Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Elementary School Teachers' Perceptions of Science Practicum During the Limited Face-to-Face Learning Period Efrina, Noviana
Tekno - Pedagogi : Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2017): Tekno-Pedagogi
Publisher : Program Magister Teknologi Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/teknopedagogi.v7i2.32813

Abstract

This research aims to describe elementary school teachers' perceptions of science practicum during the limited face-to-face learning period at State Elementary School 182/I Protected Forest in understanding teachers' perceptions of science practicum during the limited face-to-face learning period. This research was conducted at State Elementary School 182/I Protected Forest. Research data was obtained by conducting interviews with class teachers who implemented science practicum (as main data) carrying out documentation (as supporting data). After conducting interviews and documentation, the data was analyzed qualitatively using Miles and Huberman data analysis. The results of this research indicate that primary school teachers' perceptions of science practicum during the face-to-face learning period are limited, first of all, absorption of stimuli or objects from outside the individual. Science practicum teachers gain knowledge or information from several sources such as teacher books, student books, practice books, the internet and YouTube. Second, for understanding science practicum, the teacher understands science practicum using existing sources, from these sources he can understand the meaning of science practicum, the science practicum tools and materials used, and the steps for science practicum. The third is assessment or evaluation of science practicum. From the teacher's responses there was a positive assessment of the science practicum. The conclusion obtained from this research is that the teacher's perception of science practicum during limited face-to-face learning can be seen from the teacher's response, from absorption of stimuli or objects from outside the individual, understanding or understanding and assessment or evaluation.
Seloko Adat Melayu dalam Membangun Masyarakat Jambi yang Berkarakter dan Multikultura Efrina, Noviana
CULTURAL EDUCATION JOURNAL OF LITERATURE AND CULTURE Vol 8 No 2 (2021): JURNAL EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/edukasi kultura.v8i2.25252

Abstract

Heterogenitas tidak jarang berpengaruh kepada perbedaan yang berujung konflik. Akantetapi daerah yang menjadi tujuan perpindahan sering kali memiliki sejumlah aturan atau hukum adat untuk mengatur heterogenitas masyarakatnya. Penduduk yang mendiami daerah Jambi berasal dari berbagai wilayah sehingga didiami suku dan etnik yang beraneka ragam. Seperti Minangkabau, Pelembang, Melayu Riau dan Jawa. Jambi sebagai daerah tujuan perpindahan masyarakat itu, memiliki seloko Adat Melayu yang memiliki pesan makna sosial terhadap masyarakat heterogenitas itu. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan adat Seloko di Jambi dan apa nilai-nilai dari adat Seloko. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran perkembangan adat Seloko dan nilai-nilai yang dikandungnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis yakni mengumpulkan sumber-sumber yang berkaitan Seloko.Kemudian mengungkapkan pesan-pesan nilai seloko adat, dan menginterpretasikan serta mengintegrasikannya dengan kultur masyarakat Jambi yang heterogen. Melalui metode inimenunujukkan bahwa budaya Melayu menjadi pandangan hidup yang tercermin dalam sejumlah aturan yang berlaku di daerah Jambi. Sejumlah aturan, hukum-hukum adat yang berlaku di dalam masyarakat suku bangsa Melayu Jambi hampir semuanya disampaikan melalui seloko adat Melayu. Seloko berupa patatah-petitih dan pandangan hidup yang berisi pesan nilai untuk seluruh warga Jambi yang heterogen. Seloko adat memiliki nilai pesan moral, pertama pesan dalam bidang keagamaan, kedua pesan bidang sosial, dan ketiga pesan bidang pendidikan karakter. Nilai pesan ini memberikan makna dalam masyarakat yang multi etnik, sehingga tertanam pembentukan nilai-nilai karakter Melayu dalam konteks masyarakat heterogen. Kata Kunci: Seloko Adat Melayu Jambi, Nilai Karakter, Multikultural.