Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Mahasiswa Teologi UKIM dalam Program Taat Protokol Kesehatan 5M dan Vaksinasi di Jemaat GPM Rehoboth Susi Rumthe; Hetreda Apalem; Lisela Rahadat; Jeanly Hukunala; Tasya Sinay; Vania Tanjaya; Ensia Wasaleruai; Dave Stenly Nenkeula; Aleta Apriliana Ruimassa
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku688

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mewabah di dunia bahkan di Maluku terlebih khusus Jemaat GPM Rehoboth kurang lebih 1 tahun. Pandemi ini berdampak besar bagi berbagai aspek kehidupan warga jemaat. Namun banyak upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah, tenaga kesehatan maupun gereja dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Upaya yang dilakukan seperti peraturan untuk mematuhi Prokes 5M. Pada survey lapangan di sektor Sumber Kasih, Elefantin, Galilea dan Bethania ditemui bahwa masih kurangnya kesadaran warga jemaat untuk mematuhi Prokes 5M. Selain itu upaya yang juga dilakukan adalah melakukan program vaksinasi. Pada survey awal, melalui pembagian kuesioner di sektor Sumber Kasih Jemaat GPM Rehoboth, ditemukan bahwa masih minimnya pemahaman warga tentang manfaat dari vaksin. Hal tersebut dapat kita lihat dari hasil kuesioner pertama yang mengasilkan beberapa persoalan yang membuat warga jemaat masih takut untuk divaksin, di antaranya yatu: 1). Warga jemaat mempunyai penyakit bawaan, 2). Menganggap bahwa COVID-19 bukanlah masalah yang sulit sehingga merasa tidak membutuhkan vaksin, 3) Tidak yakin akan efektivitas vaksin COVID-19, 4). masih takut akan efek samping dari vaksin. 5). warga jemaat yang percaya akan isu tentang vaksin yang mengandung chip. Berdasarkan masalah yang ada, maka edukasi yang diimplementasikan dalam sektor Sumber Kasih adalah: 1). Melakukan sosialisasi vaksin melalui pengeras suara gereja, 2). Himbauan mengikuti vaksinasi melalui audio yang diputar sebelum kebaktian melalui pengeras suara gereja, 3). Melakukan sosialisasi lewat media luar ruangan tentang taat protokol kesehatan 5M. Seperti pemasangan spanduk taat protokol kesehatan 5M. Luaran kegiatan ini telah diupload pada chanel YouTube https://youtu.be/R8i3W9G6INg.
Pendampingan Pastoral Melawan Stigma Negatif pada Keluarga Orang dengan HIV/AIDS di Kota Ambon Ruimassa, Aleta Apriliana; Tomasoa, Rineva Lenci
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 6 No 2 (2024): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v6i2.306

Abstract

The societal stigma towards HIV/AIDS is not only directed at people living with HIV/AIDS (ODHA) but also towards their families. The stigma indirectly affects every aspect of family life and the relationships within it. This research aims to understand the impact of HIV/AIDS stigma on the families of PLWHA, and what the church has done regarding that stigma, then to design a pastoral theology that culminates in pastoral accompaniment actions for the families of PLWHA. In this study, the author uses Richard Osmer's practical theology method. The research results show that the stigma directed at families of PLWHA affects their lives and the relationships between each family member, which indirectly impacts the roles and functions of PLWHA families. Additionally, it is known that there has not yet been any pastoral care specifically aimed at PLWHA families. Pastoral care for PLWHA families should be based on the values of solidarity and brotherhood to fight alongside PLWHA families. The church must become an inclusive church to continue supporting PLWHA and their families.