ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah : (1) Untuk menjelaskan latar belakang diadakannya Kaago-agono Liwu pada masyarakat di Desa Kawite-wite Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna, (2) Untuk menguraikan proses pelaksanaan Kaago-Agono Liwu pada Masyarakat di Desa Kawite-wite Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna, (3) Untuk menjelaskan fungsi Kaago-Agono Liwu pada Masyarakat di Desa Kawite-wite Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna, (4) Untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam Kaago-Agono Liwu pada Masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang bersifat kualitatif. Menurut Sjamsuddin tahapan-tahapan metode sejarah adalah  sebagai berikut: 1) Heuristik 2) Verifikasi 3) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Diadakannya Kaago-agono Liwu pada masyarakat di Desa Kawite-wite dilatar belakangi oleh keyakinan orang Muna pada pada saat itu yang percaya hampir semua tempat, termasuk di hutan yang dihuni oleh roh halus yang harus diakui peran dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Kaago-agono Liwu dilaksanakan sebagai upacara tolak bala untuk meminta keselamatan masyarakat yang dilakukan pada saat pergantian musim yaitu dari musim barat kemusim timur dan musim timur kemusim barat, upaya tersebut sebagai ritual pencegahan munculnya wabah penyakit sebagai akibat dari gangguan makhluk halus yang terjadi pada setiap pergantian musim yang dilakukan pada masyarakat. (2) Proses pelaksanaan tradisi Kaago-agono Liwu pada masyarakat Muna terdiri dari lima tahap yaitu : (a) Menggunting rambut, untuk membuang kesialan dan juga mimpi buruk yang selalu terjadi pada masyarakat sehingga mereka bebas melakukan aktivitas tanpa khawatir dengan lingkungan setempat. (b) Kalolei, untuk meneguhkan roh manusia sehingga tidak mudah diganggu roh jahat dan tidak keluar dari tubuh manusia. (c) Sambu Wite, untuk memberikan hak nabi adam sebagai tempat manusia melakukan aktivitas di muka bumi. (d) Membuat katalasa, untuk tempat penyimpanan makanan yang disediakan untuk melaksanakan ritual Kaago-agono Liwu dan disediakan sebagai penyambutan makhluk halus. (e) Dopoo, untuk memindahkan bala dalam perkampungan dan sebagai batasan wilayah yang mereka masuki dan kuasai.