Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI KERENTANAN KARIES GIGI BERDASARKAN AKTIVITAS MIKROFLORA NORMAL PADA SAMPEL SALIVA Sukma, Kenia Permata
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42082

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu penyakit infeksi gigi yang paling sering dan umum terjadi di seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2018, karies gigi adalah salah satu penyakit endemik pada mulut dengan prevalensi dan tingkat keparahan yang cukup tinggi di Indonesia, yaitu sebesar 88,8% populasi masyarakat pada berbagai rentang usia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kerentanan karies gigi pada pria dan wanita yang dianalisis berdasarkan aktivitas mikroflora normal pada mulut dari sampel saliva (air liur) secara in vitro. Sampel yang diidentifikasi berupa sampel saliva yang diambil dari delapan orang sukarelawan wanita dan delapan orang sukarelawan pria. Metode yang dilakukan yaitu Snyder-Test, berdasarkan tingkat keasaman saliva yang teridentifikasi menggunakan reagen mengandung Bromcresol Green. Simpulan berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan kerentanan wanita dan pria terhadap resiko karies gigi yang relatif sama, yaitu dengan tingkat kerentanan sedang. Tingkat kerentanan sedang tersebut disimpulkan dari perubahan warna pada media yang semula berwarna hijau menjadi kuning atau dominan kuning, yang terjadi pada pengamatan 48 jam. Perubahan warna mengindikasikan perubahan pH dari kondisi awal pH ±4,7 menuju pH ±4,4. Pembentukan karies gigi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya pemaparan terhadap lingkungan kariogenik, akses dan frekuensi paparan terhadap makanan, serta perubahan fisiologis berkaitan dengan fluktuasi tingkat hormon, yang dapat menyebabkan komposisi biokimia saliva berubah dan membuat keadaan mulut lebih rentan terhadap karies.
Assessing Fungal Diversity in a Tropical Urban River Through Environmental DNA Metagenomics Sukma, Kenia Permata; Widana, Agus; Depi, Sinta; Nabila, Dinah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.11063

Abstract

Fungal community composition and abundance in river ecosystems are highly responsive to hydrological processes, terrestrial runoff, and anthropogenic pressures, making riverine fungi a sensitive biological indicator of water quality and overall ecological condition. This study employed Oxford Nanopore-based shotgun metagenomics to characterize fungal communities from two segments in Cikapundung River, Indonesia, differing in human impact. Water samples were vacuum-filtered, DNA was extracted and sequenced, and taxonomic profiles were generated. Results revealed that both sites were dominated by plant-associated Ascomycota, particularly several Pyricularia species, indicating strong terrestrial-aquatic connectivity driven by riparian plants and terrestrial plant debris entering the river. Cikapundung B site exhibited higher fungal abundance and diversity than Cikapundung A site, while Bray-Curtis PCoA showed clear compositional separation between sites, reflecting spatial ecological stress. Although a considerable proportion of reads remained unclassified due to limited fungal reference genomes, dominant taxa provided ecologically meaningful insights. These findings demonstrate that fungal environmental DNA could indicate environmental conditions in tropical urban rivers and highlight the potential and limitation of metagenomic approaches for river health monitoring and watershed management.