Pasar makanan di Indonesia telah mengalami transformasi signifikan akibat pergeseran preferensi konsumen dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas strategi branding dalam meningkatkan nilai pasar produk makanan di Indonesia menggunakan pendekatan metode campuran dengan 150 partisipan, termasuk profesional industri makanan, ahli pemasaran, dan konsumen. Data dikumpulkan melalui survei terstruktur dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk data kualitatif dan statistik deskriptif serta inferensial untuk data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding berbasis budaya lokal dan keberlanjutan memiliki hubungan positif yang signifikan dengan peningkatan nilai pasar, di mana branding berbasis budaya lokal memberikan dampak paling signifikan dengan peningkatan nilai pasar hingga 25%. Sebaliknya, strategi pengurangan harga memberikan dampak minimal sebesar 5%. Studi ini juga menegaskan bahwa strategi branding modern lebih unggul dibandingkan teknik pemasaran tradisional dalam meningkatkan keterlibatan dan loyalitas konsumen. Namun, keterbatasan penelitian ini mencakup penggunaan data yang dilaporkan sendiri, yang rentan terhadap bias, sehingga diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang strategi ini. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pelaku industri makanan untuk merancang strategi branding inovatif yang sesuai dengan preferensi konsumen, meningkatkan nilai pasar, dan memperkuat daya saing di pasar makanan Indonesia.