Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara makna dari sakit dan sehat bagi masyarakat Bugis di desa Bila, makna dari kata Pajjappi dalam proses pengobatan tradisional serta keperyaan masyarakat terhadap pengobatan tradisonal tersebut. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis metode penelitian yakni metode penelitian etnografi, pengujian keberanaran data menggunakan teknik analasis data kualitatif. Teori interpretatif pada penelitian ini digunakan untuk menganalisis definisi-definisi praktik yang bermakna. Hingga teknik pengumulan data yang digunakan yakni dengan cara wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa upaya penyembuhan penyakit yang dialami oleh masyarakat ditentukan dari penyebab penyakit tersebut apakah rasa sakit yang dirasakan wajar atau tidak tergantung dari Individu. Semakin besar rasa sakit yang dirasakan maka semakin besar pula mencari pengobatan yang cocok. Sehingga masyarakat mengenal istilah “cocok-cocokan†dalam pengobatan. Artinya mereka akan terus berusaha untuk mencari pengobatan dengan berbagai macam pengobatan tradisional. Kemudian pemaknaan dari sakit dan sehat bagi masyarakat setempat. Menurut informan sehat adalah ketika kita tidak merasakan sakit atau keluhan apapun pada dirinya sehingga bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. Kemudian sakit didefinisikan sebagai ketika kehilangan gairah bekerja, hilangnya nafsu makan, serta batinatau pikiran yang terganggu. Selanjutnya metode yang digunakan oleh dukun atau orang pintar dalam proses penyembuhan penyakit terkadang menggunakan media ataupun tidak, kembali lagi ke pengetahuan dukun tersebut. Penyakit yang bersifat medis (naturlistik) atau penyakit yang bersifat Personalistik terkadang dukun menggunakan media seperti air putih kadang juga tidak menggunakan media sama sekali tergantung dari pengetahuan yang diperoleh dukun tersebut.