Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEJAHATAN DAN HUBUNGAN DENGAN ALLAH: Suatu Uraian Deskriptif-Kritis atas Pemikiran Leibniz Moa, Antonius; Purba, Imanuel
LOGOS Vol. 19 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v19i1.1636

Abstract

Kejahatan adalah sebuah pengalaman yang universal, sebab dialami oleh semua manusia. Pengalaman kejahatan telah menantang manusia untuk berpikir dan bertanya: apa arti kejahatan, mengapa terjadi kejahatan, dari mana asalnya? Manusia heran dan mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Leibniz adalah salah seorang yang tertantang untuk merefleksikan pengalaman kejahatan dan penderitan. Ia akhirnya menyatakan bahwa kejahatan sebagai tiadanya sesuatu, sama seperti sebuah lubang yang merupakan hilangnya sesuatu. Leibniz adalah pencipta kata teodice, “pembenaran Allah” terhadap kejahatan. Ia menerangkan bahwa kebaikan Allah tidak bertentangan adanya kejahatan, dan bahwa kebebasan manusia tidak bertentangan dengan kemahakuasaan Allah. Jika dikatakan bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu, maka dalam hal ini harus dikatakan bahwa kejahatan tidak bersumber dari Allah karena Allah adalah sumber segala sesuatu yang baik. Oleh karena itu kejahatan tidak dapat menjadi argumen untuk menyangkal Allah, atau juga menjadi landasan untuk tidak mempercayai Allah yang Mahabaik dan Mahakuasa.
KEJAHATAN DAN HUBUNGAN DENGAN ALLAH: Suatu Uraian Deskriptif-Kritis atas Pemikiran Leibniz Moa, Antonius; Purba, Imanuel
LOGOS Vol. 19 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v19i1.1636

Abstract

Kejahatan adalah sebuah pengalaman yang universal, sebab dialami oleh semua manusia. Pengalaman kejahatan telah menantang manusia untuk berpikir dan bertanya: apa arti kejahatan, mengapa terjadi kejahatan, dari mana asalnya? Manusia heran dan mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Leibniz adalah salah seorang yang tertantang untuk merefleksikan pengalaman kejahatan dan penderitan. Ia akhirnya menyatakan bahwa kejahatan sebagai tiadanya sesuatu, sama seperti sebuah lubang yang merupakan hilangnya sesuatu. Leibniz adalah pencipta kata teodice, “pembenaran Allah” terhadap kejahatan. Ia menerangkan bahwa kebaikan Allah tidak bertentangan adanya kejahatan, dan bahwa kebebasan manusia tidak bertentangan dengan kemahakuasaan Allah. Jika dikatakan bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu, maka dalam hal ini harus dikatakan bahwa kejahatan tidak bersumber dari Allah karena Allah adalah sumber segala sesuatu yang baik. Oleh karena itu kejahatan tidak dapat menjadi argumen untuk menyangkal Allah, atau juga menjadi landasan untuk tidak mempercayai Allah yang Mahabaik dan Mahakuasa.
Improving Population Services With Application of Genetic Algorithm Laia, Yonata; Hutagalung, Naomi Br; Purba, Imanuel; Sitopu, Juli Rostianita
Paradigma - Jurnal Komputer dan Informatika Vol. 24 No. 2 (2022): September 2022 Period
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/paradigma.v24i2.1252

Abstract

Abstrak - Sistem komputerisasi saat ini sudah lah menjadi alat biasa di gunakan perusahaan, perkantoran seperti dalam pengurusan pengajuan kk, aktalahir, ktp. Dalam hal ini masalah yang sering tejadi pada kator lurah atu kantor camat adalah lamnya antrian dalam pelayanan setiap masyarakat yang akan mengurus pengajuan pembuat berkas-berkas mereka, maka dengan itu perlu ada sebua sistem yang akan membantu setiap pegawai dan lebih meminimalisir kinerja dari penanggung jawab pengurusan berkas. Pada peneltiian ini akan menggunakan metotode penjadwalan dengan algoritma genetika. Hasil dari penelitin berhasil meminimalisir waktu tunggu oleh masyarakat yang akan mengajukan berkas.