Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Borobudur Engineering Review

Analisis Risiko Rantai Pasok Dengan House of Risk di PT. Petrogas Prima Service Wulan Riskiana; Moehamad Aman; Affan Rifa'i
Borobudur Engineering Review Vol 1 No 2 (2021): Mechanical and Industrial Engineering Research
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/benr.3165

Abstract

Perkembangan manajemen rantai pasok menfokuskan pada kajian tentang efektifitas dan efisiensi aliran barang, sistem informasi dan aliran keuangan sehingga mencakup semua rantai pasok dengan semua pihak yang bersangkutan. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam PT Petrogas Prima Services perusahaan repair tabung gas LPG volume 3 kg adalah keterlambatan kedatangan material. Pada pengiriman sealtape hanya 97,4% dari pemesanan, Pada pemesanan valve melebihi hari pengiriman dan pada saat distribusi terdapat kendala yang tidak bisa diprediksi. Oleh kerena itu, dibutuhkan manajemen rantai pasok untuk koordinasi dan mengelola aktifitas rantai pasok supaya proses produksi berjalan dengan baik dan tidak ada keterlambatan produksi maupun distribusi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis risiko pada aktivitas rantai pasok mengunakan metode House of Risk. Dari House of risk fase I menghasilkan 5 penyebab risiko dominan yaitu gangguan teknis (mesin tidak optimal), karyawan kurang teliti, perencanan kurang maksimal, babhan baku tidak sesuai dan system informasi yang tidak efektif. Melalui House of Risk Fase II dihasilkan 13 langkah aksi pencegahan yang direkomendasikan bagi perusahaan untuk mengurangi potensi kejadian risiko, yaitu melakukan pemeriksaan rutin (PA2), melakukan pencegahan (PA4), menyusun SOP perawatan (mesin/transportasi) (PA1), pembagian sift kerja yang sesuai (PA5), menejemen persediaan sperpart mesin (PA3), pengendalian bahan baku (PA11), pengadaan training (PA6), menyusun SOP pengadaan (inventory) dan supplier (PA8), meningkatkan pengelolaan terhadap menenjemen (PA9), menyusun alternative perencanaan (PA10), pelatihan (PA13), pemberian sangsi disiplin (PA7), dan dukungan software (PA12).
Implementasi Quality Function Deployment dan Importance Performance Analysis Untuk Pengukuran Kepuasan Mahasiswa Ibda Rizqi Novendi; Moehamad Aman; Muhammad Imron Rosyidi
Borobudur Engineering Review Vol 1 No 1 (2021): Ergonomic Engineering and Production Industry
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/benr.3276

Abstract

Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) merupakan sebuah perguruan tinggi swasta dibawah naungan organisasi muslim Muhammadiyah. Berdasarkan pengamatan di lapangan, ditemukan banyak keluhan mahasiswa/mahasiswi perihal fasilitas kampus dan layanan akademik yang belum memenuhi ekspektasi dari mahasiswa/mahasiswi. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengolahan data kuisioner pendahuluan yang disebarkan kepada 30 responden yang menyatakan bahwa sebanyak 54,39% mahasiswa tidak puas dengan pelayanan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi guna meningkatkan kualitas pelayanan fasilitas dan akademik di UMMagelang. Pendekatan Servqual digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang dirasakan oleh konsumen terhadap suatu kualitas layanan jasa dan metode yang digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan adalah metode Quality Function Deployment (QFD) dan Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan House of Quality, diketahui bahwa ada 4 (empat) respon teknis yang perlu tindakan lebih lanjut yaitu menindaklanjuti masalah sesuai laporan yang diterima yang memililki nilai AW sebesar 134,11 dan nilai RW sebesar 300,81, mengarahkan sesuai aturan secara bertahap yang memiliki nilai RW sebesar 249,37 dan nilai AW 129,04, meningkatkan kebersihan/kerapihan kampus yang memiliki nilai RW sebsar 251,06 dan nilai AW sebesar 123,94, penambahan sarana/prasarana yang memiliki nilai AW sebesar 87,63 dan nilai RW sebesar 172,65. Dari keempat prioritas respon teknis tersebut diintegrasikan kuadran I dari diagram kartesius metode Importance Performance Analysis didapatkan rancangan peningkatan kualitas pelayanan yaitu meningkatkan akses internet dengan menambah kapasitas bandwith poin ini memiliki , memberikan pelatihan terhadap karyawan dan evaluasi kinerja secara berkala maupun rutin, menambah koleksi buku/jurnal yang terbaru, dan peningkatan sarana/prasarana di laboratorium serta perbaikan sarana untuk fasilitas wifi corner.
Analisis Pemilihan Supplier Bahan Baku Kertas dengan Metode Analytical Hierarchy Process Menuju E-Supply Chain Management di PT Papertech Indonesia Unit II Aman, Moehamad; Yuliyani, Yuliyani; Arifatul Fatimah, Yun
Borobudur Engineering Review Vol 3 No 1 (2023): Industrial Technology Support
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/benr.9084

Abstract

Papertech Indonesia merupakan pabrik kertas daur ulang (recycled paper) dengan memproduksi beberapa jenis kertas seperti Chip Board, Super Chipboard, Core A dan Core B. Bahan baku utama dalam produksi adalah Old Corugated Container (OCC) dan Mix Waste (MW). Dalam memenuhi kebutuhan produksi, selama 12 hari perusahaan harus menyediakan bahan baku utama sebanyak 360.000 kg yang dipenuhi oleh empat supplier. Dalam pengelolaanya timbul permasalahan berkaitan dengan belum optimalnya performa supplier yang mengakibatkan ketidaktepatan jumlah bahan baku yang dipasok ke perusahaan dan sering terjadi keterlambatan pengiriman bahan baku. Permasalahan yang lain adalah belum adanya standar kriteria kualitas bahan baku dan standar harga yang ditetapkan oleh perusahaan sehingga kualitas bahan baku tidak terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk memilih supplier bahan baku kertas terbaik dengan menggunakan model kriteria quality, cost, delivery, flexibility, resposiveness dan membuat model e-supply chain management untuk mempermudah pemilihan supplier secara otomatis. Hasil studi pustaka dan brainstorming dengan perusahaan menghasilkan lima kriteria dan dua belas subkriteria yang dipertimbangkan dalam menentukan supplier terbaik di PT Papertech Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghitung skala rasio dan bobot masing-masing kriteria dan subkriteria dari supplier. Hasil analisis menunjukkan bahwa supplier Sawah Besar menjadi prioritas pertama dalam pemilihan supplier dengan bobot 0.4483, disusul supplier UD Sregep dengan bobot 0.2123, kemudian supplier Cahyo Kertas dengan bobot 0.2084 dan yang terakhir adalah supplier Fada Indonesia dengan bobot 0.1320. Hasil pembobotan AHP digunakan untuk mendesain model e-supply management. Dengan model pengembangan E-SCM dapat memudahkan bagian purchasing dalam pembelian bahan baku.