Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

URGENSI PELATIHAN MEDIA SOSIAL BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI PEGAWAI BIDANG KEHUMASAN: STUDI KASUS LEMHANNAS RI Boy Anugerah; Yatik Wulandari
Jurnal Ranah Komunikasi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Ranah Komunikasi (JRK)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.551 KB) | DOI: 10.25077/rk.5.2.113-125.2021

Abstract

In this globalization era, the use of social media is very massive, both by private companies and governmental institutions. Social media is used as an instrument to facilitate communication between institutions and the public, inform the activities of organizations to be well-known by the public, and strengthen public awareness towards the existence of an organization that uses social media. Nevertheless, the use of social media also causes negative impacts, such as the existence of hoaxes and hate speeches, radicalism and terrorism propagandas, and the increasing number of organized crimes. Therefore, it is a need for organization, particularly governmental institutions, to have reliable public relations officers that can operate social media to support the productivity, both for individual and organization, as well as to minimize the negative sides caused by the social media. This research aims to recommend a kind of social media training that is needed to enhance the competencies of public relations officers. This research used the qualitative descriptive approach. The data were collected through a desk research and case study method. The results of the research show that social media training is really needed to enhance the competencies of public relation officers in governmental institutions which are not sufficient enough.
PENGUATAN STRATEGI PENANGKALAN DALAM MERESPONS AKSI KOERSIF CINA DI LAUT NATUNA UTARA Boy Anugerah
Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 6 No 02 (2021): Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jdg.v6i2.701

Abstract

Abstract China’s claims to all areas in the South China Sea have caused conflict with several states, such as Malaysia, the Philippines, Vietnam, Brunei Darussalam, and Taiwan. China’s claims are based on historical aspects by referring to the nine-dash line map, whether other claimant states are based on the UNCLOS 1982. Indonesia initially acted as a non-claimant state in this conflict. However, along with many violations committed by China in the North Natuna Sea, which is the Indonesian Exclusive Economic Zone, Indonesia is increasing its national vigilance. China is playing smart by pursuing a grey zone strategy. China’s strategy requires Indonesia to strengthen its deterrence strategy. This research uses a qualitative approach. Desk research is conducted as the collection data method. The results of this study indicate that it is necessary to strengthen Indonesia’s deterrence strategy, both military and non-military approaches. Keywords: coercion, deterrence, North Natuna Sea, South China Sea, Strategy
Mencari Format Kebijakan Terbaik Dalam Merespon Kepulangan WNI Eks-ISIS Suci Amaliyah; Boy Anugerah
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i1.304

Abstract

Pemerintah Republik Indonesia dihadapkan pada sebuah persoalan dilematis ketika Warga Negara Indonesia (WNI) eks-ISIS yang bermukim di Irak dan Suriah menyatakan keinginannya untuk pulang ke Indonesia. Di satu sisi, pemerintah mengemban tanggung jawab untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia seperti yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD NRI 1945 Alinea ke-4. Di sisi lain, pemerintah dihadapkan pada ancaman merebaknya aksi-aksi terorisme dan penyebaran paham ISIS di tanah air jika memulangkan para WNI tersebut. Tulisan ini mencoba mengurai permasalahan yang ada dengan menelisik lebih jauh akar permasalahan kepulangan WNI eks-ISIS tersebut, dampak positif dan negatifnya, serta solusi yang tepat dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.
Urgensi Pengelolaan Pendengung (Buzzer) Melalui Kebijakan Publik Guna Mendukung Stabilitas Politik Di Indonesia Boy Anugerah
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i3.340

Abstract

Pada mulanya, terminologi pendengung digunakan untuk merujuk kepada individu yang bertugas melakukan kegiatan promosi terhadap produk-produk tertentu untuk tujuan komersil. Namun demikian, sejak 2014, fenomena pendengung mulai mengalami pembauran dengan dunia politik. Aktor-aktor politik yang hendak berkontestasi dalam Pemilu merekrut para pendengung untuk mendukung kampanye politik di media sosial. Eksistensi pendengung semakin meningkat tatkala strategi komunikasi politik pemerintah juga melibatkan para pendengung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk merekomendasikan sebuah kebijakan publik kepada pemerintah dalam mengelola para pendengung dalam rangka mendukung stabilitas politik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui metode desk research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada regulasi khusus yang mengatur eksistensi dan aktivitas pendengung di media sosial, sehingga berdampak negatif terhadap stabilitas politik di Indonesia.
Kondisi Politik dan Keamanan Afghanistan di Bawah Rezim Taliban dan Signifikansinya terhadap Geopolitik Global Boy Anugerah; Jabinson Purba
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i3.399

Abstract

Kebijakan Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden untuk menarik seluruh pasukan Amerika Serikat di Afghanistan paling lambat 11 September 2021 menimbulkan turbulensi politik dan keamanan di level domestik Afghanistan. Pemerintahan Afghanistan yang dibentuk Amerika Serikat di bawah rezim Presiden Ashraf Ghani kolaps digantikan oleh rezim Taliban yang berkuasa sejak pertengahan Agustus 2021 yang lalu. Kembalinya Taliban sebagai rezim berkuasa di Afghanistan menimbulkan signifikansi politik dan keamanan, tidak hanya di internal Afghanistan, tapi juga bagi geopolitik global. Tulisan ini bertujuan untuk memetakan situasi dan kondisi Afghanistan di bawah rezim Taliban, serta signifikansinya terhadap geopolitik global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode desk research. Analisis data dilakukan dengan metode literature review dan annotated bibliography. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) terjadi instabilitas politik dan keamanan di Afghanistan yang berpotensi berlangsung dalam jangka panjang, serta (2) instabilitas politik dan keamanan di Afghanistan berdampak signifikan terhadap geopolitik global, khususnya kepentingan nasional dan kebijakan luar negeri negara-negara terkait. Sebagai simpulan, dibutuhkan kerja sama global dan komprehensif dari aktor-aktor global, baik dari unit analisis negara maupun unit analisis organisasi global.