Latar belakang: Protrusi bimaksiler dengan perubahan jaringan lunak wajah dengan pencabutan premolar pertama secara estetik lebih baik dengan perawatan ortodontik. Tujuan: Mengetahui efek pencabutan empat premolar pertama terhadap posisi jaringan lunak penderita protrusi bimaksiler maloklusi kelas I Angle. Metode: Jenis penelitian deskripsi perbandingan. Sampel penelitian adalah data pasien tahun 2010 – 2020 di Dents Smile Jakarta. Sampel dibagi kelompok maloklusi kelas I Angle protrusi bimaksiler sebelum perawatan ortodonti cekat (belum pencabutan empat premolar pertama) dan setelah perawatan ortodonti cekat (pencabutan empat premolar pertama). Data diuji tes Kolmogorov Sminov untuk melihat distribusi data, dilanjutkan dengan uji beda (Independent t dan Mann Whitney) untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil: Hasil uji Kolmogorov Smirnov pengukuran sefalometri kelompok sebelum dan sesudah mempunyai nilai p 0,05. Ini menunjukkan semua kelompok berdistribusi data normal dan uji statistik Independent t. Hasil uji t perbedaan sudut NSnPg, Nasolabial dan Labiomental kelompok sebelum dan sesudah pencabutan 4 premolar pertama didapatkan nilai p 0,05. Sudut NSnPg, nasolabial dan labiomental disimpulkan ada perbedaan bermakna antara kelompok sebelum dan sesudah pencabutan 4 premolar pertama. Kesimpulan: Perubahan jaringan lunak pada penderita protrusi bimaksiler dengan pencabutan 4 premolar pertama dikarenakan sudut NSnPg, nasolabial dan labiomental bertambah besar. Pertambahan menyebabkan bibir atas dan bibir bawah terjadi retrusi.