Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Event Branding Plupuh Batik Karnival Dalam Upaya Memperkenalkan Produk Batik Kabupaten Sragen Jawa Tengah 2024 Dani, Jeratallah Aram; Setiawan, Ali Arif; Syaifullah, Jahid
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No. 1: Januari (2025)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v6i1.3073

Abstract

Branding events are a means of company promotion in an effort to introduce new products to the public. Branding planning in supporting marketing communications is very closely related to advertising media, both through top-line media and bottom-line media. The plupuh batik carnival activity is an event planned in an effort to introduce Sukowati motif batik to the public. This research uses a qualitative method with a case study approach, to reveal the event branding strategy carried out by the committee in providing event and product information to the public.The result is an event strategy planned by the committee through collaboration with top-line media through radio and TV and bottom-line in the form of posters, banners, billboards and through online media to reach a wide and anonymous audience.
Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial untuk Branding Organisasi Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Karanganyar Syaifullah, Jahid; Putri, Frestiany Regina; Syaifudin, Makmun
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat (JPMM) Vol 5, No 1: April (2023)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/jpmm.v5i1.2097

Abstract

Media sosial merupakan salah satu media instan yang saat ini memiliki berbagai fungsi dalam pengenalan personal ataupun organisasi untuk menunjang kegiatan branding. Organisasi Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Karanganyar merupakan organisasi yang bergerak di bidang kepramukaan. Kegiatan dan pendidikan kepramukaan yang banyak dan berkelanjutan menjadikan anggota pramuka secara terus menerus dan berkesinambungan mempelajari dan mempraktekkan arahan dari pembina pramuka. Karena kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pembina belum disebarluaskan kepada masyarakat luas, pendidikan kepramukaan yang didapat hanya untuk internal saja. Akhirnya, pendidikan kepramukaan tidak berjalan maksimal dan terarah kepada anggota baru pramuka. Metode yang digunakan dalam pelatihan pemanfaatan media sosial ini adalah ceramah, diskusi, dan praktik dalam penggunaan media sosial dalam upaya branding organisasi kepramukaan di Karanganyar. Pelatihan ini menghasilkan produk soft skill berupa kemampuan pengelolaan media sosial Instagram dan satu produk media sosial yakni Instagram yang berisi kegiatan-kegiatan kepramukaan di Karanganyar. Setelah dilaksanakan program pengabdian dan pembuatan media sosial Instagram dalam waktu satu bulan, jumlah pengikut menjadi meningkat dari jumlah 808 menjadi 1194 pada bulan Oktober 2022 sehingga tingkat pemahaman dan pengetahuan informasi kegiatan kepramukaan dapat tersampaikan dengan baik.
Penerapan Sinematografi Mise En Scene Pada Beberapa Tokoh Dalam Film The Hero Of Zheng Chenggong Syaifullah, Jahid; Wibiyanto, Agung; Sudarmaji, Sudarmaji
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2: Juli (2024)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v5i2.2950

Abstract

Dalam artikel ini memang bertujuan untuk memaparkan gambaran penerapan sinematografi Mise en schene pada beberapa tokoh dalam film The Hero Of Zheng Chenggong. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, di mana data pengamatan dan juga analisis dari data yang ada direduksi dan dianalisis untuk memaparkan artikel ini. Hasilnya, Secara garis besar, konsep sinematografi mise en scene memang cukup berperan penting dalam menggambarkan tokoh tokoh pada film dan juga tidak bisa dilepaskan dari waktu atau zaman dalam cerita dengan menunjukkan status sosial, membangun suasana, menunjukkan kepribadian, membangun image dan juga seringkali menjadi simbol simbol tertentu. Maka daripada itu pakaian dan setting lokasi memang menggambarkan karakter seseorang. Jika melihat hal tersebut, di dalam film The Hero Of ZhengChenggong ada 4 tokoh yang menonjol yakni Zheng Chenggong, Zheng Zilong, kaisar Longwu dan Li Wei yang terlihat di beberapa scene dalam film ini. Dilihat dari pakaian dan setting lokasinya, keempatnya sudah menunjukkan status sosial sesuai dengan apa yang terjadi di zaman itu baik seorang jenderal, kaisar maupun anak buah jenderal. Hal ini bisa dilihat dalam 4 tokoh tersebut, walaupun baik Zheng Zilong maupun Li Wei bisa dikatakan telah membelot dengan merubah dandanan mereka yakni menguncir kepang rambut mereka sesuai dengan dandanan bangsa Manchu namun untuk pakaian mereka masih menggunakan kostum pakaian Hanfu, pakaian masyarakat Cina Han. Hanya saja karakter dan juga watak yang ditonjolkan dalam film ini memang mempertentangkan antara loyalitas dengan image pengkhianatan yang terlihat di dalam ruang ruang gelap dialog dalam scene di film The Hero Of ZhengChenggong.