Nita Andrini
Jurusan Fisika Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pandu Husada

Karakteristik Dan Perawatan Kulit Untuk Orang Asia Andrini, Nita
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i3.16621

Abstract

Abstrak: Perawatan kulit merupakan suatu kegiatan rutin yang dilakukan sehari – hari agar kulit tetap sehat.Saat ini begitu banyak produk perawatan kulit yang dijual di pasaran. Masing-masing merek mengunggulkan produk yang dipasarkannya. Dalam memilih produk perawatan kulit, terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, baik jenis kelamin, usia, waktu tidur, dan kondisi kulit seseorang.1,2Berdasarkan Galzote et al pada semua kelompok populasi Asia, kelembapan permukaan kulit dan TEWL umumnya menurun seiring bertambahnya usia.3 Negara Asia umumnya memiliki iklim hangat, sehingga karakteristik kulit Asia secara alami menghasilkan lebih banyak minyak, yang membuat etnis Asia lebih rentan terjadi akne daripada etnis Kasukasia.4 Orang Asia memiliki beberapa foto tipe kulit yang bervariasi berdasarkan skala Fitzpatrick tipe III (coklat muda) hingga IV (coklat sedang) di antara populasi Cina dan Jepang dan tipe IV dan V (coklat tua) di antara populasi India dan Pakistan. Jumlah melanin yang lebih besar membuat kelompok etnis ini memiliki foto proteksi alami yang lebih baik daripada kelompok lain; namun akibatnya cenderung mengalami kelainan pigmentasi.5 Kulit orang Asia cenderung lebih mudah iritasi, dikarenakan stratum korneum yang lebih tipis, sehingga kulit menjadi lebih sensitif terhadap faktor lingkungan dan kimiawi yang dapat merusak keseimbangan pH kulit.6Untuk memilih perawatan kulit yang baik, perlu dilakukan penelitian untuk mempelajari karakteristik kulit Asia dan perbedaan dari jenis kulit lainnya.5Perawatan kulit paling mendasar yang dapat dipilih untuk etnis Asia maupun lainnya dapat berupa pembersih wajah, pelembab, dan sunscreen, dengan tetap memperhatikan faktor intrinsik dan ekstrinsik kulit pasien dalam pemilihan kandungan dan rejimen yang dipilih.
Efek Pemberian Zinc Oksida 13 % Topikal Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus Norvegicus) Aulia, Muhammad Budi; Andrini, Nita
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i1.21069

Abstract

Abstrak : Luka adalah suatu kondisi dimana terputusnya kontinuitas struktur anatomi kulit yang bervariasi dimulai dari lapisan epitel dari kulit, sampai lapisan yang lebih dalam seperti jaringan subkutis, lemak dan otot. Penyembuhan luka dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asupan nutrisi, infeksi, status imunologi, dan penyakit-penyakit penyerta. Beberapa nutrisi yang berperan dalam mempercepat penyembuhan luka seperti vitamin C, zinc, dan protein. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian zinc oksida 13 %  topikal terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih galur wistar. Metode: Penelitian ini berjenis experimental dengan desain penelitian true experiment dengan rancangan  pre-test post-test control group design. Subjek penelitian yang diambil dengan metode purposive sampling diperoleh masing-masing sebanyak 15 ekor pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Data analisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan p=0.001 (p0.05) sehingga terdapat perbedaan antara kondisi luka sebelum dan setelah pemberian zinc oksida 13% topikal pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Uji Mann Whitney menunjukkan terdapat pengaruh pemberian zinc oksida 13% topikal terhadap proses penyembuhan luka sayat pada tikus putih galur wistar (p=0.000). Kesimpulan: Pemberian zinc oksida 13% topikal berpengaruh terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus galur wistar.
Perbedaan Tingkat Pengetahuan Terhadap Infeksi Menular Seksual Pada Ibu Rumah Tangga Dengan Ibu Pekerja Di Kelurahan Urung Kompas Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Harahap, Putri Anjani; Andrini, Nita
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i2.28748

Abstract

Abstrak : Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang sebagian besar menular melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Akan lebih berisiko apabila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Di Rantau Selatan pada tahun 2022 diperkirakan wanita yang terkena IMS sebanyak 311 kasus lalu mengalami peningkatan di tahun 2023 sampai dengan November menjadi 424 kasus dengan rata-rata usia wanita yang terkena IMS pada umur 25-49 tahun. pada tahun 2023 prevalensi IMS di Kabupaten Labuhanbatu mencapai 0,8% dari jumlah penduduk yang diperkirakan 513.826 di mana dari hal ini dapat diperhitungkan bahwa sekitar 1 dari 125 penduduk Kabupaten tersebut. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan terhadap infeksi menular seksual pada ibu rumah tangga dengan ibu pekerja di Kelurahan Urung Kompas. Metode: penelitian ini adalah penelitian observasional  analitik yang menggunakan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada ibu rumah tangga dan ibu pekerja kelurahan urung kompas. Uji analisis yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan pada tingkat pengetahuan terhadap IMS pada ibu rumah tangga dengan ibu pekerja di Kelurahan Urung Kompas. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan pada ibu rumah tangga lebih rendah dibandingkan dengan ibu pekerja di Kelurahan Urung Kompas Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu