Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN WALIKOTA DENPASAR NOMOR 36 TAHUN 2018 TENTANG PENGURANGAN PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK DI KOTA DENPASAR Wirati, Ni Wayan
Jurnal Widya Publika Vol 9 No 2 (2021): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v9i2.803

Abstract

Sampah plastik merupakan masalah yang sangat sulit diatasi dan perlu mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat karena masyarakat masih banyak menggunakan kantong plastik dalam kesehariannya. Untuk itu masalah sampah plastik mutlak harus ditangani secara bersama-sama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran dan komitmen bersama menuju perubahan sikap, perilaku dan etika yang berbudaya lingkungan. Penyebab utama kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengurangan kantong plastik adalah (a) Kurangnya dukungan lingkungan mencakup lingkungan sosio kultural serta keterlibatan masyarakat untuk mentaati aturan, (b) kurangnya dukungan sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sumber daya non manusia, (d) kurangnya dukungan kemampuan agen pelaksana mencakup struktur birokrasi, norma-norma dan pola-pola kerja yang jelas.Bertitik tolak dari identifikasi masalah, maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalahnya seperti: Bagaimanakah Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan data kuantitatif dan kualitatif yang bersumber dari data primer dan skunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan internet/online, dikaji dengan teori Menurut G. Shabbir Cheema dan Dennis A. Rondinelli, ada empat variabel : Kondisi lingkungan masyarakat, Hubungan antara organisasi instansi lain, Sumberdaya organisasi untuk implementasi program, Karakteristik dan kemampuan agen pelaksana.Berbagai upaya dan strategi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar meliputi pendataan penggunaan kantong plastik, penandatanganan komitmen bersama, kampanye, sosialisasi, talkshow, penetapan regulasi/ kebijakan terkait seperti Peraturan Walikota Denpasar No. 36 Tahun 2018.
A Policy Strategy for Strengthening Area-Based Waste Management Institutions to Improve the Effectiveness of Waste Services in Denpasar City Wirati, Ni Wayan
Journal of A Sustainable Global South Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of A Sustainable Global South - JSGS
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jsgs.2026.v010.i01.p02

Abstract

Waste management is a pressing issue in urban areas, including Denpasar City, which produces over 1,000 tons of waste daily. Limited infrastructure, low public participation, and weak institutional coordination have created inefficiencies in the current system. This policy paper proposes strategies to strengthen waste management institutions at the sub-district level to improve service effectiveness. Through secondary data analysis, regulatory review, and assessment of policy alternatives, the study finds that the absence of Waste Management Technical Implementation Units (UPTD) in sub-districts significantly hinders service delivery and community involvement. Of four policy options considered, establishing UPTDs simultaneously in all sub-districts is identified as the most effective and sustainable. This approach is expected to improve operational responsiveness, encourage local innovation, and support national waste management goals. Strengthening territorial-level institutions is therefore essential to developing a decentralized and sustainable waste management system in Denpasar City.