Persepsi manusia akan waktu mempengaruhi perilakunya dalam menyikapi hidup. Bagi penulis, semakin banyak waktu yang dikonsumsi maka seharusnya semakin banyak pencapaian yang diraih, yaitu pencapaian yang mengacu pada kesempurnaan. Pemahaman ini dipengaruhi oleh konsep diri ideal yang dimiliki seseorang. Usaha secara kontinyu untuk menjadi kongruen dengan adanya determinasi waktu, menekan kondisi psikis penulis. Oleh karena itu penulis mencoba menuangkan persoalan tersebut dalam karya instalasi kinetik berupa lima buah komposisi roda gigi yang berputar secara ritmik. Citraan tubuh yang divisualisasikan dengan teknik drawing, merepresentasikan diri yang tergiling oleh waktu dan tak henti berusaha menjadi sempurna. Melalui proses kreasi, penulis memperoleh kesadaran bahwa mencapai kesempurnaan akan terus menjadi sebuah proses, dan waktu akan tetap menjadi penentu.