Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH ELEKTRODA AKI PADA PROSES ELEKTRODEKOLORISASI LARUTAN ZAT WARNA Apipah, Lutfia
Chem Info Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Chem Info Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.205 KB)

Abstract

Industrial waste had caused some reduction of water quality, one of them is liquid waste of coloring or dyeing batik production which contains indigosol dye and remazol black B that being dumped to water directly while the environment has limited capability to degradate that dye. Electrolysis method had been chosen as one alternative to cope with dye waste, because its benefits compare to other methods which are effective and simple. One of supporting factor of this method is the electrode being used. This research is destined to decolorized indigosol and remazol black B dye, using PbO2/Pb from used battery as electrode and reducing Chemical Oxygen Demand (COD) number. This research using PbO2/Pb as electrode obtained from battery electrodes waste. This method electrolyze dye sample on 8 volt using PbO2/Pb electrode obtained from used battery and conducted in 150 minutes. Final result of the electrolysis will be qualitatively and quantitavely analyze using UV-VIS spectrophotometer, and analyze Chemical Oxygen Demand (COD). The research result indicated that the use of PbO2/Pb electrode from used battery can reduce color intensity, respectively by 98.02% and 99.42% each for indigosol and remazol black B dye, and could reduce COD number respectively to 28.47% and 51.47% for each dye.
Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Melalui Optimalisasi Manajemen Kesehatan di Desa Santosa 2025 Bunga Septiani, Putri; Tia Nuranisa, Neng; Apipah, Lutfia; Devi, Ai; Maryana, Pendi; Akmara Dhina, Meiry
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yztqcw42

Abstract

Masalah kesehatan di daerah pedesaan tetap menjadi isu yang signifikan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, keterbatasan akses untuk pemeriksaan rutin, serta fungsi Posyandu yang belum berjalan secara maksimal sebagai pelayanan kesehatan dasar. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kondisi kesehatan dan pengetahuan kesehatan masyarakat di Desa Santosa melalui tiga metode utama: pengoptimalan fungsi Posyandu, penyuluhan edukatif yang berbasis komunitas, dan penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Metode yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi di lapangan, wawancara, dan dokumentasi aktivitas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa partisipasi warga dalam kegiatan Posyandu meningkat hingga 150%, pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat juga membaik, serta kemampuan kader Posyandu dalam memberikan edukasi kesehatan meningkat. Pemeriksaan kesehatan juga berhasil mendeteksi kasus hipertensi, kadar gula darah yang tinggi, dan obesitas, yang kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan yang bersifat edukatif dan partisipatif dapat meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan, memperkuat peran layanan kesehatan yang berbasis komunitas, dan mempermudah akses terhadap layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah pedesaan.