Pokok dari permasalahan dalam penelitian ini bermula dari kompleksnya masalah mengenai upah minimum yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kesenjangan antara jumlah pencari kerja dan kesempatan kerja sehingga menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran dan juga menyebabkan perubahan pada jumlah investasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana dampak kenaikan upah minimum terhadap kesempatan kerja dan investasi di Kota Malang tahun 2001 – 2011. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Metode Two Stage Least Square (TSLS). Uji hipotesis menggunakan pengujian secara simultan (uji F), parsial (uji t), dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pertumbuhan ekonomi, upah minimum kota (UMK), investasi, suku bunga SBI, kesempatan kerja di Kota Malang Tahun 2001 – 2011. Hasil penelitian pada model pertama menunjukkan pengaruh UMK terhadap kesempatan kerja diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05 dengan nilai koefisiennya adalah -2,87. Hal ini menyatakan bahwa pada model pertama UMK memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kesempatan kerja. Hasil pengujian pengaruh investasi terhadap kesempatan kerja diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,02 < 0,05 dengan nilai koefisien 0,02. Hal tersebut menyatakan bahwa investasi memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kesempatan kerja. Hasil pengujian pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap kesempatan kerja diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,055 < 0,05 dengan nilai koefisien 1,09. Hal menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kesempatan kerja. Dengan demikian Hipotesis 1 diterima. Pada model kedua hasil pengujian pengaruh UMK terhadap investasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,004 < 0,05 dengan nilai koefisien -16,2. Hal ini berarti bahwa UMK memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap investasi. Hasil pengujian pengaruh tingkat suku bunga SBI terhadap investasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 dengan nilai koefisien -19,4. Hal ini berarti bahwa tingkat suku bunga SBI memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap investasi. Hasil pengujian pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap investasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,0001 < 0,05 dengan nilai koefisien 16,3. Hal ini berarti bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap investasi. Dengan demikian Hipotesis 2 diterima. Hasil pengujian secara simultan pada model pertama diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti kesempatan kerja dapat dipengaruhi oleh UMK, investasi, dan pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama. Sedangkan hasil pengujian secara simultan pada model kedua diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti investasi dapat dipengaruhi oleh UMK, tingkat suku bunga SBI, dan pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama. Kata kunci : UMK, Investasi, Kesempatan Kerja, Suku Bunga SBI, Pertumbuhan Ekonomi