Yunita Dewi, Poppi Nastasia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEPATUHAN PEKERJA DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI LINGKUNGAN INDUSTRI Rakhmawati, Nita Sofia; Yunita Dewi, Poppi Nastasia; Kartika, Estri; Manolito, Frengky
Jurnal LINK Vol 19 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v19i1.9555

Abstract

Penggunaan APD sangat dibutuhkan terutama pada lingkungan kerja yang memiliki potensi bahaya bagi kesehatan dan keselamatan kerja seperti industri. Proses pemurnian sulfur di industri PT. X dilakukan dengan menghancurkan limbah sulfur, mengayak limbah batuan yang sudah halus, pemisahan kotoran dan pencetakan produk sulfur. Proses pengolahannya menggunakan berbagai alat dengan resiko tinggi sehingga sangat rentan terhadap kecelakaan kerja. Penggunaan APD sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan ataupun penyakit akibat kerja yang tidak diinginkan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan pekerja terhadap penggunaan alat pelindung diri di Industri PT. X Cilacap. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif komprehensif dengan sampel sejumlah 15 pekerja di PT. X Cilacap yang diambil secara total sampling. Peneliti melakukan wawancara, observasi pada area produksi dengan menggunakan cecklist. Data yang telah terkumpul dilakukan analisis dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan secara umum sebagian besar pekerja sudah patuh terhadap penggunaan APD, namun masih belum cukup untuk membuat pekerja mampu berperilaku aman dalam penggunaan APD pada saat bekerja. Direkomendasikan bagi perusahan untuk rutin dalam sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja serta tegas dalam penerapan kebijakan penggunaan APD untuk para pekerja.
Analisis Potensi Bahaya dengan Metode HIRADC pada Industri Pengolahan Sulfur di PT X Cilacap Kartika, Estri; Yunita Dewi, Poppi Nastasia; Rakhmawati, Nita Sofia; Wijaya, Andy; Sitohang, Effendi
Jumantik Vol 10 No 1 (2023): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i1.5418

Abstract

Industri pengolahan sulfur memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat berdampak buruk bagi keselamatan dan kesehatan pekerja. Potensi bahaya tersebut berasal dari material yang digunakan antara lain; mesin produksi, lingkungan kerja, dan berbagai sumber bahaya lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya untuk menentukan tindakan pengendalian bahaya yang tepat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif analitik menggunakan teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Informan penelitian ini berjumlah 3 orang (pengawas, pimpinan, pekerja) yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah hazard identification, risk assessment, dan determinant control. Analisis potensi bahaya dilakukan dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determinant Control (HIRADC) dan matriks analisis risiko AS/NZS 4360:2004. Hasil hazard identification diperoleh beberapa potensi bahaya, yaitu ledakan, kebakaran, terhirup debu sulfur, paparan kebisingan, dan terpeleset. Hasil risk assessment diketahui potensi bahaya terhirup debu sulfur termasuk kategori extreme risk, sedangkan bahaya ledakan, kebakaran, paparan kebisingan, dan terpeleset termasuk kategori high risk. Hasil determinant control diketahui bahwa PT X telah melakukan beberapa upaya pengendalian seperti penyediaan APAR, melakukan safety briefing, dan menyediakan beberapa APD, namun belum berjalan optimal terutama pada tingkat kepatuhan pekerja dalam menggunakan alat pelindung diri. Dapat disimpulkan bahwa proses pengolahan sulfur di PT X memiliki tingkat risiko yang tinggi namun upaya pengendalian yang dilakukan belum maksimal. Oleh sebab itu diharapkan PT X dapat menyediakan APD yang sesuai dan membuat kebijakan terkait standar operasional prosedur untuk meminimalisir kecelakaan kerja.