p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal e-GIGI
Sarwono, Aditya P.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Management of gag reflex in prosthodontic treatment Sarwono, Aditya P.
e-GiGi Vol 10, No 1 (2022): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v10i1.38047

Abstract

Abstract: In practice, dentists often find patients with very sensitive oral cavity, which results in patients being unable to tolerate the entry of foreign objects into the oral cavity. Gag reflex can be triggered by any kind of dental procedure both before and after treatment due to various causes. In addition, it can be said that the ability and patience of a dentis are important requirements to be able to control the gag reflex and create a comfortable treatment. This paper is a narrative review consisting of a collection of data on the gag reflex and various treatment methods recorded in the literature. This includes various modifications that dentists and prosthodontists can make during the treatment process such as molding, fabricating, and fitting dentures to treat the patient's gag reflex problem. Although there is no definite solution for the successful management of patients with gag reflex problem, dentists can use various methods to control the gag reflex at their discretion, so that dental treatment can be carried out comfortably.Keywords: gag reflex; prosthodontics; comfortable dental treatment Abstrak: Dalam praktiknya, sering kali dokter gigi menemukan pasien dengan rongga mulut  yang sangat sensitif, yang berakibat pasien tidak dapat mentoleransi masuknya benda asing ke dalam rongga mulut. Refleks muntah dapat dipicu oleh segala jenis prosedur gigi baik sebelum dan sesudah perawatan karena berbagai penyebab. Selain itu, dapat dikatakan bahwa kemampuan dan kesabaran dokter gigi merupakan syarat-syarat penting untuk dapat mengendalikan refleks muntah dan menciptakan perawatan yang nyaman. Studi ini merupakan tinjauan naratif yang terdiri dari kumpulan data mengenai refleks muntah dan berbagai metode penanganannya yang tercatat dalam bentuk literatur. Hal ini mencakup berbagai macam modifikasi yang dapat dilakukan oleh dokter gigi maupun prostodontis selama proses perawatan seperti pencetakan, pembuatan dan pemasangan gigi palsu untuk menangani masalah refleks muntah pasien. Meskipun tidak ada solusi yang pasti untuk keberhasilan manajemen pasien dengan masalah refleks muntah, dokter gigi dapat meng-gunakan berbagai macam metode untuk mengontrol refleks muntah sesuai pertimbangannya sendiri sehingga perawatan gigi dapat dilakukan dengan nyaman.Kata kunci: refleks muntah; kedokteran gigi; prostodonti; perawatan gigi yang nyaman
Peran Prostodonsia dalam Identifikasi Manusia: Aspek Terlupakan dalam Odontologi Forensik Sarwono, Aditya P.
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.50758

Abstract

Abstract: Human identification continues to pose a significant challenge, with thousands of individuals or corpses remaining unidentified each year, as reported by the National Missing and Unidentified Person System (NamUs). Forensic odontology becomes exceptionally crucial when visual/facial identification and fingerprinting fail, such as in disasters or decomposed remains. By leveraging the expertise of dentists, forensic odontology makes a valuable contribution to the legal system. High-quality dental records are paramount for human identification. Forensic dentistry provides scientific data for legal proceedings. The robust structure of teeth and resilient restorative materials are pivotal in the identification process. Prosthodontics, especially for denture wearers, plays a significant role, with equipment like denture labeling gaining popularity. Specialization in prosthodontics is vital for understanding dental materials, labeling techniques, palatal rugae patterns, bite marks, and lip prints. Application of effective methods in forensic odontology is of paramount importance in identifying individuals. Remarkably, prosthetics in the field of forensic dentistry remains relatively unexplored and often overlooked, even in Indonesia, despite its significant potential in the realm of forensics. In conclusion, forensic identification using prosthodontic tools such as labeling or marking on dentures can provide crucial identification clues. Dental marking techniques namely surface modification techniques and inclusion techniques, have their respective advantages and disadvantages. Keyword:  human identification; forensic odontology; denture; identification methods   Abstrak: Identifikasi manusia tetap menjadi tantangan signifikan, dengan ribuan individu atau jenazah yang tidak teridentifikasi setiap tahunnya, seperti yang dilaporkan oleh National Missing and Unidentified Person System (NamUs). Odontologi forensik menjadi sangat penting ketika identifikasi visual/wajah dan sidik jari gagal, seperti pada bencana atau jenazah yang terurai. Dengan memanfaatkan keahlian dokter gigi, odontologi forensik memberikan kontribusi pada sistem hukum. Catatan gigi berkualitas tinggi sangat penting untuk identifikasi manusia. Odontologi forensik menyediakan data ilmiah untuk proses hukum. Struktur gigi yang kuat dan bahan restoratif yang tahan terhadap kerusakan menjadi kunci dalam identifikasi. Prostodonti, khususnya bagi pemakai gigi palsu, memainkan peran yang signifikan, dengan peralatan seperti label gigi palsu semakin populer. Spesialisasi dalam bidang prostodontik sangat penting dalam memahami bahan gigi, teknik penandaan, pola rugae palatal, bekas gigitan, dan bekas bibir. Menerapkan metode-metode yang efektif dalam odontologi forensik sangat penting untuk mengidentifikasi individu. Secara mencolok, prostetik dalam ranah odontologi forensik tetap relatif belum tersentuh, sering kali terabaikan di Indonesia meskipun memiliki potensi signifikan dalam dunia forensik. Simpulan studi ini ialah identifikasi forensik dengan menggunakan peralatan prostodontik seperti pelabelan atau pemberian tanda pada gigi tiruan dapat memberikan petunjuk identifikasi penting. Teknik penandaan gigi yaitu surface modification technique dan inclusion technique dengan keunggulan dan kekurangan masing-masing. Kata kunci: identifikasi manusia; odontologi forensik; gigi palsu; metode identifikasi