Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SURVEI TERHADAP PRODUK KOSMETIK BERBAHAN DASAR EMAS PADA KONSUMEN WANITA YANG MELIPUTI MINAT DAN PERSEPSI KUALITAS DI KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SEPTIANI, IKA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n03.8466

Abstract

Abstrak Survei merupakan metode yang sangat baik untuk mengukur sikap dan orientasi suatu masyarakat melalui berbagai kegiatan jajak pendapat (public opinion poll). Berdasarkan hasil pengamatan awal di lapangan dan juga hasil wawancara dengan produsen produk kosmetik A (nanogold) bahwa pengguna kosmetik berbahan dasar emas yang memiliki hak paten (nanogold) dalam kurun waktu setengah tahun banyak digunakan oleh dosen, karyawan dan mahasiswi di Kampus Ketintang Universitas Negeri Surabaya sedangkan jika diperhatikan selain produk kosmetik nanogold ada juga produk kosmetik non nanogold yang tidak banyak diminati. Peneliti ingin mengkaji lebih dalam faktor yang mempengaruhi konsumen tertarik pada produk dalam kurun waktu tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh faktor intrinsik terhadap minat konsumen pada produk kosmetik berbahan dasar emas ,2) pengaruh faktor ekstrinsik minat konsumen pada produk kosmetik berbahan dasar emas, 3) perbedaan produk kosmetik A (nanogold) dan produk kosmetik B (pond’s gold radiance) terhadap kualitas produk dan minat beli. Jenis penelitian ini adalah diskriptif korelasional. Subyek penelitian adalah wanita yang bekerja di Universitas Negeri Surabaya Ketintang. Metode pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan uji friedman. Sedangkan analisis data menggunakan chi square . Hasil penelitian dalam membandingkan pengaruh produk kosmetik A dan produk kosmetik B terhadap kualitas produk menunjukkan bahwa uji chi square sebesar 4.000 dengan probabilitas sebesar 0.046, maka dapat diartikan produk kosmetik A dan produk kosmetik B memiliki kualitas yang berbeda, di mana produk A memiliki rata-rata kualitas produk yang lebih tinggi dibandingkan produk B. Pengaruh produk kosmetik A dan produk kosmetik B terhadap minat beli menunjukkan bahwa uji chi square sebesar 20.000 dengan probabilitas sebesar 0.000, maka dapat diartikan produk kosmetik A dan produk kosmetik B menghasilkan minat beli yang berbeda, di mana produk A memiliki rata-rata minat beli yang lebih tinggi dibandingkan produk B. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produk A memiliki kualitas yang lebih unggul dibandingkan produk kosmetik B. Sedangkan untuk minat beli produk kosmetik A lebih besar dibandingkan minat beli produk kosmetik B. Kata Kunci: faktor intrinsik minat, faktor ekstrinsik minat, kualitas produk dan kosmetik berbahan dasar emas Abstract Survey is a very good method to measure attitude and orientation of public through many public opinion polls. Based on former observation at field and result of interview with producer of Cosmetic A that user of gold-based cosmetic which has patent a long six months is used by many lecturers, staff, and women students in campus Ketintang, State University of Surabaya. Beside that, there are other products of non Nanogold that not interested by many consumers. Researcher wish to study deeper factor effect of consumer interested.on product a long time. The aims of this research were to know: 1) intrinsic factor effect of consumer interest on product of gold-based cosmetics, 2) extrinsic factor effect of consumer interest on product of gold-based cosmetic, 3) product quality effect of cosmetic A and cosmetic B on purchasing interest. Type of this research was descriptive correlation. Research subject were women work at State University of Surabaya. Data collecting method used questionnaire and documentation. Data analysis method used Friedman test and Chi Square. Result of product comparison Cosmetic A and Cosmetic B on product quality shows that chi square test 4.000 with probability 0.046. It meant that cosmetic A and Cosmetic B has different quality, where Cosmetic A has higher quality than Cosmetic B. The effect of Cosmetic A and Cosmetic B on purchasing interest shows that chi square test was 20.000 with probability 0.000. It meant that Cosmetic A and Cosmetic B has different purchasing interest, where Cosmetic A has higher purchasing interest than Cosmetic B. Then could be concluded that Cosmetic A has higher quality than Cosmetic B. Purchasing interest of Cosmetic A higher than Cosmetic B. Keywords: intrinsic factor of interest, extrinsic factor of interest, product quality, and cosmetic based gold ingredient
Efek Terapi ESA terhadap Koreksi Anemia Pasien PGK Hemodialisis di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Irijanto, Fredie; Hidayat, Taufik; Puspita, Ardhani Indra; Prasetyo, Haris Joko; Septiani, Ika
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 3 No 1 (2026): MJS (Juli 2026)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70605/b27pcg10

Abstract

LATAR BELAKANG: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan ancaman kesehatan serius dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia, di mana terdapat 638.178 pasien terdiagnosis pada 2023. Komplikasi klinis tersering pada PGK stadium lanjut adalah anemia renal yang berdampak buruk pada penurunan kualitas hidup serta menjadi prediktor kuat peningkatan mortalitas kardiovaskular. Terapi Erythropoiesis-Stimulating Agents (ESA) merupakan tata laksana utama tetapi efektivitasnya di dunia nyata sering kali dipengaruhi oleh variasi kondisi pasien, sehingga audit klinis berkala sangat diperlukan. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian terapi koreksi ESA terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada pasien PGK stadium 5 yang menjalani hemodialisis reguler di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. METODE: Studi observasional analitik dengan desain kohort retrospektif ini dilakukan pada periode September–Desember 2022. Dari populasi awal sebanyak 192 pasien hemodialisis rutin, dilakukan penapisan menggunakan teknik consecutive sampling. Sebanyak 35 subjek terpilih setelah memenuhi kriteria inklusi, termasuk syarat wajib status kecukupan besi yang adekuat (saturasi transferin ≥20% dan feritin serum >200 ng/mL). Data rekam medis dianalisis menggunakan uji beda Paired T-test. HASIL: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kadar Hb yang bermakna secara statistik paska-pemberian terapi ESA (p = 0,036). Rerata kadar Hb awal pasien sebelum terapi adalah 8,70 ± 1,38 g/dL, dan meningkat menjadi 9,14 ± 1,04 g/dL di akhir periode observasi, dengan peningkatan absolut sebesar 0,44 g/dL. KESIMPULAN: Terapi koreksi ESA terbukti meningkatkan kadar hemoglobin pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Meskipun peningkatannya masih dalam rentang anemia, luaran ini mencerminkan keberhasilan tata laksana yang aman dan selaras dengan pedoman KDIGO 2026 untuk menghindari target normalisasi Hb secara agresif demi mencegah komplikasi kardiovaskular. Kata Kunci: Penyakit ginjal kronis stadium 5, anemia, Erythropoiesis Stimulating Agents (ESA), hemoglobin, hemodialisis