Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etnopedagogi dan Pendidikan Karakter dalam Cerita Raden Aria Cikondang Rozy, M. Irpan Abdurrohman; Rusyana, Yus; Ristiani, Iis
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i1.1879

Abstract

Artikel ini akan membahas aspek etnopedagogis dan pendidikan kakarkter dalam cerita rakyat Raden Aria Cikondang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Cerita rakyat Raden Aria Cikondang mengandung unsur etnopedagogi berupa catur diri insan, moral kemanusiaan, gapura pancawaluya, dan prilaku nyunda tri-silas. (2) Nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita berupa nilai religius, cinta tanah air, tanggung jawab, demokratis, menghargai prestasi, dan kreatif. (3) Cerita rakyat Raden Aria Cikondang dapat dimanfaatkan sebagai bahan, model, dan kegiatan pembelajaran cerita rakyat di kelas X SMK. (4) Tanggapan siswa terhadap bahan ajar komik digital cerita rakyat Raden Aria Cikondang pada aspek pembelajaran, bahasa, gambar, dan penyajian memperoleh hasil 94%. Dengan demikian bahan ajar tersebut termasuk kategori kriteria kelayakan sangat baik.Kata Kunci: cerita rakyat; etnopedagogi; pendidikan karakterABSTRACTThis article will discuss the ethnopedagogical and character education aspects of the folklore Raden Aria Cikondang. The research method used is descriptive qualitative method. The results of the study prove that (1) The folktale "Raden Aria Cikondang" contains ethnopedagogical elements in the form of human self-chess, human morality, pancawaluya gate, and nyunda tri-silas behavior. (2) The value of character education contained in the story is in the form of religious values, love for the homeland, responsibility, democracy, respect for achievement, and creativity. (3) The folklore "Raden Aria Cikondang" can be used as materials, models, and folklore learning activities in class X SMK. (4) Students' responses to the teaching materials of the folklore digital comic "Raden Aria Cikondang" in the aspects of learning, language, images, and presentation obtained 94% results. Thus the teaching materials are included in the category of very good eligibility criteria.Keywords: folklore; ethnopedagogy; character building
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia Melalui Pelatihan Model ADDIE dalam Mengimplemetasikan Pembelajaran Mendalam Susilawati*, Imas; Rusyana, Yus; Ristiani, Iis
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 9, No 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.4523

Abstract

This article aims to describe the improvement in the pedagogical skills of Indonesian language teachers through ADDIE training in implementing in-depth learning in assisted schools. The method used was an explanatory sequential experimental design, with a sample of 20 teachers (10 in the experimental group, 10 in the control group) in Cianjur Regency. Data were collected through tests, questionnaires, interviews, and observations. The ADDIE training was conducted over five days, encompassing needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. The experimental group's results showed a significant improvement (mean post-test score of 88, p < 0.05) compared to the control group, with teachers able to design contextual and enjoyable learning. Educational institutions need to provide digital resources and increase the frequency of mentoring to support the sustainability of the training, as well as examine the long-term impact on student achievement.Keywords: competence; pedagogy; training; in-depth learning Abstrak Artikel ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan pedagogik guru bahasa Indonesia melalui pelatihan model ADDIE dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam di sekolah dampingan. Metode yang digunakan desain eksperimen sekuensial eksplanatori dengan 20 guru sebagai sampel (10 kelompok eksperimen, 10 kelompok kontrol) di Kabupaten Cianjur. Data dikumpulkan melalui tes, kuesioner, wawancara, dan observasi. Pelatihan ADDIE dilaksanakan selama lima hari, mencakup analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (rata-rata skor post-test 88, p < 0.05) dibandingkan kelompok kontrol, dengan guru mampu merancang pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Institusi pendidikan perlu menyediakan sumber daya digital dan meningkatkan frekuensi pendampingan untuk mendukung keberlanjutan pelatihan, serta meneliti dampak jangka panjang terhadap prestasi siswa.Kata kunci: kompetensi; pedagogik; pelatihan; pembelajaran mendalam