Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS Ossie Happinasari; Artathi Eka Suryandari
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1397.271 KB) | DOI: 10.52299/jks.v7i2.26

Abstract

Peran posyandu sangat penting karena posyandu sebagai wahana pelayanan berbagai program, meliputi pelayanan imunisasi, pendidikan gizi masyarakat serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pelaksanaan posyandu yang belum optimal di Kecamatan Purwokerto Selatan dikarenakan kinerja kader belum maksimal dalam pelaksanaan posyandu. Guna meningkatkan derajat kesehatan serta melihat kemunduran kinerja posyandu. Mendagri menginstruksikan program revitalisasi posyandu melalui surat edaran no. 411.3/536/SJ tanggal 3 Maret 1999. Keberadaan Posyandu beserta kader sebagai penggeraknya akan memberikan dampak positif. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan motivasi terhadap kinerja kader dalam pelaksanaan Posyandu di Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Metode Penelitian: Jenis penelitian survey secara kuantitatif, dengan pendekatan waktu Cross Sectional yaitu rancangan penelitian dengan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan. Populasi penelitiannya adalah 620 kader posyandu di kecamatan Purwokerto Selatan. Sampel kuantitatif ditentukan dengan tehnik simple random sampling, besar sampelnya adalah 56 orang. Analisis penelitian ini adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian: mayoritas pengetahuan kader posyandu dalam kategori baik sejumlah 33 responden (58,9%). Mayoritas motivasi kader posyandu dalam kategori baik sejumlah 32 peserta (57,1%). Mayoritas kinerja kader posyandu dalam kategori baik sejumlah 29 peserta (51,8%). Ada hubungan kinerja kader posyandu adalah pengetahuan (ρ-value = 0,0,045) dan motivasi (ρ-value = 0,008).
HUBUNGAN PENGETAHUAN, FATALISME KANKER DAN KESADARAN WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM PENAPISAN TES IVA Artathi Eka Suryandari
Kesmas Indonesia Vol 6 No 3 (2014): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.823 KB)

Abstract

ABSTRAK Death of cervical cancer can be prevented by doing an early detection and the only cost-effective way is screening test of Visual Inspection with Acetic Acid (IVA). The purpose of this study was to analyze the correlation of knowledge, cancer fatalism, level of awareness and the participation of Reproductive Aged Women (RAW) in IVA. The research sample consist of 224 RAW as cases and controls in Purwokerto Timur using proportional random sampling techniques. The measurement of cancer fatalism using Powe Fatalism Inventory and the level of awareness measured by the Self Regulation Questionnair. The analysis result was conducted by chi-square and logistic regression. The analysis showed that the correlate factors of RAW’s participation in IVA was cancer fatalism (p=0.024) with OR 2.305 and level of awareness (p=0.009) with OR 2.806, while the level of awareness was the most dominant factor. It is concluded that in order to increase RAW’s participation in IVA is needed to increase the RAW’s awareness toward the benefits of screening test of IVA and fatal consequences of cervical cancer and to decrease cancer fatalism by providing the right knowledge about cervical cancer through religious sermons that are often followed by RAW. Key words: knowledge, fatalism, awareness,IVA Kesmasindo, Volume 6(3) Januari 2014, Hal. 208-222
PERBANDINGAN KENAIKAN KADAR Hb PADA IBU HAMIL YANG DIBERI Fe DENGAN Fe DAN BUAH BIT Artathi Eka Suryandari; Ossie Happinasari
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan zat besi dalam diet merupakan penyebab anemia yang umum dialami oleh ibu hamil,sehingga harus banyak mengkonsumsi makanan kaya zat besi misalnya bit merah yang kaya zat besidan asam folat. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbandingan kadar Hb pada ibu hamil yangdiberi Fe dengan Fe dan buah bit.Metode yang digunakan adalah pre test dan post test control group design dengan responden ibuhamil di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Jumlah sampel 30 orang diambil secaraaksidental. Semua responden dilakukan pemeriksaan kadar Hb dengan easy touch GHb, selanjutnyaresponden kasus diberikan jus buah bit 500ml setiap hari dengan tetap mengkonsumsi Fe, setelahtujuh hari semua responden diperiksa kembali kadar Hb nya. Analisis hasil dilakukan denganmenggunakan Uji Independent t test.Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kenaikan kadar Hb setelah diberikan Fe danFe + buah bit di wilayah kerja puskesmas Purwokerto Selatan dengan nilai ρ = 0,009.
PERBANDINGAN KENAIKAN KADAR Hb PADA IBU HAMIL YANG DIBERI Fe DENGAN Fe DAN BUAH BIT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN Artathi Eka Suryandari; Ossie Happinasari
Jurnal Kebidanan VOLUME 07 No.01, Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v7i01.187

Abstract

ABSTRAK Kurangnya zat besi dalam makanan merupakan penyebab umum anemia yang dialami oleh wanita hamil. Kebutuhan zat besi meningkat selama kehamilan, terutama pada trimester terakhir. Jika entri off besi tidak ditambahkan selama kehamilan, mudah untuk anemia defisiensi besi. Oleh karena itu, ibu hamil harus makan makanan yang kaya zat besi sayuran hijau seperti, kacang kering, buah kering, bit merah. Beet root, yang dikenal sebagai akar bit merah. Ini adalah salah satu jenis tanaman dari kelompok Amaranthaceae dan memiliki nama latin dari bit gula yang mengandung tembaga dan besi sekitar hampir 7% dan asam folat yang sangat baik untuk membantu pembentukan otak bayi dan mengatasi masalah anemia. Besi terkandung di dalamnya juga mampu mempertahankan metabolisme energi. Penelitian ini menggunakan pre-test dan kontrol post-test group design. Responden dalam penelitian ini bahwa semua wanita hamil yang berada di Puskesmas Purwokerto Selatan. Sampel yang diambil disengaja pada wanita hamil yang memeriksa PHC Selatan dari Purwokerto baik untuk kasus dan kontrol sejumlah 30 orang yang terdiri dari 15 kasus responden dan 15 responden kontrol. Semua pemeriksaan responden tingkat Hb dengan mudah sentuhan GHB, sebelah responden diberikan kasus 500ml jus bit akar selama tujuh hari sementara mengkonsumsi Fe, setelah tujuh hari dari semua responden diperiksa kembali tingkat hemoglobin nya. Analisis hasil pengujian dilakukan dengan menggunakan tes t Independen untuk menguji perbedaan to-2 kelompok independen. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata tingkat Hb pada ibu hamil sebelum diberikan Fe di wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan adalah 8,40 g%, berarti tingkat Hb pada ibu hamil setelah Fe diberikan di wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan adalah 9,70 g%, rata-rata tingkat Hb pada ibu hamil sebelum diberikan Fe dan Buah Bits di wilayah puskesmas Purwokerto Selatan adalah 9,70 g%, berarti tingkat Hb pada ibu hamil setelah Fe Bits diberikan dan pusat kesehatan di wilayah Purwokerto Selatan 10.30 g %, ada perbedaan peningkatan kadar Hb setelah pemberian Fe dan Fe + bit di wilayah puskesmas Purwokerto Selatan dengan nilai ρ = ​​0,009. Kata kunci: Hemoglobin, Fe, Buah bit COMPARISON OF LEVELS RISE Hb PREGNANT WOMEN ARE GIVEN Fe Fe AND FRUIT WITH BIT OF WORK HEALTH IN THE SOUTH PURWOKERTO ABSTRACT Lack of iron in the diet is a common cause of anemia experienced by pregnant women. The need for iron increases during pregnancy, especially in the last trimester. If the entry off iron is not added during pregnancy, it is easy to iron deficiency anemia. Therefore, pregnant women should eat foods rich in iron such green vegetables, dried beans, dried fruit, red beet. Beet root, known as red beet root. This is one kind of plant from the group Amaranthaceae and has the Latin name of Beta vulgaris containing copper and iron around almost 7% and folic acid which is very good to help the baby's brain formation and overcome the problem of anemia. Iron contained therein are also able to maintain energy metabolism. This study uses a pre-test and post-test control group design. Respondents in this study that all pregnant women who are in Puskesmas South Purwokerto. Samples taken accidental in pregnant women who check in PHC South of Purwokerto both for cases and controls a number of 30 people consisting of 15 respondents cases and 15 control respondents. All respondents examination Hb levels with easy touch GHB, next to the respondents given case 500ml beet root juice for seven days while consuming Fe, after seven days of all respondents checked back his hemoglobin level. Analysis of test results performed using Independent t tests for testing the differences to-2 independent groups. The analysis showed that the mean Hb levels in pregnant women before given Fe in the region of South Purwokerto health centers was 8.40 g%, mean Hb levels in pregnant women after a given Fe in the region of South Purwokerto health centers was 9.70 g%, the average level of Hb in pregnant women before being given Fe and Fruit Bits in the region of South Purwokerto health centers was 9.70 g%, mean Hb levels in pregnant women after a given Fe Bits and health centers in the region of South Purwokerto 10.30 g%, there are differences in the increase Hb levels after administration of Fe and Fe + bits in the region of South Purwokerto health centers with the value ρ = 0.009. Keywords: Haemoglobin, Fe, beet roof
PERBANDINGAN KENAIKAN KADAR Hb PADA IBU HAMIL YANG DIBERI Fe DENGAN Fe DAN BUAH BIT Artathi Eka Suryandari; Ossie Happinasari
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan zat besi dalam diet merupakan penyebab anemia yang umum dialami oleh ibu hamil,sehingga harus banyak mengkonsumsi makanan kaya zat besi misalnya bit merah yang kaya zat besidan asam folat. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbandingan kadar Hb pada ibu hamil yangdiberi Fe dengan Fe dan buah bit.Metode yang digunakan adalah pre test dan post test control group design dengan responden ibuhamil di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Jumlah sampel 30 orang diambil secaraaksidental. Semua responden dilakukan pemeriksaan kadar Hb dengan easy touch GHb, selanjutnyaresponden kasus diberikan jus buah bit 500ml setiap hari dengan tetap mengkonsumsi Fe, setelahtujuh hari semua responden diperiksa kembali kadar Hb nya. Analisis hasil dilakukan denganmenggunakan Uji Independent t test.Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kenaikan kadar Hb setelah diberikan Fe danFe + buah bit di wilayah kerja puskesmas Purwokerto Selatan dengan nilai ρ = 0,009.