Paramita Rara Anggraita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Code Mixing and Code Switching Used by Students Living in a Boarding House on “Jalan Airlangga Tengah nomor 7, Semarang.” Anggraita, Paramita Rara
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.878 KB)

Abstract

Bahasa merupakan sebuah peranan yang sangat penting dalam hubungan manusia. Bahasa menjembatani manusia dalam berkomunikasi. Skripsi yang berjudul Analysis of Code Mixing and Code Switching Used by Students Living in a Boarding House on “Jalan Airlangga Tengah nomor 7, Semarang” ini merupakan sebuah penelitian mengenai bahasa percakapan sehari-hari para mahasiswa yang mengandung unsur-unsur campur kode dan alih kode. Ketika berkomunikasi, kerap kali tanpa disadari maupun dengan disadari para mahasiswa melakukan bentuk campur kode dan alih kode. Penulis ingin meneliti bentuk campur kode dan alih kode apa saja yang terjadi didalam percakapan mereka dan apa saja alasan dari campur kode dan alih kode tersebut. Apakah campur kode dan alih kode yang diucapkan oleh penutur tersebut mempengaruhi pendengar dalam memproduksi respon ujaran yang sesuai, mempengaruhi penggunaan bahasa yang dituturkan pendengar dan bagaimana bentuk respon dari pendengar tersebut. Dalam penelitian ini, ada dua tipe campur kode dan lima tipe alih kode yang digunakan oleh penulis berdasarkan teori dari Hymes dan Holmes. Lalu kemudian penulis meneliti lagi faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode dan alih kode menurut teori dari Holmes. Setelah penganalisisan data selesai, penulis dapat menyimpulkan bahwa ada tiga bahasa yang kerap kali digunakan oleh para mahasiswa. Bahasa-bahasa tersebut adalah bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa Inggris. Penggunaan bahasa tersebut juga memiliki tingkat-tingkat keformalan tersendiri dan digunakan menurut faktor yang memicu terjadinya campur kode dan alih kode seperti kepada siapa kalimat ditujukan, dimana latar belakang tempat terjadinya peristiwa, topik apa yang sedang dibicarakan dan apa fungsi dari penggunaan campur kode dan alih kode tersebut.