Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Abnormal Tokoh pada Novel Kelab dalam Swalayan Karya Abi Ardianda Saputra, Rizal Abriyan Syah; Dasuki, Mohammad Ramdon
Ruang Kata Vol 4 No 02 (2024): RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/jrk.v4i02.1331

Abstract

This study aims to describe the form of abnormal behavior in the characters in the novel Kelab dalam Swalayan by Abi Adrianda. This study uses a literary psychology approach with the theory of psychopathology or abnormal psychology from Gerald C. Davison. The method used in this study is a qualitative description in which the data will be grouped according to the formulation of the problem and then described systematically so that it is easy for readers to understand. The data in this study are quotes or dialogues that come from data sources, namely the novel entitled Kelab dalam Swalayan by Abi Ardianda. The stages of making this research begin with reading data sources, studying and reviewing data sources, and analyzing data according to the help of psychopathology theory. The results of this study obtained characters who have abnormal behavior, including: Sonja, Ibu, and Kamala. The form of abnormal behavior is divided into two major forms, namely psychological disorders and age range disorders, then grouped into sub-units of each form of abnormal behavior
ANALISIS WACANA KRITIS: STUDI KASUS REVITALISASI BAHASA IBU DI DESA CIKONENG Dasuki, Mohammad Ramdon
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol. 2 No. 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16719

Abstract

Desa Cikoneng yang terletak di kecamatan Anyer kabupaten Serang propinsi Banten ini terdiri dari empat kampung, dalam kesehariannya masyarakat ini menggunakan bahasa Lampung sebagai bahasa ibu. Hal yang unik ini telah berlangsung lama secara turun-temurun, sekalipun secara geografis lokasi berada di ujung paling barat pulau Jawa yang berbatasan dengan selat Sunda seberang daerah Lampung pulau Sumatra. Berdasarkan penuturan dari para tetua adat dan tokoh masyarakat desa Cikoneng, secara bahasa dan budaya Lampung masih dipertahankan sehingga menjadi unik karena mereka masih mempertahankan hingga ke keturunan ketujuh. Secara historis ternyata mereka ini satu keturunan dengan tokoh kesultanan Banten yang pertamakali mengembangkan ajaran Islam. Ada empat bersaudara yang pertama meyebarkan Islam sekian abad lampau; satu ke Lampung, kedua ke Banten, ketiga ke Sulawesi, dan keempat ke Malaysia. Minak Sengaji adalah tokoh yang mengembangkan Islam di Lampung dan desa Cikoneng, yang makamnya berada dekat pusat kota Anyer-Cilegon masih dilestarikan hingga saat ini. Saat terjadi konflik kekuasaan antara kesultanan Banten dan Pakuan Pajajaran, kekuasaan yang ada di Serang Banten meminta bantuan dari rakyat masyarakat desa Cikoneng yang tidak lain adalah masih memiliki hubungan keturunan dari sultan Banten tersebut. Bahkan menurut penuturan dari keturunan Minak Sengaji yang masih hidup saat ini, mereka lah yang mengalahkan suku Baduy hingga menyingkir pada saat itu ke wilayah Lebak Banten dengan tetap mempertahankan adat budaya dan keyakinan semasa Pakuan Pajajaran yaitu Sunda Wiwitan. Namun yang akan diungkap di sini adalah aspek bahasa Lampung sebagai bahasa Ibu yang sudah ratusan tahun mereka gunakan dan mereka pertahankan kepada anak keturunan mereka di satu desa itu yang masih bertahan. Hingga pemerintah daerah Lampung saat ini justeru sering merujuk ke desa Cikoneng perihal bahasa dan budaya yang justeru tetap lestari di seberang wilayahnya yaitu wilayah desa Cikoneng yang berada di luar wilayah Lampung Sumatra. Perkembangan terakhir berdasarkan penelitian penulis kini masyarakat desa Cikoneng mulai khawatir dengan kelestarian bahasa dan budaya Lampungnya. Sekalipun bahasa keseharian masih menggunakan bahasa Lampung, simbol Siger yang bertaring enam atau sembilan masih digunakan di berbagai simbol kehidupan sehari-hari, serta budaya sastra lisan lainnya masih terus dipertahankan oleh generasi mudanya, masyarakat generasi tuanya mulai cemas dengan kaum urban atau kaum pendatang yang sulit lagi dibendung karena faktor perkembangan zaman. Sebagaimana faktor pendidikan dan globalisasi yang mengharuskan generasi penerusnya harus melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia, dan bahasa elektronik yang serba global juga dengan bahasa dan istilah asing, yang terus meluas dalam kehidupan keseharian mereka.  Kata Kunci: Revitalisasi Bahasa Ibu, Pemertahanan Bahasa, Desa Cikoneng