Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Medication Discrepancies Pada Pengobatan Pasien di Instalasi Rawat Inap Pediatrik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Barham, Nur Mahraini S.; Wiyono, Weny I.; Rundengan, Gerald E.
Jurnal Lentera Farma Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/8gk29v03

Abstract

Rekonsiliasi obat merupakan proses membandingkan instruksi pengobatan dengan obat yang telah didapat pasien. Rekonsiliasi dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan obat (medication error) seperti obat tidak diberikan, duplikasi, kesalahan dosis atau interaksi obat. Perbedaan pengobatan terbagi menjadi dua yaitu perbedaan yang tidak disengaja (meliputi: omission of a medication, prescription of a discharge, commission of a medication, incomplete prescription dan double medication) dan perbedaan yang disengaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah perbedaan pengobatan di Instalasi Rawat Inap Pediatrik RSUP PROF. DR. R. D. Kandou Manado dengan pengambilan data secara periodik selama dua bulan dan dikumpulkan melalui rekam medik pasien, buku catatan perawat dan wawancara langsung kepada keluarga pasien yang kemudian diikuti secara prospektif hingga pasien keluar dari rumah sakit. Hasil penelitian ini menunjukan dari total 59 pasien, teridentifikasi perbedaan pengobatan yang tidak disengaja berupa omission of a medication yaitu keadaan ketika obat yang pasien gunakan sebelum masuk rumah sakit tidak diresepkan kembali pada saat keluar dari rumah sakit tanpa penjelasan klinis terjadi pada sebanyak 1 pasien (1,69 %) dan perbedaan yang disengaja yaitu keadaan ketika perbedaan antara obat yang didapatkan pada saat pasien keluar rumah sakit dibandingkan dengan sebelum masuk rumah sakit dan perubahan tersebut didasarkan pada kondisi pasien, ini terjadi pada 58 pasien (98,31 %).
Pengukuran Kepuasan Pasien terhadap Mutu Layanan Kefarmasian di Puskesmas Minanga Kota Manado Iroth, Natalia F.; Lolo, Widya Astuty; Rundengan, Gerald E.
Jurnal Lentera Farma Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/899xjt77

Abstract

Kepuasan pasien merupakan outcome dari layanan kesehatan yang baik, dan menjadi salah satu tujuan dari peningkatan mutu layanan Kesehatan, semakin baik pelayanan yang di terima kepuasan pasien akan semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap mutu layanan kefarmasian di apotek Puskesmas Minanga Kota Manado. Metode yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 280 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dalam penelitian ini berdasarkan lima dimensi kualitas layanan (servqual). Hasil penelitian diperoleh total rata-rata dari keseluruhan dimensi sebesar -0.046. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kefarmasian di Puskesmas Minanga Kota Manado berada pada rentang negatif yang dapat diartikan pasien tidak puas dengan layanan kefarmasian yang ada di Puskesmas Minanga Kota Manado.
Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Marketing Mix di Apotek Al-Kautsar Kotamobagu Sante, Nur Eka Putri; Lolo, Widya Astuty; Rundengan, Gerald E.
Jurnal Lentera Farma Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/edkdb334

Abstract

Banyaknya Apotek di Kotamobagu membuat tingkat persaingan yang terjadi semakin ketat, hal ini merupakan permasalahan yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap Marketing Mix di Apotek Al-Kautsar Kotamobagu. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari – Februari 2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode purposive sampling. Tingkat kepuasan pelanggan diukur dengan Customer Satisfaction Index (CSI) terhadap 7 aspek Marketing Mix. Kepuasan pelanggan dari ke-7 aspek Marketing Mix menunjukkan bahwa nilai CSI sebesar 91% pelanggan merasa sangat puas. Dari hasil analisis GAP diperoleh nilai negatif yang mengindikasikan bahwa kinerja yang diberikan pihak Apotek masih kurang.
Penyuluhan dan Praktik Pengelolaan Obat di Rumah Tangga yang Aman dan Tepat dalam Rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di Desa Noongan Tiga, Kabupaten Minahasa Rundengan, Gerald E.; Citraningtyas, Gayatri; Manawan, Fridly
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/9be8by14

Abstract

Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT) merupakan upaya nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat yang benar dan rasional. Pengelolaan obat yang tidak tepat di tingkat rumah tangga sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak negatif serius, seperti kegagalan terapi hingga Resistensi Antimikroba (AMR). Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tersebut melalui penyuluhan dan praktik langsung berlandaskan konsep inti GEMA CERMAT, yaitu DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan Benar). Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan model Particatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan warga Jaga I dan Jaga II Desa Noongan Tiga, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, sebagai mitra. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat secara signifikan pada semua aspek DAGUSIBU, dengan rata-rata pemahaman meningkat dari skor 15-25 menjadi 40 (Tercapai) setelah penyuluhan. Program ini berhasil mengubah persepsi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam cermat menggunakan obat.