Apriyani, Tiara
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Pelatihan Pembuatan Permen Ikan untuk Mencegah Stunting Rasydy, La Ode Akbar; Naim, Abu; Zuhro, Siti Fatimatul; Apriyani, Tiara; Saputra, Teguh Wibowo; Budiyanto, Rizki
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18895

Abstract

Background: Desa Karang Serang, yang terletak di pesisir pantai Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, memiliki banyak potensi berupa sumber daya alam hasil laut, tetapi juga menghadapi banyak masalah kesejahteraan dan kesehatan masyarakat berupa jumlah stunting yang tinggi pada anak-anak yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak seimbang. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan produksi permen sehat dari ikan di Desa Karang Serang. Metode: Penyuluhan dan pelatihan langsung meliputi sosialisasi stunting dan pembuatan pemen ikan, bimbingan strategi pemasaran produk dan penggunaan media promosi web dan pendampingan halal serta pendampingan produk untuk sertifikat halal sebagai peningkatan nilai mutu jual produk. Kegiatan ini dilakukan pada Mitra UKM Sinar Mutiara yang beranggotakan 10 orang. Hasil: Mitra telah memahami tentang stunting dan meningkatkan softskill cara pembuatan permen dari ikan sebagai sumber penghasilan lokal dan dapat memanfaatkan teknologi digital untuk membantu dalam proses pemasaran produk-produk olahannnya selain itu juga dapat mengetahui tata cara pengajuan setifikasi halal guna dapat meningkatkan nilai kualitas dan harga produk olahannya. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dari 35% (pre-test) menjadi 100% (post-test). Kesimpulan: Peningkatan pemahaman dan keterampilan mengenai stunting, pembuatan permen serta strategi pemasaran berupa web dan sertifikasi halal telah dapat meningkatkan kesejateraan mitra dan diharapkan mampu menurunkan angka stunting kedepannya.
Strategi Komunikasi Penanganan Perempuan Difabel Korban Kekerasan Seksual di SAPDA Yogyakarta Apriyani, Tiara; Rahmiaji, Lintang Ratri
INKLUSI Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.080207

Abstract

Women with disabilities are a vulnerable group to sexual violence. Handling cases of sexual violence against women with disabilities requires a special approach. SAPDA Yogyakarta is one of the NGOs that focuses on assisting victims of violence among women with disabilities. Using a qualitative approach, this study aims to examine the SAPDA communication strategy as an effort to assist victims. The study revealed that the special communication strategy carried out by SAPDA began by studying the background and condition of the victim to achieve a common understanding. Furthermore, SAPDA cooperates with the victim's family to achieve her consent for counseling. SAPDA also uses non-verbal communication, reduces interpersonal distance, acts as a friend, uses assistive medias, such as images and games, and repeats communication processes. To prevent any cases of sexual violence, SAPDA establishes Peer Counselors with online counseling programs, holds various seminars and trainings and uses SAPDA publications to educate disability issues. Perempuan difabel adalah kelompok yang rentan mengalami kekerasan seksual. Penanganan kasus kekerasan seksual pada perempuan difabel membutuhkan pendekatan khusus. SAPDA Jogja adalah salah satu NGO yang memiliki fokus pendampingan perempuan difabel korban kekerasan. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi SAPDA sebagai upaya mendampingi korban. Adapun hasil penelitian mengungkapkan strategi komunikasi khusus yang dilakukan SAPDA dimulai dengan mempelajari latar belakang dan kondisi korban untuk membangun pemahaman bersama. Selanjutnya, SAPDA bekerja sama dengan keluarga korban untuk memudahkan penerimaan konseling. SAPDA juga menggunakan komunikasi non verbal, mengurangi jarak inter-personal, dengan berlaku sebagai teman, penggunaan alat bantu gambar serta media permainan, dan proses komunikasi yang dilakukan berulang-ulang. Untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual, SAPDA membentuk Konselor Sebaya dengan program konseling-daring, mengadakan berbagai seminar dan pelatihan HKSR serta menggunakan media SAPDA sebagai sarana informasi yang edukatif mengenai isu disabilitas.