The church leadership in the XXI century, or this third millennium, requires the ability of leaders who can deal with rapid changes in society and the world. Likewise, the church, as a light, is expected to enlighten the chaotic world of this century. The values of the Kingdom of God that are displayed through the reflection of spiritual leadership are expected to color the condition of the world. The church as an agent of salt and light in the world will be the solution and answer for the world community to fill the empty part of their soul. The world is heading for great change, and the Church is amid this world. By using descriptive qualitative methods and a literature study approach, it is found that church leaders amid the conditions of the 21st-century world community display biblical principles. In fact, which remains consistent based on the values that come from the Logos/Word in dealing with philosophical/values that are built on human arrogance. Because the expected leader of the Church is of lasting value and impact. The principles of this leadership are to shepherd, not by force, not to seek profit, to be an example, to humble oneself to one another, to humble oneself under the hand of God, to surrender all worries to God, to be aware and watchful of the opponent, namely the devil, and resist the devil with firm faith. AbstrakKepemimpinan Gereja abad XXI, atau milenium ketiga ini, membutuhkan kemampuan pemimpin yang dapat menghadapi perubahan cepat dalam masyarakat dan dunia. Demikian halnya juga dengan gereja, sebagai terang, diharapkan memberi pencerahan bagi karut-marutnya dunia abad ini. Nilai-nilai Kerajaan Allah yang ditampilkan melalui refleksi kepemimpinan rohani diharapkan mewarnai kondisi dunia. Gereja sebagai agen garam dan terang dunia akan menjadi solusi dan jawaban bagi masyarakat dunia untuk mengisi bagian dari jiwanya yang kosong. Dunia sedang menuju perubahan besar, dan Gereja ada di tengah-tengah dunia ini. Dengan menggunakan metode kualitatif deskritif dan pendekatan studi literatur didapatkan bahwa kepemimpinan gereja di tengah kondisi masyarakat dunia abad ke-21 menampilkan prinsip-prinsip alkitabiah, yang tetap konsisten berdasarkan nilai-nilai yang bersumber dari Sang Logos/Firman di dalam menghadapi nilai-nilai/filosofis yang dibangun di atas keangkuhan manusia. Sebab kepemimpi-nan Gereja yang seperti apa yang diharapkan, adalah yang bernilai abadi serta berdampak. Adapun yang menjadi prinsip dari kepemimpinan tersebut adalah: menggembalakan, tidak dengan paksa, tidak mau mencari keuntungan, menjadi teladan, merendahkan diri seorang terha-dap yang lain, merendahkan diri di bawah tangan Tuhan, menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan, sadar dan berjaga-jaga terhadap lawan, yaitu iblis, dan melawan iblis dengan iman yang teguh. Â