Bendungan merupakan salah satu infrastruktur keairan yang dapat difungsikan sebagai konservasi,pemanfaatan, dan pengendalian daya rusak air. Bendungan Titab merupakan salah satu bendungan diIndonesia yang memiliki multifungsi sebagai air irigasi, air baku dan PLTA. Bendungan ini merupakan tipebendungan urugan batu dengan inti tegak yang memiliki panjang puncak 210 m, lebar 12 m, dan tinggi 78 mdari pondasi terdalam. Bendungan ini dibangun dengan kondisi geologi yang relatif kompleks dan terjadilongsoran pada dinding pelimpah dan ditemukan mata air pada longsoran sehingga perlu dilakukan analisisterhadap potensi piping akibat adanya mata air. Penelitian ini mengkaji potensi terjadinya erosi buluh (piping)akibat pengaruh mata air yang ada di dekat bendungan. Kajian dilakukan berdasarkan pengamatan instrumenselama masa penggenangan Tahun 2016 hingga Tahun 2019. Analisis dilakukan dengan menghitung kriteriapenerimaan (KP) rembesan dan indeks rembesan (Qi) untuk mengetahui perilaku rembesan pada tubuhbendungan dan dilakukan analisis faktor keamanan (FK) terhadap bahaya piping dengan membandingkangradien hidrolik berdasarkan pembacaan instrumen pisometer dan gradien hidrolik material inti tubuhbendungan. Berdasarkan hasil perhitungan kriteria penerimaan rembesan dan indeks rembesan menunjukkanrembesan yang terjadi pada Bendungan Titab tidak aman karena melebihi persyaratan, rembesan rata-rataterjadi sebesar 6,350 > 0,56 liter/menit/m dan Qi > 1. Namun analisis terhadap FK bahaya piping masih amanyaitu sebesar 8,390 > 4.