This Author published in this journals
All Journal Journal of Midwifery
ASMARIYAH , ASMARIYAH 
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK KB DEPO PROVERA PADA AKSEPTOR KB DI KOTA BENGKULU ASMARIYAH , ASMARIYAH 
Journal Of Midwifery Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Alat kontrasepsi suntik merupakan KB yang paling banyak digunakan oleh Wanita Usia Subur (WUS). Berdasarkan data SDKI 2017 suntik KB (29%) merupakan alat/cara KB yang paling banyak digunakan oleh wanita kawin, diikuti oleh pil (12%), susuk KB dan IUD (masing-masing 5%), dan MOW (4%). Penggunaan alat kontasepsi dalam program KKBPK yang dianjurkan adalah penggunaan metode kontrsepsi jangka panjang (MKJP) yaitu MOP, susuk KB, IUD dan MOW. Dengan demikian, terdapat 14 persen wanita yang menggunakan MKJP. Tingginya akseptor KB suntik 3 bulan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan parietas. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang memengaruhi pemilihan alat kotrasepsi suntik KB Depo provera pada akseptor KB di kota Bengkulu. Metode: Metode Penelitian crossectional, pengambilan sampel secara sistematic r andom sampling. Penelitian dilakukan pada 20 puskesmas di kota Bengkulu. Sampel berjumlah 240 akseptor KB. Data yang terkumpul melalui kuesioner dianalisis dengan chi square. Hasil dan Pembahasan: faktor yang memengaruhi pemilihan alat kontrasepsi suntik depo provera yaitu usia p=0,011, jumlah anak yang diinginkan lagi p=0,001, dukungan suami p=0,006 dan ketersediaan alat kontrasepsi p=0,019 sedangkan pendidikan, paritas, pekerjaan dan ekonomi tidak memengaruhi pemilihan alat kontrasepsi suntik depo. Kesimpulan: faktor yang memengaruhi pemilihan alat kontrasepsi suntik depo provera adalah usia, jumlah anak yag diinginkan lagi, dukungan suami, dan ketersediaan alat kontrasepsi. Perlu adanya pemberian informasi oleh tenaga kesehatan pada calon akseptor dengan melibatkan suami.