Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERTANYA GURU DAN MEMBERIKAN PENGUATAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN KOLABORATIF DI SEKOLAH BINAAN RATO, PETRUS EY NGILO
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 9, No 2 (2021): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v9i2.24565

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan bertanya guru dan memberikan penguatan dalam proses pembelajaran melalui bimbingan di sekolah binaan tahun pelajaran 2021/2022. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 24 guru di 2 sekolah binaan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Data hasil penelitian  menunjukkan peningkatan keterampilan bertanya guru dan  memberikan penguatan yakni: Pertanyaan disampaikan dengan jelas dan singkat dari 50% menjadi 100%, memberikan acuan dari 50%  menjadi 100%,  memusatkan  pertanyaan yang disampaikan dari 50% menjadi 92%,  pemindahan giliran dari 25% menjadi  88%, penyebaran kesempatan menjawab pertanyaan dari 25% menjadi 92%, pemberian waktu berpikir yang cukup dari 25% menjadi 100%,  memberikan tuntunan jika siswa kesulitan menjawab dari 25% menjadi 100%,  pengubahan tuntunan tingkat kognitif dalam  menjawab pertanyaan dari 25% menjadi 100%, pengaturan urutan pertanyaan untuk mengembangkan tingkat kognitif dari yang sifatnya rendah ke yang lebih tinggi dan kompleks dari 25% menjadi 92%,  penggunaan pertanyaan pelacak dari 25% menjadi 75%,  terjadi peningkatan interaksi di dalam kelas dari 25% menjadi 100%,  penguatan verbal dengan kata-kata dari 75% menjadi 100%,  penguatan kalimat dari 75% menjadi 100%, penguatan non verbal dengan gerak/isyarat dari 75% menjadi 100%,  penguatan non verbal dengan mendekati dari 25% menjadi 88%, penguatan non verbal dengan sentuhan dari 25% menjadi 100%, penguatan non verbal dengan kegiatan yang menyenangkan dari 25% menjadi 75%, penguatan non verbal dengan simbol/benda dari 25% menjadi 100%. Pembimbingan guru melalui pembinaan kolaraboratif efektif dalam upaya peningkatan keterampilan guru bertanya dan memberikan penguatan di SMPS Katolik Regina Pacis dan SMPS PGRI Bajawa.
CEGAH KEKERASAN DENGAN SOP PENANGANAN PELANGGARAN SISWA DI SEKOLAH BINAAN Rato, Petrus EY Ngilo
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.710

Abstract

Sekolah sebagai tempat belajar seharusnya menjadi tempat yang nyaman bagi siswa. Pada kenyataannya sekolah belum menjadi tempat yang nyaman bagi siswa karena masih terdapat tindak kekerasan terhadap siswa yang dilakukan oleh guru. Guru melakukan tindak kekerasan terhadap siswa karena mereka tidak memiliki panduan atau pedoman penanganan pelanggaran siswa sehingga guru menyikapi pelanggaran siswa seturut perspektifnya masing-masing.Untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap siswa, dilakukan pelatihan menyusun SOP (Standar Opoerasional Prosedur) penanganan pelanggaran siswa. Dengan pelatihan tersebut sekolah memilik dokumen SOP penanganan pelanggaran siswa untuk dijadikan pedoman bagi guru dalam mengangani kasus-kasus pelanggaran siswa. Setelah sekolah memiliki dokumen SOP penanganan pelanggaran siswa, tindak kekerasan yang sering dilakukan guru terjhadap siswa dapat dicegah. Dengan tercegahnya tindak kekerasan terhadap siswa, sekolah menjadi lebih mudah untuk mewujudkan suasana dan iklim belajar yang nyaman dan kondusif. Sehingga diharapkan agar pematuhan terhadap SOP penanganan pelanggaran siswa diberlakukan secara konsisten.
CEGAH KEKERASAN DENGAN SOP PENANGANAN PELANGGARAN SISWA DI SEKOLAH BINAAN Rato, Petrus EY Ngilo
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.710

Abstract

Sekolah sebagai tempat belajar seharusnya menjadi tempat yang nyaman bagi siswa. Pada kenyataannya sekolah belum menjadi tempat yang nyaman bagi siswa karena masih terdapat tindak kekerasan terhadap siswa yang dilakukan oleh guru. Guru melakukan tindak kekerasan terhadap siswa karena mereka tidak memiliki panduan atau pedoman penanganan pelanggaran siswa sehingga guru menyikapi pelanggaran siswa seturut perspektifnya masing-masing.Untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap siswa, dilakukan pelatihan menyusun SOP (Standar Opoerasional Prosedur) penanganan pelanggaran siswa. Dengan pelatihan tersebut sekolah memilik dokumen SOP penanganan pelanggaran siswa untuk dijadikan pedoman bagi guru dalam mengangani kasus-kasus pelanggaran siswa. Setelah sekolah memiliki dokumen SOP penanganan pelanggaran siswa, tindak kekerasan yang sering dilakukan guru terjhadap siswa dapat dicegah. Dengan tercegahnya tindak kekerasan terhadap siswa, sekolah menjadi lebih mudah untuk mewujudkan suasana dan iklim belajar yang nyaman dan kondusif. Sehingga diharapkan agar pematuhan terhadap SOP penanganan pelanggaran siswa diberlakukan secara konsisten.
CEGAH KEKERASAN DENGAN SOP PENANGANAN PELANGGARAN SISWA DI SEKOLAH BINAAN Rato, Petrus EY Ngilo
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.710

Abstract

Sekolah sebagai tempat belajar seharusnya menjadi tempat yang nyaman bagi siswa. Pada kenyataannya sekolah belum menjadi tempat yang nyaman bagi siswa karena masih terdapat tindak kekerasan terhadap siswa yang dilakukan oleh guru. Guru melakukan tindak kekerasan terhadap siswa karena mereka tidak memiliki panduan atau pedoman penanganan pelanggaran siswa sehingga guru menyikapi pelanggaran siswa seturut perspektifnya masing-masing.Untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap siswa, dilakukan pelatihan menyusun SOP (Standar Opoerasional Prosedur) penanganan pelanggaran siswa. Dengan pelatihan tersebut sekolah memilik dokumen SOP penanganan pelanggaran siswa untuk dijadikan pedoman bagi guru dalam mengangani kasus-kasus pelanggaran siswa. Setelah sekolah memiliki dokumen SOP penanganan pelanggaran siswa, tindak kekerasan yang sering dilakukan guru terjhadap siswa dapat dicegah. Dengan tercegahnya tindak kekerasan terhadap siswa, sekolah menjadi lebih mudah untuk mewujudkan suasana dan iklim belajar yang nyaman dan kondusif. Sehingga diharapkan agar pematuhan terhadap SOP penanganan pelanggaran siswa diberlakukan secara konsisten.