Safitri, Nathalia
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The relationship between subcutaneous fat thickness and menstrual cycle on obese women Eugene Talentino; Sutanto, Eviana Budiartanti; Safitri, Nathalia
World Nutrition Journal Vol. 9 No. S1 (2025): Vol. 9 No. S1 (2025): Selected conference proceedings of the Nutri Symposium 2
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V09.S1.0019

Abstract

Background: Indonesian health survey shows an increase in obesity rates from 21.8% in 2018 to 23.4% in 2023. Obesity is a condition of excess fat accumulation that can be measured by the thickness of subcutaneous fat. Fat accumulation can disrupt the body’s hormonal condition because it also works as an endocrine organ. It produced aromatase that can disrupt the female reproductive hormonal system and causing menstrual disorders. 80% of women experience menstrual cycle disorders based on WHO in 2017. Objectives: To determine the relationship between the thickness of subcutaneous fat and menstrual cycle on obese women.
INTERVENSI FREKUENSI MAKAN PADA POPULASI OBESITAS MENGGUNAKAN TEH HIJAU Restriyani, Nabila Kayana; Defi, Ratna Shintia Defi; Safitri, Nathalia
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 1: Maret 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i1.15224

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan penanganan efektif, salah satunya melalui pendekatan nutraceutical. Teh hijau mengandung senyawa Epigallocatechin Gallate (EGCG) yang diketahui berperan dalam metabolisme dan diduga dapat membantu meregulasi nafsu makan, namun efektivitasnya terhadap perubahan frekuensi makan pada wanita obesitas perlu diteliti lebih lanjut.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsumsi teh hijau terhadap perubahan frekuensi makan pada wanita obesitas di Lamper Tengah, Kota Semarang.Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain one-group pretest dan posttest. Sebanyak 62 wanita obesitas berusia 18-59 tahun diikutsertakan sebagai responden. Pengukuran frekuensi makan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.Kesimpulan: Konsumsi teh hijau selama lima hari tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan frekuensi makan pada wanita obesitas di wilayah studi. Diperlukan penelitian lanjutan dengan durasi intervensi yang lebih panjang untuk mengevaluasi efek jangka panjang.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR HDL PADA TENAGA KERJA UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA TAHUN 2025 Legawa, Elvino; Susianto, Indra Adi; Paotiana, Monica; Safitri, Nathalia; Cynthia, Cynthia
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15226

Abstract

Beberapa teori menyatakan bahwa peningkatan aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kadar HDL sebagai faktor kardioprotektif. HDL merupakan komponen kolesterol yang berfungsi dalam reverse cholesterol transport pathway untuk mencegah adanya atherosklerosis di pembuluh darah. Rendahnya kadar HDL dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan vaskular seperti hipertensi, serangan jantung, stroke, dan lain sebagainya. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia, sebanyak 87% populasi Indonesia memiliki kadar HDL rendah dan sebanyak 37,4% populasi Indonesia kurang melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar HDL pada tenaga kerja Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian yang digunakan adalah sampel yang berusia 19-44 tahun, memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengikuti penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Skala data pada penelitian ini adalah ordinal dan analisis data penelitian menggunakan uji Spearman. Terdapat 40 responden dalam penelitian ini, dengan 26 responden perempuan, dan 14 responden laki-laki. Terdapat 7 responden (17,5%) dengan aktivitas fisik kurang, 16 responden (65%) dengan aktivitas fisik sedang, dan 7 responden (17,5%) dengan aktivitas fisik berat. Terdapat 16 responden (40%) dengan kadar HDL low, 23 responden (57,5%) desirable, dan 1 responden (2,5%) optimal. Berdasarkan uji Spearman tidak didapatkan hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar HDL (p=0,180). Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar HDL pada tenaga kerja Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Tahun 2025. 
LEMAK JENUH DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL Casey, Angelia; Christyana, To Lidwina Prillya Indra; Safitri, Nathalia
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15235

Abstract

Latar Belakang: Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas di dunia. Perubahan pola makan masyarakat, khususnya peningkatan konsumsi lemak jenuh, menjadi salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan kadar kolesterol total. Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan kelompok dengan risiko tinggi mengalami gangguan metabolik, termasuk dislipidemia, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol total pada peserta Prolanis di Puskesmas Rowosari dan Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah peserta Prolanis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data asupan lemak jenuh diperoleh menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan kadar kolesterol total diperoleh dari data hasil pemeriksaan laboratorium. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan lemak jenuh rendah dan kadar kolesterol total 200 mg/dL. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol total dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi lemah-sedang. Kesimpulan: Hasil  penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol total, di mana meskipun sebagian besar responden memiliki asupan lemak jenuh yang rendah dan kadar kolesterol total dalam batas normal, peningkatan asupan lemak jenuh tetap menunjukkan kecenderungan diikuti oleh peningkatan kadar kolesterol total.