Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP TEORI BLUE OCEAN STRATEGY PADA DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW. Ahmad Nofal Abudi; Stefanie Dana Victory
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.461 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v1i1.11

Abstract

Organisasi dakwah terkadang berhadapan dengan situasi persaingan yangketat, dengan pesaing dominan dan sumber daya lebih kuat, sehingga peluang untukmemenangi segmen dakwah menjadi sulit (red ocean). Pada keadaan tersebutdibutuhkan terobosan strategi sebagaimana teori strategi blue ocean. Keadaanserupa pernah dialami Nabi Muhammad saw. saat berdakwah di Mekkah, yaitu saatpaman, dan istri Nabi meninggal. Namun Nabi berhasil keluar dari kesulitan tersebutdan sukses di Madinah. Keberhasilan tersebut mengindikasikan terdapat prinsipprinsip blue ocean strategy dalam dakwah Nabi. Oleh karenanya studi iniberorientasi mengetahui penerapan prinsip-prinsip blue ocean strategy padadakwah Nabi, khususnya dalam peristiwa hijrah ke Madinah, dan yangmengiringinya. Metodologi studi adalah kualitatif pustaka. Data dikumpulkan darisumber-sumber kepustakaan yang relevan. Teknik analisis kualitatif dipanduoperasionalisasi teori blue ocean strategy. Hasil studi menunjukkan terdapat empatprinsip blue ocean dalam dakwah Nabi: (1) pembatasan pasar dengan inovasi produkdakwah namun tidak mengubah substansinya; (2) prinsip kedua dijalankan simultandengan prinsip ketiga, melalui keunggulan kompetitif subjek dan perumusan strategidakwah dengan mencari pasar baru di luar Mekkah; (3) prinsip keempat terkaitkeberhasilan implementasi strategi, yang ditunjukkan dengan adanya utilitasistimewa bagi mad’uw.
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA SDM PADA YAYASAN BAITURRAHMAN SURABAYA Abudi, Ahmad Nofal
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.517 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.118

Abstract

Pada era globalisasi seperti sekarang ini tantangan organisasi dakwah demikian besar, maka menjadi penting SDM organisasi dakwah memiliki kinerja yang tinggi dan mampu melewati tantangan zaman. Berdasarkan penelitian beberapa ilmuwan selama ini, variabel kepemimpinan dan budaya organisasi merupakan dua variabel yang mempengaruhi kinerja SDM suatu organisasi. Sedangkan peningkatan kinerja Pengurus baru Yayasan Baiturrahman, yang diiringi oleh perubahan type kepemimpinan oleh pemimpin yang baru dan munculnya budaya organisasi baru, menarik untuk dilakukan studi lebih lanjut. Tujuan studi ini menganalisis pengaruh variabel kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja SDM pengurus yayasan Baiturrahman Surabaya. Kerangka teoritis dikembangkan dari konsep pengukuran kinerja SDM berdasarkan perilaku, kepemimpinan transformasional, dan budaya organisasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan sumber data keseluruhan pengurus sejumlah 25 orang, yang kesemuanya telah diambil sebagai responden. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode analisis regresi linier berganda. Data yang dianalisis berasal dari penyebaran kuesioner kepada pengurus (responden). Hasilnya menunjukkan bahwa secara parsial variabel kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja SDM pengurus. Sedangkan budaya organisasi yayasan Baiturrahman Surabaya telah terbukti memberikan pengaruh signifikan tetapi bernilai negatif terhadap kinerja SDM pengurus Yayasan. Sedangkan kedua variabel tersebut (kepemimpinan dan budaya organisasi) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja SDM pengurus yayasan Baiturrahman Surabaya.
Strategi Dakwah Kultural Muhammadiyah Perspektif Teori Kompetensi Inti Organisasi Abudi, Ahmad Nofal; Labibah, Della Vida
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v5i2.278

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi inti Muhammadiyah dalam menjalankan strategi dakwah kulturalnya pada tahun 2000-2005 dengan menggunakan pendekatan teori Kompetensi Inti menurut C K. Prahalad & Gary Hamel, serta Hirindu Kawshala. Latar belakang artikel ini karena adanya dinamika pada internal organisasi sehingga Muhammadiyah berupaya merumuskan kembali strategi dakwah kultural yang secara resmi dibahas pada Sidang Tanwir Muhammadiyah tahun 2002. Strategi dakwah kultural Muhammadiyah tersebut tentunya memiliki pijakan kompetensi inti organisasi Muhammadiyah. Subjek penelitian ini adalah Muhammadiyah, karena merupakan salah satu organisasi terbesar dan terlama yang ada di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif Pustaka. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dengan menggali beberapa dokumen organisasi Muhammadiyah. Dari kajian yang dilaksanakan, menunjukan bahwa strategi dakwah kultural Muhammadiyah memiliki berbagai bentuk diantaranya dakwah multimedia, dakwah era globalisasi, dakwah melalui seni dan gerakan jamaah dakwah jamaah. Strategi dakwah tersebut bisa dilaksanakan secara efektif setidaknya ditunjang oleh tiga dimensi kompetensi inti yaitu sumber daya, kompetensi dan kapabilitas organisasi Muhammadiyah dalam berbagai bentuk kongkritnya.
Prosedur Analisis SWOT pada Analisa Kasus Manajemen Zakat & Infak di Organisasi Kecil Nofal Abudi, Ahmad
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v1i1.14

Abstract

Dengan analisis SWOT, organisasi akan mengidentifikasi keadaan situasi lingkungannya, hal ini amat penting bagi organisasi yang berada dalam dunia yang dinamis seperti sekarang. Manajemen zakat dan infaq pada suatu OPZ (organisasi pengelola zakat) juga penting memahami dan beradaptasi dengan kondisi internal dan eksternal lingkungannya agar bisa memberikan layanan terbaik bagi masyarakat di sekitarnya. Kebanyakan Analisis SWOT yang dikembangkan saat ini adalah analisis SWOT dengan pendekatan kuantitatif yang kurang efisien diterapkan pada organisasi pengelola zakat skala kecil, sehingga diperlukan rumusan prosedur analisa SWOT yang lebih relevan. Artikel ini berorientasi untuk merumuskan prosedur analisis SWOT pada analisa kasus manajemen zakat & Infak di organisasi skala kecil. Pendekatan dalam tulisan ini adalah pendekatan penelitian kualitatif melalui studi pustaka. Rumusan prosedur analisis SWOT yang dipaparkan penulis  dalam tulisan ini antara lain pertama, mendefinisikan atau merumuskan konteks baik makro organisasi maupun mikro situasinya. Kedua, merumuskan tujuan dalam melakukan analisis kasus, ketiga, menganalisis dan mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Keempat, menyusun alternatif strategi dengan mencocokkan dan merubah faktor – faktor dalam masukan SWOT. Dan keenam, memutuskan pilihan strategi yang digunakan dengan melakukan pengecekan terhadap realitas OPZ.