Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengapa Masyarakat Memproduksi Minuman Beralkohol Tradisional? Nuri Ikhwana; Iman K. Nawireja
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 6 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v5i06..920

Abstract

Minuman beralkohol tradisional merupakan jenis minuman beralkohol yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Dampak buruk bagi kesehatan serta tuntutan norma, membuat pemerintah melarang produksi dan distribusi minuman tersebut. Namun demikian, banyak produsen yang tetap memproduksinya secara sembunyi- sembunyi. Dalam kasus ini, mereka harus bermanuver antara memenuhi kebutuhan hidup dan tekanan kebijakan pemerintah. Penelitian ini membahas alasan dibalik keputusan untuk terus memproduksi minuman beralkohol tersebut, dengan mengambil kasus produsen arak Jawa di Desa Kerek, Ngawi, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini mendapatkan bahwa jenis kelamin laki-laki, golongan usia muda, masyarakat asli, responden yang berproduksi kurang dari tiga tahun, memiliki riwayat penangkapan, lama menganggur kurang dari tiga bulan, tidak memiliki pekerjaan lainnya atau pendapatan dari pekerjaan sampingannya kurang dari Rp1.000.000 per bulan, adanya resiko formal dan individu yang rendah memiliki kesempatan lebih besar untuk kembali memproduksi arak Jawa. Regresi logistik mendapatkan keputusan untuk tetap berproduksi ditentukan oleh ketersediaan pekerjaan sampingan. Oleh karenanya, upaya menekan produksi dan peredaran minuman beralkohol tradisional perlu dilakukan dengan penyediaan pendapatan kepada produsennya. Kata kunci: Arak jawa, Regresi logistik, Minuman beralkohol tradisional
Pengaruh Kepemilikan Modal Sosial terhadap Kesejahteraan: Kinerja Usaha Sebagai Variabel Antara (Kasus: Pedagang Komoditas Pertanian di Pasar Palmeriam, Jakarta Timur) Raden Roro Arinda Wulandari; Iman K. Nawireja
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v6i1.968

Abstract

Studi mengenai pengaruh antara modal sosial terhadap kesejahteraan mendapatkan hasil yang bertentangan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya pengaruh modal sosial terhadap taraf kesejahteraan, namun terdapat pula penelitian yang tidak mendeteksi pengaruh karena taraf kesejahteraan dipengaruhi oleh produktivitas usaha, bukan karena modal sosialnya. Oleh karena itu, penelitian ini mengasumsikan peran variabel antara, yakni kinerja usaha, dapat menjembatani pengaruh modal sosial dengan kesejahteraan. Menggunakan teknik analisis faktor dalam mengelompokkan 23 indikator modal sosial, penelitian ini menjelaskan dinamika modal sosial para pedagang. Kemudian teknik analisis SEM digunakan untuk mengungkap pengaruh langsung dan tidak langsung melalui kinerja usaha. Analisis SEM menunjukkan terdapat pengaruh modal sosial terhadap kinerja usaha dan pengaruh kinerja usaha terhadap kesejahteraan. Penelitian ini menemukan bahwa modal sosial mendorong adanya tindakan kolektif antar pedagang, terutama saat lonjakan harga saat pedagang sering mengalami kerugian. Dalam hal ini, modal sosial nampaknya mampu menjaga kinerja usaha, yaitu modal dan keuntungan agar tetap stabil, sehingga memungkinkan pedagang memiliki taraf kesejahteraan yang baik. Kata Kunci: Kesejahteraan, Kinerja usaha, Modal sosial, Pedagang hasil pertanian.