p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Widjaja, Tri
Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pra-Desain Pabrik Pupuk NPK 15-15-15 dari Urea, Ammonia, Ammonium Sulfat, Kalium Klorida, Asam Fosfat, dan Asam Sulfat Rachmawati, Nabillah; Astuti, Naning Retno; Widjaja, Tri
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i3.119038

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Hal ini menyebabkan sektor pertanian berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia karena industri pertanian dapat berdampak ke komoditas ekspor Indonesia. Salah satu faktor produksi pertanian yang terpenting adalah pupuk. Pada pra-desain pabrik ini kami akan mendesain pabrik pupuk NPK baru yang mempunyai kapasitas cukup besar untuk menutupi defisit yang terjadi. Dipilih metode Mixed Acid Route karena memiliki banyak keuntungan, yaitu kapasitas produksi jumlah besar dengan berbagai macam grade pupuk, produk lebih seragam, dan dapat terus beroperasi secara kontinyu. Konfigurasi proses pembuatan pupuk NPK terdiri dari tahap persiapan bahan baku, netralisasi, granulasi, pengeringan, pengayakan, pendinginan dan pelapisan produk. Target kapasitas produksi pupuk NPK kami adalah 480.000 ton/tahun. Sumber dana investasi pabrik ini berasal dari modal sendiri sebesar 30% biaya investasi dan pinjaman jangka pendek sebesar 70% biaya investasi dengan bunga sebesar 8% per tahun. Dari Analisa perhitungan ekonomi didapat hasil-hasil sebagai berikut, dimana nilai CAPEX: Rp 498.261.388167, OPEX: Rp 4.037.576.008.247 Internal Rate of Return: 20,32 %, Pay Out Time: 4,1 Tahun, Break Even Point: 28%, dan NPV: Rp365.729.800.923. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik NPK ini layak untuk didirikan.
Pra Desain Pabrik Pupuk Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida Berbasis Advance Process for Cost and Energy Saving 21 (ACES 21) Wardani, Dirotsa Sukma; Sari, Ulfiyah Afnian; Widjaja, Tri
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i3.119055

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki iklim tropis dimana curah hujan tinggi namun sinar matahari selalu ada sepanjang tahun. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS) tahun 2021 88,43% masyarakat Indonesia bekerja pada sektor pertanian. Salah satu hal yang berperan besar dalam hal pertanian adalah pupuk. Pupuk urea merupakan salah satu jenis pupuk berbentuk granule atau prill yang memiliki warna putih untuk pupuk non subsidi dan merah muda untuk pupuk subsidi. Kandungan nitrogen pada pupuk urea memiliki kadar tertinggi dibanding pupuk kimia lain yaitu sebesar 46%. Berdasarkan data kebutuhan pupuk urea di Indonesia, kebutuhan urea dalam negeri berada dalam angka yang cukup tinggi yaitu sekitar 5,8 juta ton per tahun. Di lain sisi, terdapat Peraturan Menteri Pertanian No. 10 Tahun 2022 terkait perubahan pupuk subsidi menjadi urea dan NPK. Dengan adanya kebijakan tersebut diprediksi kebutuhan pupuk urea akan meningkat. Pabrik Pupuk Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida berbasis Advance Process for Cost and Energy Saving 21 direncanakan didirikan di daerah Kawasan Industri Dumai, Kota Dumai, Riau Pabrik ini direncanakan beroperasi secara continues 24 jam selama 330 hari/ tahun dengan kapasitas produksi adalah 570.000 ton/ tahun. Berdasarkan analisis ekonomi, laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 15,41% pada tingkat suku bunga bank sebesar 8%, dengan laju inflasi sebesar 5,42% per tahun. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 4,86 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 20%. Umur pabrik selama 10 tahun dan masa konstruksi adalah 2 tahun. Untuk memproduksi pupuk urea sebanyak 570.000 ton/tahun, diperlukan biaya total produksi (TPC) sebesar Rp.5.518.770.958.180,00 dengan biaya investasi total (TCI) sebesar Rp. 2.103.196.497.943,00.
Pra Desain Pabrik Amonia dari Gas Alam Menggunakan Metode KBR-Purifier Berkapasitas 2900 MTPD Mujiburrosyid, Ahmad; Sholehudin, Mukhlis; Widjaja, Tri
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.122132

Abstract

Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3 yang memiliki sifat kaustik dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Senyawa yang pertama kali ditemukan oleh J. B. Priestly pada tahun 1774 ini banyak digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan pupuk, mulai dari urea, amonium fosfat, amonium nitrat, hingga kalsium amonium nitrat. Oleh karena itu, industri amonia sangat dipengaruhi oleh kebutuhan pupuk dan umumnya akan meningkat ketika masa cocok tanam yang membuat petani akan lebih sering menggunakan pupuk. Proses pembuatan Amonia menggunakan metode KBR-Purifier dapat diuraikan menjadi beberapa tahapan proses berikut, diawali desulfurisasi, reforming, shift conversion, absorbsi, methanasi, drying, purifier, converter dan refrigerasi amonia.Bahan baku utama dalam proses pembuatan amonia yaitu gas alam dengan komposisi 94,46% hidrokarbon, 5,5% CO2, dan sisanya adalah N2. Kapasitas produksi Amonia direncanakan sebesar 957.000 ton/tahun. Perencanaan ini berdasarkan dari nilai produksi, konsumsi, ekspor, dan impor Amonia yang diproyeksikan hingga tahun 2025. Dalam memenuhi kapasitas produksi, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam sehari selama 330 hari setahun. Bahan baku gas alam yang digunakan dalam proses pembuatan Amonia berupa gas alam sebesar 5517 kgmol per jam atau kurang lebih sekitar 120 MMSCFD. Dari perhitungan analisa ekonomi, dengan harga jual Amonia sebesar $800 per ton. Diperoleh nilai Internal Rate Return (IRR) sebesar 26,08%. Dengan IRR tersebut mengindikasikan bahwa pabrik layak untuk didirikan dengan suku bunga 6% dan waktu pengembalian modal (pay out period) selama 2,7 tahun. Perhitungan analisa ekonomi didasarkan pada discounted cash flow. Modal untuk pendirian pabrik menggunakan rasio 40% modal sendiri dan 60% modal pinjaman. Modal total yang dibutuhkan untuk mendirikan pabrik adalah sebesar $ 777.765.687. Sedangkan Break Event Point (BEP) yang diperoleh adalah sebesar 55%.
Desain Pabrik Magnesium Hidroksida Pharmaceutical Grade dan Magnesium Oksida dari Bittern Pakarti, Sundari Tri; Rosadi, Rodea Romadonah; Widjaja, Tri
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.148180

Abstract

Bittern adalah produk sampingan dari proses pembuatan garam yang berupa larutan pekat dengan tingkat kepekatan >29ยบ Be (Baume). Larutan ini mengandung sejumlah besar ion mineral, terutama Na+, Mg2+, dan Cl-. Pabrik magnesium hidroksida (Mg(OH)2) dengan kapasitas 5.300 ton/tahun dan magnesium oksida (MgO) dengan kapasitas 35.600 ton/tahun. Magnesium hidroksida (Mg(OH)2) bermanfaat besar dalam dunia medis, sebagai antidiare dan antasida untuk membantu meredakan asam lambung dan mengatasi sembelit. Serta magnesium oksida (MgO) dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pencampuran pembuatan pupuk. Maka, disusunlah Desain Pabrik Magnesium Hidroksida Pharmaceutical Grade dan Magnesium Oksida Fertilizer Grade dari Bittern dalam upaya menjadikan bahan baku bittern dapat dimanfaatkan secara optimal yang beroperasi secara kontinu 24 jam selama 330 hari pertahun. Pabrik direncanakan akan berlokasi di Sampang, Jawa Timur. Dalam mencapai target tersebut digunakan dua rangkaian proses utama, pertama yakni pembuatan Mg(OH)2 yang diawali dari pretreatment, pencucian dan purifikasi Mg(OH)2 slurry, pengeringan, penggilingan dan penyesuaian ukuran spesifikasi. Kedua, hasil Mg(OH)2 slurry akhir yang terbentuk setelah proses pengeringan direaksikan lebih lanjut dengan proses kalsinasi untuk membentuk MgO. Dalam perancangan pabrik ini diperlukan operating expenditures (OPEX) sebesar Rp 1.087.710.660.768 dengan capital expenditures (CAPEX) sebesar Rp 2.098.391.274.509. Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 40% dan modal pinjaman 60%. Berdasarkan Analisa ekonomi, IRR pabrik ini sebesar 18,56% dengan bunga sebesar 8,05% per tahun dan laju inflasi 2,84%. Sedangkan POT selama 4,87 tahun, dan NPV bernilai Rp 1.565.259.095.142. Dengan melihat aspek penilaian analisa ekonomi tersebut maka dapat dikatakan bahwa pabrik magnesium hidroksida dan magnesium oksida dari bittern ini layak didirikan.