Mochammad Anas
Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulloh Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANG BANGUN APLIKASI POLIKLINIK GIGI (STUDI KASUS : POLIKLINIK GIGI KEJAKSAAN AGUNG RI) Zulfiandri, Zulfiandri; Hidayatuloh, Sarip; Anas, Mochammad
Prosiding KOMMIT 2014
Publisher : Prosiding KOMMIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poliklinik Gigi Kejaksaan Agung merupakan pusat pelayanan kesehatan gigirawat jalan yang dimiliki oleh institusi Kejaksaan Agung RI yang bertugasmemberikan pelayanan kesehatan gigi bagi para karyawan dan keluarganya.Penyimpanan data yang tidak terintegrasi antar satu bagian dengan bagianpendukung kesehatan lainnya mempunyai banyak kelemahan dalam penyajianinformasi, selain membutuhkan waktu, keakuratan data juga kurang dapatditerima karena kemungkinan terjadinya kesalahan sangat besar. Sepertiseringnya terjadi kesalahan pada proses penginputan data registrasi, data rekammedis dan data kunjungan pasien. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkansistem yang tidak hanya mampu mengintegrasikan seluruh bagian tersebut tetapimampu mengirimkan informasi dengan cepat antar satu bagian dengan bagianlainnya tanpa menunggu si penerima harus melakukan tindakan untuk melihatinformasi yang dikirim oleh bagian lain. Proses ini dimungkinkan dengan adanyareal time system pada setiap proses bisnis yang membutuhkan informasi secarareal time. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode RAD(RapidApplication Development) dengan alasan memperpendek waktupengerjaan sistem dandengan UML (Unified Modeling Language) sebagai toolspengembangannya. Sedangkan pembuatan aplikasinya sendiri menggunakanbahasa pemrograman PHP & MySQL serta Ajax untuk membantu prosespengambilan data secara otomatis. Penelitian ini menghasilkan aplikasipoliklinik gigi berbasis web yang mampu mengintegrasikan seluruh bagianpendukung kesehatan gigi mulai dari proses pendaftaran pasien hingga prosespembayaran tagihan dan mampu menyajikan informasi secara cepat antar bagianpelayanan kesehatan gigi sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkanpelayanan kesehatan kepada para pasien dan memudahkan pengguna sistemdalam menjalankan tugasnya.
Peningkatan Kemampuan Mengaji melalui Pelatihan Qira’ah 7 Nada di Desa Palrejo Sumobito Jombang Fadhli, Khotim; Taqiyuddin, Akhmad; Nasohih, Afif Kholisun; Syarifah, Aisya Naila; Anas, Mochammad; Muqoffy, Ahmad; Mahdani, Mukhamad Rizza; Afiyah, Nisa Ul
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v7i1.6293

Abstract

The Qur’an encompasses both spiritual and aesthetic dimensions, one of which is manifested through the art of Qira’ah. However, the current phenomenon shows that many young generations are only able to read the Qur’an technically without mastering the variations of Qira’ah tones, making the recitation sound monotonous and less engaging. This condition is also found in Palrejo Village, Sumobito Subdistrict, Jombang Regency, where although competent qaris and qari’ahs exist, structured training platforms for children and youth remain limited. To address this need, a Rapid Training of Qira’ah Seven Tones was implemented using a participatory approach that involved students, teachers, and community leaders. The program was attended by 27 participants from three local TPQs, applying lectures, demonstration, visual aids, hands-on practice, and reinforcement through digital media in the form of QR codes containing recorded materials. Evaluation results indicate an improvement in participants’ skills in reciting the Qur’an with tonal variations, development of vocal and breathing techniques, as well as enhanced self-confidence. Furthermore, this activity strengthened social bonds and religious culture within the community through active participation of various stakeholders. Thus, the Qira’ah Seven Tones training proved effective not only as a medium for improving technical skills, but also as an instrument of da’wah, character education, and the preservation of valuable local religious traditions.