Produksi jagung lokal di Kabupaten Sumenep perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi petani jagung lokal Kabupaten Sumenep yaitu keterbatasan pengetahuan dalam penggunaan teknologi, penggunaan saprodi, dan pengaturan jarak tanam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berpengaruh pada usahatani jagung lokal, menganalisis efisiensi teknis usahatani jagung lokal, dan menentukan strategi prioritas faktor produksi. Metode analisis yang digunakan adalah Fungsi Produksi Stochastic Frontier dan Analytical Hierarcy Process (AHP). Berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga variabel faktor produksi yang berpengaruh signifikan yaitu luas lahan dengan nilai 3.4581, benih dengan nilai 10.4001, dan pupuk organik dengan nilai 2.2564. Tingkat efisiensi teknis menunjukkan bahwa secara keseluruhan petani mampu mencapai efisiensi teknis dengan nilai sebesar 0.8929. Faktor penyebab inefisiensi teknis yaitu umur dan pendidikan petani. Sedangkan kriteria yang memiliki bobot paling tinggi untuk peningkatan produksi jagung lokal yaitu variabel kondisi lahan dengan pengolahan lahan secara intensif.