ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk menguraikan fungsi Paon pada masyarakat Bali di Kelurahan Puuduria Kecamatan Wonggeduku Kelurahan Puuduria, (2) Untuk menguraikan perubahan Paon pada masyarakat Bali (3) Untuk menguraikan nilai-nilai yang terkandung pada Paon masyarakat Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan strukturis. Adapun tahapan-tahapan metode penulisan sesuai metode sejarah adalah sebagai berikut: (1) Heuristik, (2) Kritik Sumber, (3) Interpretasi, (4) Historiografi (Penulisan Sejarah). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Fungsi Paon (dapur) pada masyarakat Bali adalah selain untuk dijadikan sebagai tempat mebanten saibab (persembahan makanan) setelah memasak juga dijadikan sebagai tempat untuk pengelukatan (pensucian diri) setelah bepergian jauh atau setelah mengalami Cutaka (tidak suci) akibat kematian. (2) tejadi perubahan pada Paon (dapur) pada masyarakat Bali. Perubahan tersebut antara lain sebagai berikut: (a) Penempatan tata letak Paon (dapur) pada masyarakat Bali yang sudah tidak sesuai lagi dengan konsep Asta Kosala Kosali (aturan pembangunan). (b) Perubahan ukuran Paon (dapur) pada masyarakat Bali (c) Perubahan bentuk Paon (dapur) pada masyarakat (d) Perubahan jenis-jenis Paon (dapur) pada masyarakat Bali (e) Perubahan bahan bangunan Paon. (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam Paon (dapur) masyarakat Bali yaitu: (a) Nilai Religius yaitu untuk menghilangkan ilmu hitam atau Bhuta Kala (jin) yang mengikuti sampai ke rumah, oleh sebab itu bagi masyarakat Bali yang setelah bepergian jauh atau dari tempat orang meninggal hendaknya pergi ke dapur terlebih dahulu sebelum masuk di rumah utama agar segala aura negatif dapat terbakar di dapur. (b) Nilai Sosial yaitu selalu membutuhkan seorang Pemangku (pendeta) dan undagi (arsiteks) dalam membangun bagunan Paon (dapur) ataupun bangunan lain dalam masyarakat Bali