung Moyan dan Bendung Aur yang direncanakan mampu mengairi lahan sawah seluas 928 hektar. Permasalahan yang terjadi di lapangan adalah semula bagian hulu bendung moyan terdapat lahan tidur berupa rawa, pada saat ini rawa tersebut dimanfaatkan kembali oleh petani menjadi lahan sawah dan kolam ikan yang sumber airnya berasal dari sungai deras (hulu bendung Moyan). Dengan adanya pengambilan air ini maka berdampak pada debit air yang masuk ke intake bendung Moyan menjadi berkurang yang mengakibatkan fungsi bendung menjadi kurang maksimal. Selain itu juga pada hulu bendung memiliki permasalahan yang kompleks yang harus ditanggulangi seperti kerusakan lingkungan akibat berbagai aktifitas, penebangan hutan secara liar, konversi hutan dalam skala luas menjadi perkebunan kelapa sawit dan kebun karet. Permasalahan sumber daya air memang sulit untuk dihilangkan, namun dapat diminimalkan. Untuk meminimalkan masalah sumber daya air, dewasa ini dilakukan pengelolaan terpadu sumber daya air. Pengelolaan sumberdaya air terpadu (Integrated Water Resources Management/IWRM) saat ini merupakan paradigma dominan untuk pengelolaan air di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Dengan mengetahui permasalahan sumber daya air dalam penegelolaan terpadu melalui pemetaan dinamika permasalahan sumber daya air, maka dapat dibuat konsep awal pengelolaan terpadu daerah irigasi Deras II khususnya pengelolaan terpadu pada bendung Moyan, yang hasilnya dapat dikembangkan guna pengelolaan secara menyeluruh pada daerah irigasi Deras II agar potensi yang ada dapat dimaksimalkan dan permasalahan yang ada dapat diminimalkan, dengan demikian dapat bermanfaat bagi masyarakat.
ANALISA KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN KOLAM RETENSI SEMATANG BORANG KOTA PALEMBANG Yunan Hamdani
Jurnal Tekno Global Vol 6, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.282 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v6i2.397

Abstract

One function of the retention pond is to replace the role of the farm absorption, which covered land / housing /office space. To accommodate the volume of water runoff from the drainage system in the area of Sematang Borang sunburn the increasingly populous required the construction of a pool of retention. Analysis on the study of economic feasibility analysis method with an indicator of Net Present Value (NPV) of the current benefits and costs, and Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio) to find out the feasibility of this retention pond construction project. From the results of the analysis note that the results of the Net Present Value (NPV) for the construction of retention ponds of Sematang Borang area is the NPV of Rp,85,-389.098.758 and the Benefit cost ratio (BCR = 1,09) with interest rate (i) 12%.Keywords : feasibility, Net Present Value (NPV), the Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio).