Dewi, Teungku Puspa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETERLAMBATAN DETEKSI DINI PADA CONJOINED TWIN sarjani sarjani; Teungku Puspa Dewi
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.21860

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kembar siam mengacu pada kembar yang secara fisik menyatu dalam rahim dan akibatnya saat lahir. Penyebutan pertama kembar siam secara historis berasal dari periode neolitik. Jenis kehamilan ini adalah fenomena rumit yang memerlukan pendekatan interprofesional untuk mengelolanya secara efektif. Objek:Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai pentingnya deteksi dini konjoin twin. Metode : Studi ini merupakan studi prospektif menggunakan metode pendekatan sehingga dapat mencapai diagnosis terbaik. Evaluasi obstetri dengan berbagai pemeriksaan diagnostik dilakukan untuk mengetahui kondisi kedua janin.
Keterlambatan deteksi plasenta akreta pada trimester pertama Teungku Puspa Dewi
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.20032

Abstract

Abstract. Placenta accreta is defined as the invasion of the abnormal trophoblast from part or all of the placenta into the myometrium of the uterine wall. abnormal implantation of the placenta in the uterine wall, complicates approximately 0.9% of pregnancies. Clinical risk factors include placenta praevia and a history of previous uterine surgery, such as a cesarean delivery. The incidence of placenta accreta increases with the increase in the number of cesarean deliveries. The incidence of placenta accreta in placenta previa patients is 25-50%. Placenta accreta causes 7-10% of cases of maternal mortality in the world. A history of previous cesarean section and intrauterine surgery are the most common risk factors for placenta accreta. Management of patients with placenta accreta is hysterectomyKeywords: Placenta accreta , accrete, first trimesterAbstrak. Plasenta akreta adalah invasi dari trofoblas yang abnormal baik itu sebagian maupun keseluruhan dari plasenta yang masuk ke dalam lapisan miometrium di dinding rahim. Proses implantasi yang abnormal plasenta pada dinding rahim merupakan suatu komplikasi kehamilan sebesar 0,9%. Faktor risiko terjadinya plasenta akreta adalah adanya plasenta previa dan riwayat pembedahan rahim sebelumnya, seperti persalinan secara sesar.Insiden plasenta akreta meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah persalinan secara sesar. Insidensi terjadinya plasenta akreta pada pasien dengan plasenta previa adalah sebesar 25-50%. Plasenta akreta menyebabkan 7-10% dari kasus kematian ibu di dunia. Pasien dengan riwayat seksio sesarea dan operasi intrauterin lainnya merupakan faktor risiko yang paling umum untuk terjadinya plasenta akreta. Management terhadap pasien dengan plasenta akreta adalah histerektomi.Kata Kunci: plasenta akreta. Akreta, trimester pertama