Suprijadi, Totok
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Pemuridan Bagi Perubahan Pria Di Champ Christian Men’s Network Area Surakarta Terhadap Transformasi Gereja Suprijadi, Totok
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 1, No 1 (2019): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.761 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v1i1.58

Abstract

Every Christian household needs to experience change and experience God's blessing with a change in a man, so that the church of God will quickly undergo transformation which will lead to a national transformation for a new Indonesia. The transformation of the church begins with the change of a man who has the character and example of the manhood of Christ. Crhistian Men’s Network Indonesia's men's camps are one place for male discipleship for men to maximize their potential. Departing from the writer's longing from the deepest heart for the progress of the ministry and work of God, especially the work of God in Indonesia. The author in this case would like to examine and see how much change men after following this Male discipleship program. This is where the importance of this study is to find out the extent of discipleship for male changes in the Christian Men's Network Camps in the Surakarta Area in Indonesia which has an impact on the transformation of the church. her children entered into promiscuity, drugs, and other wild life. Because it has been found by those - children of God - who see a change in their father who wants to hear and serve them and their mother. They have seen a change in their father that leads to a man's perfection or ChristlikenessSetiap rumah tangga Kristen perlu mengalami perubahan dan mengalami berkat Tuhan dengan adanya perubahan pada seorang pria, sehingga gereja Tuhan akan cepat mengalami transformasi yang berujung pada transformasi nasional untuk Indonesia baru. Transformasi gereja dimulai dari perubahan seorang pria yang memiliki karakter dan keteladanan kepriaan Kristus. Camp-camp pria Crhistian Men’s Network Indonesia merupakan salah satu wadah pemuridan pria untuk para pria memaksimalkan potensinya. Berangkat dari kerinduan penulis dari hati yang paling dalam untuk kemajuan pelayanan dan pekerjaan Tuhan khususnya pekerjaan Tuhan yang ada di Indonesia. Penulis dalam hal ini ingin meneliti dan melihat seberapa besar perubahan pria setelah mengikuti program pemuridan Pria ini. Di sinilah kepentingan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui sejauh mana pemuridan bagi perubahan pria di Camp-camp Christian Men’s Network Indonesia Area Surakarta berdampak terhadap transformasi gereja, Sehingga dalam hal ini di dalam gereja Tuhan sudah tidak akan ada lagi keluarga yang broken home atau didapati anak-anaknya masuk dalam pergaulan sex bebas, narkoba, dan kehidupan liar lainnya. Karena telah didapati oleh mereka - anak-anak Tuhan - yang melihat perubahan pada seorang ayah mereka yang mau mendengar dan melayani mereka dan ibu mereka. Mereka sudah melihat adanya perubahan pada ayah mereka yang mengarah kepada kesempurnaan seorang pria atau keserupaan dengan Kristus.
Kepemimpinan Gereja yang Berdampak dalam Menghadapi Persoalan Masyarakat Abad XXI Suprijadi, Totok
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 3, No 1: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.931 KB) | DOI: 10.52220/magnum.v3i1.140

Abstract

The church leadership in the XXI century, or this third millennium, requires the ability of leaders who can deal with rapid changes in society and the world. Likewise, the church, as a light, is expected to enlighten the chaotic world of this century. The values of the Kingdom of God that are displayed through the reflection of spiritual leadership are expected to color the condition of the world. The church as an agent of salt and light in the world will be the solution and answer for the world community to fill the empty part of their soul. The world is heading for great change, and the Church is amid this world. By using descriptive qualitative methods and a literature study approach, it is found that church leaders amid the conditions of the 21st-century world community display biblical principles. In fact, which remains consistent based on the values that come from the Logos/Word in dealing with philosophical/values that are built on human arrogance. Because the expected leader of the Church is of lasting value and impact. The principles of this leadership are to shepherd, not by force, not to seek profit, to be an example, to humble oneself to one another, to humble oneself under the hand of God, to surrender all worries to God, to be aware and watchful of the opponent, namely the devil, and resist the devil with firm faith. AbstrakKepemimpinan Gereja abad XXI, atau milenium ketiga ini, membutuhkan kemampuan pemimpin yang dapat menghadapi perubahan cepat dalam masyarakat dan dunia. Demikian halnya juga dengan gereja, sebagai terang, diharapkan memberi pencerahan bagi karut-marutnya dunia abad ini. Nilai-nilai Kerajaan Allah yang ditampilkan melalui refleksi kepemimpinan rohani diharapkan mewarnai kondisi dunia. Gereja sebagai agen garam dan terang dunia akan menjadi solusi dan jawaban bagi masyarakat dunia untuk mengisi bagian dari jiwanya yang kosong. Dunia sedang menuju perubahan besar, dan Gereja ada di tengah-tengah dunia ini. Dengan menggunakan metode kualitatif deskritif dan pendekatan studi literatur didapatkan bahwa kepemimpinan gereja di tengah kondisi masyarakat dunia abad ke-21 menampilkan prinsip-prinsip alkitabiah, yang tetap konsisten berdasarkan nilai-nilai yang bersumber dari Sang Logos/Firman di dalam menghadapi nilai-nilai/filosofis yang dibangun di atas keangkuhan manusia. Sebab kepemimpi-nan Gereja yang seperti apa yang diharapkan, adalah yang bernilai abadi serta berdampak. Adapun yang menjadi prinsip dari kepemimpinan tersebut adalah: menggembalakan, tidak dengan paksa, tidak mau mencari keuntungan, menjadi teladan, merendahkan diri seorang terha-dap yang lain, merendahkan diri di bawah tangan Tuhan, menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan, sadar dan berjaga-jaga terhadap lawan, yaitu iblis, dan melawan iblis dengan iman yang teguh.  
Iman Konservatif dalam Dunia Megatrend 2000 dan Relevansinya Bagi Kehidupan Masa Kini Suprijadi, Totok
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 2, No 3 (2022): Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v2i3.53

Abstract

The world is heading for a major change, and conservative faith lives in the midst of the 2000 megatrend world. Conservative faith remains consistent with values originating from the Logos or the Word in dealing with values and a philosophy of life built on the ratio of human arrogance . This study aims to describe how the church maintains a conservative faith amid world changes, cultural changes, economic changes and global changes in the 2000 megatrend era. Conservative faith believes that the Inerancy of the Bible or the Bible is without error, Jesus Christ is God, and Jesus Christ is the only interpreter. congratulations, there is no such thing as many roads to Rome/many roads to Heaven. The method used is descriptive qualitative. The results of the study found that according to conservative faith beliefs, there is only one way to heaven, namely through Christ's sacrifice on the cross. Reflection for today's life is that in facing the times, regardless of the circumstances and pattern, the Bible is the only source of truth and the Lord Jesus the only way to eternity. Dunia sedang menuju perubahan besar, dan iman konservatif hidup di tengah-tengah dunia megatrend 2000.   Iman konservatif tetap konsisten dengan nilai-nilai yang bersumber dari Sang Logos atau Sang Firman di dalam menghadapi nilai-nilai dan filosofi hidup yang dibangun di atas rasio keangkuhan manusia. Kajian ini bertujuan menguraikan bagaimana gereja mempertahankan iman konservatif di tengah perubahan dunia, perubahan budaya, perubahan ekonomi dan perubahan global era megatrend 2000. Iman konservatif percaya bahwa Inerancy Alkitab atau Alkitab tanpa salah, Yesus Kristus adalah Tuhan, dan Yesus Kristus adalah satu-satunya juru selamat, tidak ada istilah banyak jalan menuju Roma/banyak jalan menuju Sorga. Metode yang dipergunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil kajian menemukan bahwa sesuai keyakinan iman konservatif, jalan menuju sorga hanya satu jalan, yaitu melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Relevansi bagi kehidupan masa kini adalah bahwa dalam menghadapi perkembangan zaman, bagaimanapun keadaan, tantangan dan polanya, Alkitab sebagai satu-satunya sumber kebenaran dan Tuhan Yesus satu-satunya jalan menuju kekekalan.