Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemetaan Partisipatif Kampung Marjinal di Kota Bandar Lampung, Indonesia (Studi Kasus: Kampung Pesisir Sinar Laut) Lestari, A Dwi Eva; Widya, Amelia Tri; Nurzukhrufa, Antusias; Basica, Embun Aura Annisa; Asriana, Nova; Fajarwati, Galuh
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.745

Abstract

Terletak di pesisir kota Bandar Lampung menjadikan Kampung Sinar Laut sebagai kampung marjinal yang pembangunannya secara khusus kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kota karena merupakan permukiman informal dimana rumah warganya berdiri ditepi laut bahkan sebagian besar diatas permukaan air laut. Keberadaan dan pertumbuhan permukiman informal di Kampung Sinar Laut disertai dengan munculnya berbagai permasalahan lingkungan dan sosial yang belum teridentifikasi termasuk potensi wilayah yang mungkin belum tergali, menjadi latar belakang kegiatan pemetaan partisipatif ini dilakukan. Dengan adanya identifikasi dan pemetaan permasalahan atau potensi wilayah dalam bentuk peta kampung partisipatif, dapat dijadikan dasar untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan dan sosial kampung marjinal, termasuk dijadikan acuan dalam penataan kampung, perencanaan dan perancangan pembangunan kampung kota. Menggunakan metode partisipatif melibatkan warga masyarakat setempat dalam pembuatan peta, penggambaran dan informasi kampung menjadi data riil yang valid. Dalam pelaksanaannya masyarakat Kampung Sinar Laut berhasil memetakan sendiri permasalahan dan potensi yang ada di lingkungannya secara aktif dan bersama-sama kemudian menghasilkan luaran berupa peta fisik Kampung Sinar Laut, mengenai titik lokasi elemen fisik lingkungan dan permasalahannya, data dan jumlah warga, bencana tahunan, keadaan sosial-ekonomi-budaya, serta potensi wilayah yang dapat dikembangkan. Dengan harapan bahwa hasil pemetaan partsipatif dapat dimanfaatkan oleh warga, pemerintah desa dan kota, akademisi, mitra dan pihak lainnya. Located on the coast of the city of Bandar Lampung, Kampung Sinar Laut is a marginal village whose development has received little attention from the City Government because it is an informal settlement where the residents' houses stand on the edge of the sea and most of them are above sea level. The existence and growth of informal settlements in Sinar Laut Village is accompanied by the emergence of various environmental and social problems that have not been identified, including potential areas that may not have been explored, which is the background for this participatory mapping activity. By identifying and mapping problems or potential areas in the form of participatory village maps, it can be used as a basis for resolving environmental and social problems in marginal villages, including being used as a reference in village upgrading, planning and designing urban village development. Using participatory methods involves local residents in making maps, depictions, and village information into valid real data. In its implementation, the people of Kampung Sinar Laut succeeded in mapping the problems and potential in their environment actively and together, then produced an output in the form of a physical map of Kampung Sinar Laut, regarding the location of the physical elements of the environment and their problems, data and number of residents, annual disasters, conditions. socio-economic-cultural, as well as regional potential that can be developed. With the hope that the results of participatory mapping can be utilized by residents, village and city governments, academics, partners, and other parties.
KARAKTERISTIK FASAD BANGUNAN VERNAKULAR DI KAMPUNG GEDUNG BATIN, LAMPUNG Fajarwati, Galuh; Lestari, A Dwi Eva; Matondang, Adelia Enjelina
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.9200

Abstract

Arsitektur vernakular menjadi bentuk wujud budaya lokal yang masih dapat dilihat secara langsung oleh Masyarakat dan menjadi symbol. Tidak lestarinya dari bangunan tradisional di pengaruhi juga oleh perkembangan zaman. Karakteristik kelokalan pada bangunan tradisional masih banyak tercermin pada banguna vernacular. karakteristik ini semakin berkembangnya zaman mengalami perubahan dan adaptasi. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik dari bangunan vernakular melalui tampilan fasade bangunan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode komparatif. Identifikasi yang dilakukan pada fase bangunan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang telaah budaya dan kelokalan banguna vernakular kampung Gedung batin. Tipe fasade pada banguna vernakular gedung batin belum banyak perubahan desain. Bangunan vernakular memiliki dua tipe berdasarkan bentuk beranda dan menerapka unsur ukiran alam dalam menghias fasedenya.
ANALISIS ESTETIKA ARSITEKTUR PADA FASAD BAGUNAN PENDIDIKAN (STUDI KASUS: LABORATORIUM TEKNIK 2 ITERA) Mantondang, Adelia Enjelina; Fajarwati, Galuh; Arya, Fadhil; Habieb, Muhamad
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.7122

Abstract

Fasad merupakan sebuah bagian terdepan utama eksterior dari sebuah bangunan yang menjadi identitas dari bangunan itu sendiri. Laboratorium Teknik 2 ITERA merupakan sebuah bangunan pendidikan yang menggunakan kaidah arsitektur vitruvius pada bagian fasadnya, sehingga tercipta elemen pembentuk fasad yang menghadirkan estetika dalam bentuknya. Fasad bangunan memiliki bentuk dengan karakteristiknya sendiri sebagai sebuah bangunan dengan elemen-elemen dan ornamen yang ada. Bentuk dan penggunaan ornamen memiliki fungsional yang merespon dengan lokalitas lingkungan bangunan ini berdiri. Bangunan pendidikan LABTEK 2 ITERA mengusung konsep industrial dimana struktur dibiarkan terlihat, seperti balok, baja, kolom dan dinding beton. Konsep ini membuat fungsi dan estetika menjadi berkolaborasi. Pada penelitian ini LABTEK 2 menggunakan elemen-elemen pembentuk pada fasadnya dan memperhatikan nilai-nilai estetika untuk menonjolkan keunikan pada fasadnya.