Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effectiveness of the 300 and 450 Semifowler Positions on Changes in Oxygen Saturation in Pneumonia Patients Installed Ventilator in ICU Room RSPI Sulianti Saroso Novan Eko Prasetyo; Asep Rusman
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. SpecialEdition (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9iSpecial Edition.542

Abstract

Aims : Pneumonia is an acute infectious disease that affects the tissues (lungs) precisely in the alveoli caused by several microorganisms such as viruses, bacteria, fungi, and other microorganisms. The semifowler position is able to maximize lung expansion and decrease the effort to use the muscles of breathing aids, so that maximum ventilation opens, maintains comfort, increases the value of oxygen saturation and secret movements. Methods : The research method used was quasiexperimental with pre-post-test in one group (One-group pre-post test design) with a sample of 20 patients. Results : Based on the results of bivariate analysis showed that there was a significant influence between the influence of the position of semifowler 300 and 450 on changes in oxygen saturation in patients with pneumonia with p-value <α (0.007 <0.05). The semifowler 450 position is more effective in increasing oxygen saturation in patients with pneumonia attached to a ventilator having an average increase in oxygen saturation of 2.2%. Conclusion : It is anticipated that the results of this study can be used by ICU nurses to apply the semifowler 450 position in care, thereby contributing to the renewal and expansion of nursing knowledge.
PERAN KEPEMIMPINAN DAN KEBIJAKAN DISIPLIN DALAM MEMPENGARUHI KINERJA PERAWAT DI RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD JAKARTA Asep Rusman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.35

Abstract

Salah satu penentu kinerja Rumah Sakit dalam pelayanan keperawatan yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah kinerja sumber daya manusia, dalam hal ini kinerja perawat dengan jumlah terbanyak berkisar 50-60% dibanding tenaga kesehatan lainnya dan merupakan modal sumber daya manusia yang menyusun inti dari hampir seluruh pelaksanaan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang berhubungan langsung dengan pasien. Kinerja perawat yang buruk akan berdampak terhadap menurunnya citra pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari sumber daya manusia, kepemimpinan, kebijakan disiplin, beban kerja dan motivasi terhadap kinerja perawat pelaksana.  Telah dilakukan penelitian analitik dengan desain cross sectional terhadap 70 orang perawat pelaksana di ruang rawat inap RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad. Pada periode Oktober-Nopember 2014. Dengan menggunakan alat bantu  kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis multi variat menggunakan regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, persamaan regresi yang dirumuskan memperlihatkan model yang cocok dengan data empiris (nilai F 7,724, p-value 0,000).  Dari kelima faktor yang diteliti hanya kepemimpinan (p-value 0,043, R = 0,976) dan kebijakan disiplin (p-value 0,049, R = 0,775 ), yang secara signifikan memengaruhi kinerja perawatHasil penelitian tersebut sesuai dengan keadaan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad yang merupakan Rumah Sakit TNI AD di dalam pengelolaan manejemen RS diwarnai dengan sistem militerisme atau sistem komando dan dengan penekanan kepemimpinan dan penetapan disiplin yang berbeda antara rumah sakit lain. Kata kunci:           Kepemimpinan, Kebijakan Disiplin, Kinerja.