Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Vaksin dan Prokes 5M bagi Remaja-Pemuda Sebagai Gerakan Spiritualitas Pro Hidup Hadapi Pandemi COVID-19 di Jemaat Bethania dan Menara Kasih, Klasis GPM Kota Ambon Adam Lakarang; Lidya Parera; Bernhard Marantika; Charles Maloky; Febry Walaia; Marco Wedilen; Iluy Noija; Carollus de Queljoe; Eklefina Pattinama
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku692

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada pemuda-remaja untuk mengikuti vaksin dan mematuhi protokol kesehatan 5M, serta melakukan gerakkan spiritualitas pro hidup dengan aksi bersih lingkungan, mengajak teman sebaya disiplin menggunakan protokol kesehatan 5M. Berbagai cara digunakan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona. Cara ini dalam masa Pandemi COVID-19 digunakan untuk mewujudkan gerakan spiritualitas pro hidup kepada pemuda dan remaja, juga dengan cara, memberi penjelasan tentang Vaksin, mematuhi protokol kesehatan 5M dan disiplin melakukan gerakan spiritualitas pro hidup dengan merawat diri dan juga merawat teman/orang lain. Ada pun metode pembinaan dimulai dari rencana, pelaksanaan, membangun kerja sama dengan mitra dan pelaksanaan kegiatan. Model gerakan spiritualitas pro hidup yang digunakan adalah mendampingi dan mendorong pemuda remaja mengambil keputusan untuk vaksin dan tetap mematuhi protokkol kesehatan agar pemuda remaja dapat menggerakkan teman sebaya untuk displin protokol kesehatan 5M dan mengikuti vaksin dalam merawat hidup di masa Pandemik COVID-19. Gerakan spiritualitas pro hidup bagi pemuda dan remaja sangat penting bagi masa depan mereka untuk menumbuhkan iman mereka sebagai karya Allah yang menyelamatkan pemuda dan remaja gereja di masa pandemik.
Perempuan Tenun di Maluku Merawat Alam Dengan Semangat Spiritualitas Ekofeminis Eklefina Pattinama
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 5 No 4 (2019): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.634 KB) | DOI: 10.5281/10.5281/zenodo.3607049

Abstract

Weaving and women are a package that is a strength of the family economy based on women's local knowledge passed down from generation to generation. Woven women's work requires accuracy, patience, tenacity as an attitude of spirituality. The source of inspiration for weaving comes from nature encouraging women to weave rama towards nature. The theory used in explaining this reality from the perspective of ecofeminism spirituality theory. The data collected in writing this article is sourced from the assessment of data using a qualitative research approach. Research locations on weaving women in Maluku, Ambon City, generally women from Tanimbar (West Southeast Maluku). This paper explains 3 main things: 1). Woven women are the successors of local wisdom in Maluku, 2) Woven Women have a gifted spirituality challenging the motifs of modern textile weaving. Woven women care for nature with the spirit of ecofeminism spirituality.