Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktualisasi Teologis Makna Pembenaran oleh Iman dalam Bingkai Roma 3:28 Kristiani, Nining; Timisela, Jacob; Tunliu, Misray
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 1: Agustus 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i1.190

Abstract

The Bible emphasizes the importance of salvation. The salvation God has prepared from the beginning reveals God's plans for man. While the doctrine of salvation is very important, it is often debated. Facing contemporary events, the debate among believers becomes a significant topic. The Apostle Paul is the greatest thinker in the New Testament who has understood the person of Jesus Christ and His work, which reveals the secret of justification by faith in the book of Romans through the power of the Holy Spirit. This research discusses the fundamental issue of justification through faith based on the verse of Romans 3:28, which states, "We believe that humans are justified by faith, not by doing the law." Using a qualitative and literature study approach, it can be concluded that God's grace justifies Christians through redemption through faith. God's grace will nullify any human attempt to explain themselves before God. Abstrak Alkitab menekankan pentingnya keselamatan. Keselamatan yang telah Tuhan persiapkan sejak semula mengungkapkan semua rencana Tuhan bagi manusia. Sementara ajaran keselamatan sangat penting, itu sering diperdebatkan. Menghadapi peristiwa-peristiwa kontemporer, perdebatan yang sering terjadi di kalangan umat beriman menjadi topik yang signifikan. Rasul Paulus adalah pemikir terbesar dalam Perjanjian Baru yang telah memahami pribadi Yesus Kristus dan karya-Nya, yang mengungkapkan rahasia pembenaran oleh iman dalam kitab Roma melalui kuasa Roh Kudus. Penelitian ini membahas isu fundamental tentang pembenaran melalui iman berdasarkan ayat Roma 3:28 yang menyatakan bahwa "Kami meyakini bahwa manusia dibenarkan oleh iman, bukan oleh melakukan hukum Taurat." Mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa orang Kristen dibenarkan oleh kasih karunia Allah melalui penebusan melalui iman. Rahmat Tuhan akan membatalkan segala upaya yang dilakukan oleh manusia untuk menjelaskan diri mereka sendiri di hadapan Tuhan.
Diversitas Teologi Kristen Dalam Pendidikan Kristen Tunliu, Misray
RERUM: Journal of Biblical Practice Vol. 3 No. 1 (2023): RERUM: The Journal of Biblical Practice
Publisher : Moriah Theological Seminary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/rerum.v3i1.155

Abstract

The diversity of Christian theology in Christian education is an essential and inseparable element in creating individuals who possess competence in verified knowledge through attitudes, actions, and behaviors; integrity; loyalty; and in cognitive, affectie, and motoric aspects that can be accelerated with the principles of truth enshrined in the Bible. Grounded in the truth written in the Bible, which places God as the sole center of all diversities, everything related to the development of knowledge and education must be realigned with His desired principles and values as creative individuals in all aspects throughout the history of human life. Theological diversity in Christian education determines the quality and quantity of Christian education in all areas, therefore it needs to be harmoniously integrated with Christian principles and values that can have a significant impact on national and societal life. The diversity of Christian theology in Christian education is crucial as a foundational basis in determining the capacity, quantity, and quality of integrated learners in all respects.   Tujuan artikel ini adalah untuk memaparkan dan menguraikan tentang pentingnya diversitas teologi dalam Pendidikan Kristen. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah metode kualitatif deskriptif normative dengan pendekatakan literature. Pengamatan terhadap data dan berbagai dalil yang akurat terhadap berbagai referensi literatur yang kompatibel menghindarkan pembaca dari berbagai subyektifitas penyimpangan yang menyesatkan dalam memberikan edukasi tentang pentingnya pemahaman terhadap diversitas teologi Kristen dalam pendidikan Kristen yang dianugerahkan Tuhan sebagai Pencetus berbagai ide kreatif dalam sepanjang sejarah peradaban kehidupan manusia. Diversitas Teologi Kristen dalam Pendidikan Kristen adalah hal yang esensial dan tidak terpisahkan dalam menciptakan pribadi-pribadi yang memiliki kompetensi dalam ilmu yang terverifikasi melalui sikap, tindakan dan perilaku; integritas; loyalitas dan dalam aspek kognitif, afeksi dan motoric yang dapat diakselarasi dengan prinsip-prinsip kebenaran yang termaktub dalam Alkitab. Berpijak dari kebenaran yang tertulis dalam Alkitab, yang menempatkan Allah sebagai satu-satunya pusat dari segala diversitas, maka segala sesuatu yang bertalian dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan harus kembali diselaraskan dengan prinsip dan nilai-nilai yang dikehendaki-Nya sebagai pribadi yang kreatif dalam segala hal, dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia. DiversitasTeologi dalam Pendidikan Kristen menentukan kualitas dan kuantitas pendidikan Kristen dalam segala lini, karena itu perlu di integralkan secara serasi dengan prinsip dan nilai-nilai kristiani yang dapat memberikan dampak secara signifikan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Diversitas Teologi Kristen dalam pendidikan Kristen sangat diperlukan sebagai dasar pijakan dalam menentukan kapasitas, kuantitas dan kualitas dari peserta didik yang terintegrasi secara  serasi dalam segala hal.
PANCASILA DITINJAU DARI RELIGIUSITAS SPIRITUALITAS IMAN KRISTEN Tunliu, Misray
Jurnal Teologi Biblika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : STT BIBLIKA JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48125/jtb.v10i1.263

Abstract

Penulisan Artikel ini bertujuan memaparkan, menguraikan dan memberikan informasi sekaligus mengedukasi semua anak bangsa tentang eksistensi Pancasila dalam tatanan kehidupan masyarakat yang plural dalam bangsa Indonesia. Pancasila ditinjau dari Religiuisitas Spiritualitas Iman Kristen, dengan menggali nilai-nilai Pancasila yang termaktub dalam Alkitab sebagai jalan hidup (way of life) untuk mengedukasi kehidupan umat dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat agar hidup serasi dan selaras sesuai prinsip-prinsip yang telah diejewantahkan dalam Pancasila. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah metode kualitatif deskriptif normative dengan pendekatakan literature. Pengamatan terhadap data dan berbagai dalil yang akurat, terhadap berbagai referensi literatur yang kompatibel menghindarkan pembaca dari berbagai subyektifitas penyimpangan yang menyesatkan tentang eksistensi Pancasila dalam Religiusitas Spiritualitas Iman Kristen. Masyarakat Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke adalah masyarkat yang majemuk dalam segala strata, budaya, suku, ras, agama dan golongan. Kemajemukan tersebut disatukan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu. Tetapi kemajemukan yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia kian hari digerus oleh berbagai bentuk polarisasi dalam masyarakat. Salah satu polarisasi adalah berkaitan dengan pluralitas keagamaan yang tampak menjadi tabu untuk diperbincangkan. Karena itu diperlukan perekat yang dapat menyatukan berbagai elemen diatas. Pancasila adalah satu-satunya asas Ideologi yang dapat mempersatukan berbagai kemajemukan yang ada. Tulisan ini mendeskrispikan hubungan Pancasila ditinjau dari religiusitas spiritualitas dalam keyakinan Kristiani. Spirit religiuisitas spiritualitas yang terkandung dalam Alkitab yang diejewantahkan dalam Pancasila kiranya menuntun setiap umat percaya untuk terus berkarya, berkreasi dan bersaksi dengan mengedepankan nilai-nilai universal yang selaras dan sesuai dengan filosofi Pancasila dan juga Alkitab.