p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Habieb, Ahmad Basshofi
Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Palang Merah Indonesia Kabupaten Sukabumi Menggunakan Sistem Base Isolation Tipe High Damping Rubber Bearing (HDRB) Sitorus, Sinar Nathalia; Soegihardjo, Hidajat; Habieb, Ahmad Basshofi; Habieb, Ahmad Basshofi
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.112341

Abstract

Berdasarkan data rekaman kegempaan di Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi di Indonesia rata-rata terjadi 5.000 kali dalam setahun. Menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, salah satu daerah di Indonesia yang rawan terjadi gempa bumi adalah Sukabumi, sehingga dalam merancang bangunan di wilayah tersebut perlu perhatian khusus. Seiring berkembangnya teknologi, berbagai inovasi dilakukan untuk dapat mengatasi masalah kerusakan bangunan akibat gempa bumi dengan lebih efektif. Salah satu solusi untuk mengurangi dampak kerugian akibat terjadinya gempa adalah dengan sistem base isolation. Digunakannya base isolation adalah untuk memperpanjang periode getar struktur sehingga percepatan gempa mengecil. Pada studi ini, jenis base isolator yang digunakan adalah High Damping Rubber Bearing (HDRB) yang merupakan salah satu jenis laminated rubber bearing yang terbuat dari penggabungan senyawa karet dengan nilai rasio redaman yang tinggi. Gedung PMI Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya dirancang dengan metode konvensional dirancang kembali menggunakan metode base isolation. Pada pemodelan gedung dengan denah tidak beratura bentuk L, sumbu kritis (sumbu utama) dari bangunan, yaitu sumbu dimana jari-jari girasi paling kecil, perlu diperhatikan. Pada sumbu ini arah gempa dibebankan pada arah sumbu utama, sehingga diperoleh respon struktur maksimum. Dari hasil studi didapatkan sudut antara sumbu kritis terhadap sumbu x sebesar 70,9°. Analisis ini sudah memperhitungkan eksentrisitas beban gempa terhadap pusat geser ditambah 5% dari dimensi denah bangunan. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis, penggunaan sistem isolasi pada gedung mampu mereduksi gaya geser dasar pada bangunan secara signifikan, dimana rata-rata reduksi gaya gesernya sebesar 4 kali lipat. Selain itu, gedung dengan sistem isolasi memiliki nilai partisipasi massa sudah mencapai >90% pada mode 1 dan mode 2. Shifting Period pada sistem isolasi mencapai 2,7 kali untuk arah X dan 2,8 kali untuk arah Y dan simpangan antar lantai pada struktur sistem isolasi berkurang hingga >60% dari pada struktur dengan sistem fixed base.
Modifikasi Perencanaan Struktur Apartemen Alessandro Vittorio dengan Metode Beton Pracetak Mahendra, Zein Farid Vicky; Sutrisno, Wahyuniarsih; Habieb, Ahmad Basshofi
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.114560

Abstract

Gedung Apartemen Alessandro Vittorio merupakan gedung yang berlokasi di Surabaya dan memiliki 28 lantai. Dalam pembangunannya, Gedung Apartemen Alessandro Vittorio masih menggunakan metode konvensional berupa metode cor in situ pada struktur balok, kolom, dan pelatnya. Atas dasar ini penulis merencanakan ulang gedung Apartemen Alessandro Vittorio, dengan menggunakan metode beton pracetak dengan maksud untuk menghasilkan sebuah rancangan baru yang dapat lebih cepat dan efisien dilaksanakan tanpa mengurangi mutu dari rancangan aslinya. Dalam perencanaan ulang gedung Apartemen Alessandro Vittorio, penulis mengubah denah dari Tower A dimana akan dipisah dengan tower yang lain. Namun, sistem gedung yang digunakan tetap sama, yaitu sistem struktur ganda dengan rangka pemikul khusus momen disertai dengan dinding geser beton bertulang. Hasil dari modifikasi Gedung Apartemen Alessandro Vittorio dengan metode pracetak ini meliputi ukuran balok induk 30/45, 35/60, dan 45/70, ukuran balok anak 25/40 dan 30/45, serta ukuran kolom 110/90, 90/70, 80/60, dan 50/50. Modifikasi gedung ini juga menggunakan shear wall serta sambungan antar elemen pracetak menggunakan sambungan basah dan konsol pendek.
Modifikasi Struktur Jembatan Kereta Api Elevated Simpang Joglo dengan Sistem Cabled-Stayed Double Plane Bridge Sianipar, Koresy Kevin Hamonangan; Sugihardjo, Hidajat; Habieb, Ahmad Basshofi
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i2.121494

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang permukaannya lebih rendah. Jembatan cable-stayed adalah salah satu jenis jembatan bentang panjang dengan sistem cable suported dengan bentang lebih dari 150 m. Jenis jembatan ini sudah banyak dibangun di berbagai belahan dunia karena terbukti efektif dan efisien untuk bentang jembatan lebih 150 m. Struktur jembatan cable-stayed terdiri atas gelagar utama sebagai dek lantai kendaraan, kabel yang berfungi menyalurkan beban dari gelagar utama menuju pilon, dan pilon sebagai penahan kabel. Perencanaan ini membahas “Modifikasi Struktur Jembatan Kereta Api Elevated Simpang Joglo dengan Sistem Cable-stayed Double Plane Bridge” yang melintasi simpang tujuh Joglo di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Jembatan ini memiliki bentang 271,4 m terbagi dalam 2 bentang dengan lebar 9 m dan jumlah pylon berjumlah 2 buah. Konfigurasi kabel jembatan arah memanjang menggunakan tipe semi harp pattern dan arah melintang menggunakan sistem double plane. Gelagar utama direncanakan menggunakan twin rectangular box girder. Metode pelaksanaan pembangunan jembatan menggunakan metode balanced cantilever yang dianalisis dengan backward analysis. Perencanaan modifikasi dimulai dari studi literatur dan pengumpulan data, preliminary design, perhitungan pembebanan, desain struktur lantai kendaraan , desain struktur utama (box girder, pylon dan kabel), kontrol statis dan dinamis, kontrol perilaku aerodinamis, analisis staging, desain angker dan sambungan, perencanaan perletakan, hingga pembuatan gambar rencana. Hasil dari perencanaan ini didapatkan dimensi lantai kendaraan, dimensi box girder, dimensi kabel, dimensi pylon, dimensi angkur dan sambungan, dan dimensi perletakan jembatan. Perencanaan modifikasi dibantu dengan software MidasCivil, SAP2000 dan Autocad. Peraturan yang digunakan adalah PM. 60 Tahun 2012, SNI 2833:2016, SNI 1729 : 2020 dan SNI 2847:2019.